Minggu, Mei 17, 2026
spot_img

2 Wisatawan Perempuan asal Karawang Tertimbun Longsor di Curug Cileat – Subang

SUBANG – Dua wisatawan yang merupakan warga asal Kabupaten Karawang dikabarkan tertimbun longsor di kawasan wisata Curug Cileat, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jumat (15/5/2026).

Kepastian kabar ini didapatkan setelah petugas gabungan menemukan sejumlah barang pribadi milik korban yang tersapu material longsor di sekitar lokasi kejadian.

Keduanya adalah perempuan bernama Alda Apriliani (22), warga Cikampek, dan Winda Limbong (20), warga Kosambi – Karawang.

“Korban masih belum ditemukan, namun barang-barang milik korban seperti sepatu dan handphone (HP) sudah ditemukan,” tutur Kapolsek Cisalak, Endang Pirtana, kepada wartawan.

Sebelum peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, cuaca di kawasan perbukitan Kampung Cibago dilaporkan sangat ekstrem. Hujan lebat dengan intensitas tinggi memicu tebing setinggi 250 meter di jalur pendakian itu labil.

Berita Lainnya  Ashari, Pelaku Kekerasan Seksual Puluhan Santriwati Ngaku Wali dan Keturunan Nabi

Seorang saksi mata mengaku sempat memperingatkan dan melihat rombongan korban yang berjumlah lima orang melintasi jalan setapak sempit di tepi jurang.

Tetapi nahas peringatan tersebut terlambat, karena tebing di atas mereka keburu runtuh seketika. Tiga rekan korban, yakni Sinta Bela (28), Sari Nengsih (25), dan Sulistia (20) berhasil menyelamatkan diri. Namun, Alda dan Winda langsung hilang tersapu material tanah.

Kepala Pelaksana BPBD Subang, Udin Jazudin, menjelaskan bahwa kondisi medan di lokasi kejadian sangat ekstrem. Longsoran tanah memutus total jalur pendakian menuju air terjun ikonik tersebut.

Berita Lainnya  Stasiun KA Bekasi Timur Dibanjiri Buket Bunga, 'Selamat Jalan bagi Mereka yang Telah Tiada'

“Lebar longsoran sekitar tiga sampai lima meter, namun panjang longsoran lebih dari 100 meter hingga ke tepian Sungai Cileat,” kata Udin.

Diduga kuat, tebal dan derasnya material tanah runtuh telah menyeret tubuh kedua korban hingga masuk ke dalam aliran Sungai Cileat yang berada di dasar jurang.

Tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri, Tagana, dan relawan sempat melakukan pencarian besar-besaran hingga Jumat malam pukul 19.30 WIB. Namun, operasi terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan petugas.

Berita Lainnya  Soal Dana Koperasi, Puluhan Eks Karyawan PT. Pindo Deli 'Ngadu' ke Tim Jabar Istimewa

“Pencarian terpaksa dihentikan semalam untuk menghindari longsor susulan karena cuaca kembali buruk, dan dilanjutkan kembali pagi ini (Sabtu),” pungkas Udin.

Saat ini, tim gabungan masih bersiaga di kawasan pegunungan dengan ketinggian 900 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut untuk memantau pergerakan cuaca dan melanjutkan proses evakuasi.***

Sumber : TribunNews

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diperkirakan Telan Anggaran Rp 2,7 Miliar untuk 4 Kabupaten, Kirab Milangkala Tatar Sunda Dinilai Tak Sesuai Sejarah

BANDUNG - Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Maulana Yusuf Erwinsyah mengkritik perayaan Milangkala Tatar Sunda yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat di...

Berpotensi Timbulkan Aneka Tafsir, Yusril Minta Pembuat Film Pesta Babi Jelaskan Makna Judul

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menilai judul film dokumenter “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman...

Rupiah Melemah, Prabowo: Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bicara soal nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Prabowo menilai, kondisi Indonesia masih kuat terutama...

Sering Disebut Melakukan Pemujaan dan Kelenik, ini Jawaban Dedi Mulyadi

BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi mengajak masyarakat untuk mengubah total cara pandang terhadap peninggalan sejarah Sunda. Pria yang akrab disapa KDM ini...

KDM Usul 70% Pajak Pertambangan Dikembalikan ke Desa

BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi alias KDM mengusulkan 70% pajak dari aktivitas pertambangan dikembalikan kepada desa tempat tambang beroperasi. KDM mengatakan skema...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan