Rabu, Agustus 5, 2026
spot_img

Waspada! Karawang Urutan Ketiga Kasus HIV, Setelah Sukabumi dan Bogor

KARAWANG – Alarm bahaya penyebaran HIV semakin nyata. Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar) kini menempati peringkat ketiga sebaran kasus tertinggi di Jabar per tahun 2026.

Merujuk data Badan Pusat Statitstik (BPS) Jabar, pada triwulan pertama 2026 Kabupaten Bogor menempati urutan tertinggi dengan temuan 389 kasus, disusul Kabupaten Sukabumi 123 kasus dan Kabupaten Karawang sebanyak 188 kasus baru.

Adapun data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Karawang, tercatat bahwa sejak tahun 2000 hingga Maret 2026, total kasus HIV di Karawang telah mencapai 4.733.

Staff Program KPA Karawang, Yana menyebut, meski secara tahunan terjadi penurunan dari 886 kasus di 2024 menjadi 757 kasus di 2025, angka di awal tahun ini menunjukkan penyebaran masih aktif dan perlu penanganan intensif.

Berita Lainnya  Polda Jabar Ungkap Judi Online, 11 Orang Ditetapkan Tersangka, Uang Miliaran hingga Mobil Mewah Disita

Yang mengkhawatirkan mayoritas kasus baru berasal dari usia produktif 20–49 tahun dengan 119 kasus.

Berdasarkan kelompok risiko, angka tertinggi berasal dari Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) sebanyak 76 kasus. Penularan didominasi oleh perilaku seks berisiko, baik dalam hubungan sesama jenis maupun heteroseksual.

Namun sorotan utama kini mengarah pada kelompok remaja. KPA Karawang mencatat peningkatan kasus pada usia 15–19 tahun.

Sepanjang 2025 terdapat 38 kasus, dan hingga Maret 2026 sudah muncul 10 kasus baru dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Fenomena ini mengindikasikan bahwa penyebaran HIV telah masuk ke lingkar generasi muda dengan pola yang semakin cepat.

Berita Lainnya  Pemkab Bekasi dan PMI Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Cibarusah

Dia menjlai rendahnya kesadaran masyarakat menjadi hambatan terbesar dalam pengendalian HIV.

“Banyak yang belum sadar atau enggan melakukan tes. Mereka biasanya datang saat kondisi sudah sakit, bukan saat masih bisa dicegah sejak dini,” ujarnya pada Senin, (27/4).

Sebagai respons, KPA bersama pemerintah daerah terus menggencarkan edukasi, khususnya kepada remaja dan usia produktif. Upaya ini difokuskan pada peningkatan pemahaman tentang risiko HIV serta pencegahan perilaku seks berisiko.

Selain itu, pelacakan kontak juga dilakukan untuk menekan rantai penularan dari kasus yang sudah terkonfirmasi.

Dari sisi layanan, akses tes HIV kini semakin terbuka. Sebanyak 50 Puskesmas dan hampir seluruh rumah sakit di Karawang menyediakan layanan tes gratis, dengan biaya administrasi pendaftaran.

Berita Lainnya  Dugaan Malapraktik di Klinik Zhafira Zafira Karawang Berakhir dengan Damai

Untuk pengobatan, terapi antiretroviral (ART) tersedia di RSUD Karawang, RSUD Jatisari, dan RS Citra Sari Husada, serta didukung 45 Puskesmas PDP.

Pemerintah memastikan obat HIV diberikan secara gratis, sementara penyakit penyerta dapat ditanggung melalui BPJS.

Melalui langkah terpadu ini, Karawang menargetkan capaian Ending AIDS 2030 yang mencakup nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, dan penghapusan stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).***

Sumber : tvberita.co.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

JAKARTA - Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah...

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

707 Siswa dan Guru di SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf

SEMARANG - Sebanyak 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Yaitu dimana 693...

KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

BANDUNG - Setelah membuka sayembara memburu dan menangkap para pelaku begal untuk diserahkan ke pihak kepolisian dalam kondisi hidup, kini Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan