Minggu, Mei 31, 2026
spot_img

KDM : Subang dan Jabar Tidak akan Maju, Jika Cara Berpikir Pemimpinnya Normatif dan Hanya Mengejar WTP

SUBANG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi  melontarkan kritik terhadap Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Subang. Kritik tersebut disampaikan saat dirinya berpidato dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Subang, Senin (6/4/2026).

Dalam pidatonya, Dedi tidak hanya membahas sektor pariwisata, tetapi juga menyinggung identitas budaya, kebersihan lingkungan, hingga pola kerja aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai masih terlalu normatif.

Dedi Mulyadi mengawali pidatonya dengan menekankan pentingnya identitas budaya Sunda sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Ia menyebut bahwa budaya Sunda yang kerap dianggap mistis justru harus diposisikan sebagai jati diri.

Ia mencontohkan bagaimana negara-negara maju seperti Jepang, Korea, dan Amerika tetap berpegang pada nilai-nilai leluhur mereka dalam membangun peradaban.

Selain itu, Dedi juga menyoroti filosofi kebersihan sebagai salah satu kunci mendatangkan rezeki.

“Karena saya memahami rezeki selalu turun pada jalan yang lebar dan rezeki selalu turun pada pintu-pintu terbuka dan tempat-tempat yang bersih,” ujarnya.

Berita Lainnya  Dari Rebutan Anggaran hingga Merasa Paling Penting, AHY Sentil Kerja Kementerian Era Prabowo

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang baik serta lingkungan yang bersih akan menciptakan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi secara tegas menyampaikan bahwa pariwisata bukanlah tujuan utama pembangunan, melainkan efek dari lingkungan yang tertata dengan baik.

“Pariwisata bukan tujuan utama, melainkan efek dari lingkungan yang tertata, sungai yang jernih, dan jalan yang bersih.”

Ia bahkan menyindir bahwa promosi pariwisata tidak perlu dilakukan secara besar-besaran jika kondisi daerah sudah menarik.

“Jika daerah indah, masyarakat akan memviralkannya sendiri tanpa perlu promosi mahal dari dinas terkait, gak usah pakai Dinas Pariwisata,” ujar Dedi.

Menurutnya, promosi pariwisata seharusnya bisa terjadi secara organik melalui masyarakat dan para pengguna media sosial.

Apa Kritik Dedi terhadap Dispar Subang?

Berita Lainnya  Pemerintah Harus Hadir untuk Memastikan Perlindungan Terhadap Kekerasan Perempuan dan Anak

Dedi Mulyadi mengaku kecewa terhadap respons Dinas Pariwisata Kabupaten Subang yang dinilai kurang sigap dalam mendukung pengembangan kawasan wisata.

Ia mencontohkan pengelolaan Lembur Pakuan, kawasan kediamannya yang kini berkembang menjadi wisata edukasi.

“Saya mengurus Lembur Pakuan itu, beberapa kali minta Dinas Pariwisata Kabupaten Subang, kurang respons, padahal Gubernur yang minta, apalagi rakyat,” sentil Dedi.

Ia menilai dinas terkait seharusnya berperan aktif dalam memastikan kawasan wisata bebas dari berbagai gangguan, seperti parkir liar dan ketidaktertiban.

Apa Saja Sorotan terhadap Kinerja ASN?

Tidak hanya Dispar, Dedi juga menyinggung kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dinilai kurang responsif dalam menertibkan pelanggaran di lapangan. Ia bahkan mengaku harus turun langsung dengan menggerakkan aparat di tingkat bawah untuk menyelesaikan persoalan.

Menurut Dedi, kondisi ini mencerminkan pola kerja ASN yang masih bersifat prosedural dan kurang inisiatif. Ia pun menegaskan pentingnya perubahan pola pikir dalam birokrasi.

Berita Lainnya  KDM Usul 70% Pajak Pertambangan Dikembalikan ke Desa

“Subang dan Jawa Barat tidak akan maju jika cara berpikir pemimpin dan ASN hanya bersifat normatif, hanya mengejar WTP atau tunjangan, tanpa dialektika pengabdian yang total,” ujarnya.

Dedi Mulyadi menyoroti bahwa Kabupaten Subang memiliki potensi besar dari sektor pertanian dan industri. Bahkan, wilayah ini telah didukung oleh berbagai infrastruktur seperti akses tol dan investasi industri otomotif.

Dedi menegaskan bahwa dirinya ingin menjadi pemimpin yang turun langsung ke lapangan dan menyelesaikan persoalan secara konkret.

“Saya ingin setiap hari menyelesaikan masalah, kenapa? Karena kami ingin mencapai kemajuan,” tegasnya.***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Seorang Ibu Ketahuan Selundupkan Sabu ke dalam Lapas Karawang, ‘Barang Haram’ Dikemas Kondom dan Dimasukan ke Kemaluan

KARAWANG - Petugas Lapas Karawang kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu yang dibawa oleh keluarga warga binaan, Sabtu (30/5/2026). Ironisnya, hal tersebut dilakukan oleh...

Kasusnya Asli Ditangani Polisi, Tapi Video Viral Klarifikasi Ibu Santriwati Ternyata Hanya Konten

KARAWANG - Terkait video viral klarifikasi seorang ibu dari santriwati yang menjelaskan anaknya hamil karena mimpi dan karunia Allah, ternyata video viral tersebut hanya...

Jangan Ada Calon Siswa Titipan, KPK Terbitkan SE Larangan Gratifikasi di SPMB

JAKARTA - KPK menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi dalam Penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)....

Viral Video Klarifikasi Ibu Santriwati di Pekalongan : ‘Anak Saya Hamil karena Mimpi dan Karunia Allah’

PEKALONGAN - Sebuah video viral memperlihatkan seorang ibu salah satu santriwati di Kabupaten Pekalongan yang menyebut jika kehamilan anaknya lantaran mimpi dan karunia Allah. Video...

Viral Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’, Golkar Karawang Justru Apresiasi Netizen

KARAWANG - Belakang ini media sosial khususnya Instagram dan Tiktok tengah viral lagu 'Mas Bahlil Ganteng' dengan tajuk 'My Little Bolu Ketan'. Menyikapi fenomena ketokohan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan