SUBANG – Langkah nyata pembinaan dan deradikalisasi kembali membuahkan hasil di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang.
Dua narapidana tindak pidana terorisme (Napiter) secara resmi mengucapkan Ikrar Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam sebuah seremoni khidmat di Aula Lapas Subang, Selasa (12/5/2026).
Momen emosional ini menjadi simbol kembalinya para warga binaan ke pangkuan Ibu Pertiwi setelah menjalani serangkaian proses pembinaan kepribadian yang panjang.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Subang dan dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan kunci.
Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88 Anti Teror, Kementerian Agama Kabupaten Subang, Badan Intelijen Negara (BIN), Bapas Subang, serta unsur Aparat Penegak Hukum lainnya.
Sinergi lintas instansi ini menegaskan komitmen bersama dalam mengawal proses reintegrasi sosial para warga binaan.
Lepaskan Paham Radikal Dalam naskah ikrar yang dibacakan, kedua narapidana tersebut menyatakan kesetiaan mereka kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Mereka berkomitmen penuh untuk meninggalkan paham radikalisme serta segala bentuk aktivitas terorisme.
Kepala Lapas Kelas IIA Subang menegaskan bahwa ikrar setia ini merupakan salah satu indikator keberhasilan program deradikalisasi yang dijalankan secara kolaboratif di dalam Lapas.
“Ini bukan sekadar seremoni formalitas. Kami berharap ini menjadi lembaran baru bagi mereka. Tumbuhkan cinta tanah air, dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, sadar hukum, serta produktif,” ujarnya di depan awak media.
Garda Depan Deradikalisasi Pelaksanaan ikrar yang berlangsung penuh rasa nasionalisme ini memperkuat peran Lapas tidak hanya sebagai tempat menjalani masa hukuman, tetapi juga sebagai garda depan dalam memutus rantai penyebaran paham radikal di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui program pembinaan berkelanjutan, kedua warga binaan ini diharapkan dapat menjadi duta kedamaian saat kelak kembali ke tengah masyarakat, serta membuktikan bahwa jalan dialog dan cinta tanah air adalah solusi utama dalam berbangsa.
Hingga acara usai, kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif, ditutup dengan penghormatan kepada bendera Merah Putih oleh kedua narapidana tersebut.***
Sumber : PikiranRakyat.com










