Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Buntut Bentrokan Suporter, Dedi Mulyadi Minta Bobotoh Tak Berlebihan Rayakan Kemenangan

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan imbauan tegas kepada para pendukung Persib Bandung atau Bobotoh untuk tidak merayakan kemenangan atas Persija Jakarta secara berlebihan.

Pesan ini disampaikan menyusul terjadinya insiden saling serang antar-massa di Purwakarta serta aksi saling lempar benda keras di Karawang sesaat setelah laga klasik berakhir dengan skor 2-1 untuk Maung Bandung, Minggu (10/5/2026).

Pria yang akrab disapa KDM ini menekankan bahwa meski kemenangan di laga El Clasico sangat emosional, menjaga ketertiban umum adalah hal yang utama.

Ia meminta pendukung tetap tenang demi menjaga kondusivitas Jawa Barat.

Berita Lainnya  Prabowo : "Saya Tidak Mau Jadi Presiden, Rakyat Saya Miskin Terus, Malu Saya"

“Tidak boleh euforia terhadap kemenangan, harus memperhatikan langkah yang harus dilalui ke depan, dan perlihatkan kita adalah bangsa ksatria,” ujar Dedi Mulyadi di Bandung, Senin (11/5/2026).

Ia juga mengingatkan kedua belah pihak untuk bersikap dewasa dalam menyikapi hasil pertandingan di lapangan hijau.

“Bagi yang menang, Persib, kita jangan memperlihatkan kejumawaan. Kemudian bagi yang kalah jangan berkecil hati, kan nanti tahun berikutnya juga ada liga lagi. Ya sudah, nanti bertempurnya di lapangan, main bola, bukan di jalan,” tuturnya.

Sambil berseloroh, Dedi bahkan melontarkan wacana untuk membawa pihak-pihak yang tetap nekat bertikai ke program pembinaan khusus. “Kalau diperlukan kita bawa ke barak,” ucapnya.

Berita Lainnya  Polisi Sebut Pelaku Pembacokan Bobotoh di Bogor Bukan Suporter Sepak Bola

Wacana Konvoi Kemenangan

Mengenai wacana konvoi kemenangan, Dedi menilai Kota Bandung tetap menjadi lokasi paling ideal sebagai pusat perayaan, mengingat identitas tim. Namun, ia tidak mempermasalahkan jika perayaan terjadi di daerah lain selama tetap tertib.

“Ya pastinya pengennya di Bandung, namanya juga Persib Bandung kan. Masa Persib Bandung perayaannya di luar Bandung? Tapi kalaupun di luar (kota), enggak ada masalah, suporternya kan tersebar di seluruh wilayah,” jelasnya.

Gubernur memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mengawal jalannya perayaan selama tidak mengganggu keamanan masyarakat umum.

Berita Lainnya  Polisi Pamerkan Wajah Pelaku Pembacokan Bobotoh Bogor, Wartawan yang Kesal Keplak Kepala Pelaku

Sebelumnya, sejumlah video kericuhan suporter sempat viral di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan ratusan orang terlibat aksi saling serang di Purwakarta dan adu mulut di Karawang.

Pihak kepolisian setempat telah bergerak cepat membubarkan massa dan meningkatkan pengamanan guna mencegah bentrok susulan.***

Sumber : Kompas.com
Ket foto : Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ditemui di Kantor Bank Indonesia Jawa Barat, Jalan Braga, Kota Bandung, Senin (11/5/2026). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan