Rabu, Mei 13, 2026
spot_img

Ustaz di Purwakarta Diduga Cabuli Murid, Polisi Sebut Ada 6 Korban di Bawah Umur

PURWAKARTA – Satreskrim Polres Purwakarta, Jawa Barat, menangkap seorang ustaz yang diduga telah melakukan pencabulan terhadap muridnya di sebuah majelis taklim tempatnya mengajar.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saepul Uyun mengatakan hingga kini polisi telah mendata sedikitnya enam korban dugaan pencabulan yang diduga dilakukan ustaz berinisial T (58).

Namun, polisi baru bisa memintai keterangan dua korban dalam kasus yang terjadi di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, ini.

“Pemeriksaan dilakukan secara khusus karena seluruh korban masih di bawah umur. Polisi melibatkan polwan, dinas sosial hingga psikolog klinis dalam proses pendampingan terhadap anak-anak yang menjadi korban,” ujar AKP Uyun Saepul Uyun, saat memberikan keterangan di Mapolres Purwakarta, Selasa (12/5/2026) sore.

Berita Lainnya  Alami Pendarahan Hebat, Pengendara Sepeda Motor Tewas Setelah Leher Terjerat Benang Layangan

Uyun mengatakan polisi telah meningkatkan kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan setelah mendapatkan alat bukti.

Meski demikian, polisi belum dapat memastikan secara detail bentuk dugaan tindakan pecabulan yang dilakukan pelaku. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan visum terhadap para korban.

“Dari pemeriksaan sementara tidak ada dugaan persetubuhan,” tegas Uyun.

Diketahui, kasus ini mengejutkan warga sekitar karena pelaku dikenal sebagai tokoh agama yang dihormati dan aktif memimpin berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan setempat.

Berita Lainnya  Polemik Dana Hibah Rp 100 Juta untuk RW, DPRD Minta Pencairan Ditunda

Seorang warga, Hasan Asari (55), mengaku sosok ustaz tersebut selama ini dikenal baik dan dihormati masyarakat. “Beliau selama ini sangat dihormati warga” ucap Hasan.

Kini aktivitas di majelis taklim tempat pelaku mengajar sementara waktu tampak kosong. Bangunan terlihat hening tidak ada aktivitas. Padahal, lokasi tersebut kerap menjadi aktivitas pengajian anak-anak pada siang dan sore hari.

Hasan berharap, bangunan tersebut tidak dirusak oleh warga apabila memang benar terduga pelaku melakukan tindakan asusila terhadap anak muridnya.***

Berita Lainnya  2 Napiter di Lapas Subang Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

Sumber : beritasatu.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

LMP dan Brigez Kembali Sambangi Kejari Bekasi, Pertanyakan Laporan Dugaan Korupsi dan TPPU Dirut PDAM Tirta Bhagasasi

BEKASI – Ormas Laskar Merah Putih (LMP) bersama Brigez, menyambangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari), Kabupaten Bekasi untuk memfollow-up laporannya pada 20 April 2026 lalu. Kedatangan...

Saling Lempar Tanggungjawab di Sidang Ade Kunang, Hakim Minta Para Saksi Dikonfrontir

BANDUNG - Sidang kasus dugaan korupsi dan ijon proyek di Kabupaten Bekasi dengan terdakwa Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang alias Ade Kunang dan...

2 Napiter di Lapas Subang Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

SUBANG – Langkah nyata pembinaan dan deradikalisasi kembali membuahkan hasil di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang. Dua narapidana tindak pidana terorisme (Napiter) secara resmi...

Upaya Penyelundupan Narkotika ke Lapas Karawang Digagalkan Petugas

KARAWANG - Upaya penyelundupan narkotika oleh orang tak dikenal (OTK) ke dalam Lapas Karawang berhasil digagalkan petugas, Senin (11/5/2026). Pelaku melakukan modus pelemparan barang haram...

Buntut Bentrokan Suporter, Dedi Mulyadi Minta Bobotoh Tak Berlebihan Rayakan Kemenangan

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan imbauan tegas kepada para pendukung Persib Bandung atau Bobotoh untuk tidak merayakan kemenangan atas Persija Jakarta...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan