Minggu, September 20, 2026
spot_img

KDM : Subang dan Jabar Tidak akan Maju, Jika Cara Berpikir Pemimpinnya Normatif dan Hanya Mengejar WTP

SUBANG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi  melontarkan kritik terhadap Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Subang. Kritik tersebut disampaikan saat dirinya berpidato dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Subang, Senin (6/4/2026).

Dalam pidatonya, Dedi tidak hanya membahas sektor pariwisata, tetapi juga menyinggung identitas budaya, kebersihan lingkungan, hingga pola kerja aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai masih terlalu normatif.

Dedi Mulyadi mengawali pidatonya dengan menekankan pentingnya identitas budaya Sunda sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Ia menyebut bahwa budaya Sunda yang kerap dianggap mistis justru harus diposisikan sebagai jati diri.

Ia mencontohkan bagaimana negara-negara maju seperti Jepang, Korea, dan Amerika tetap berpegang pada nilai-nilai leluhur mereka dalam membangun peradaban.

Selain itu, Dedi juga menyoroti filosofi kebersihan sebagai salah satu kunci mendatangkan rezeki.

“Karena saya memahami rezeki selalu turun pada jalan yang lebar dan rezeki selalu turun pada pintu-pintu terbuka dan tempat-tempat yang bersih,” ujarnya.

Berita Lainnya  Singgung Soal 'Ideologi Politik', Kepala BGN Malah Salahkan Guru, Orang Tua Siswa, Wartawan hingga LSM yang 'Ngeramein' Keracunan MBG

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang baik serta lingkungan yang bersih akan menciptakan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi secara tegas menyampaikan bahwa pariwisata bukanlah tujuan utama pembangunan, melainkan efek dari lingkungan yang tertata dengan baik.

“Pariwisata bukan tujuan utama, melainkan efek dari lingkungan yang tertata, sungai yang jernih, dan jalan yang bersih.”

Ia bahkan menyindir bahwa promosi pariwisata tidak perlu dilakukan secara besar-besaran jika kondisi daerah sudah menarik.

“Jika daerah indah, masyarakat akan memviralkannya sendiri tanpa perlu promosi mahal dari dinas terkait, gak usah pakai Dinas Pariwisata,” ujar Dedi.

Menurutnya, promosi pariwisata seharusnya bisa terjadi secara organik melalui masyarakat dan para pengguna media sosial.

Apa Kritik Dedi terhadap Dispar Subang?

Berita Lainnya  Prabowo Geram dan Sindir Pakar : "Saking Pintarnya Jadi Goblok...!"

Dedi Mulyadi mengaku kecewa terhadap respons Dinas Pariwisata Kabupaten Subang yang dinilai kurang sigap dalam mendukung pengembangan kawasan wisata.

Ia mencontohkan pengelolaan Lembur Pakuan, kawasan kediamannya yang kini berkembang menjadi wisata edukasi.

“Saya mengurus Lembur Pakuan itu, beberapa kali minta Dinas Pariwisata Kabupaten Subang, kurang respons, padahal Gubernur yang minta, apalagi rakyat,” sentil Dedi.

Ia menilai dinas terkait seharusnya berperan aktif dalam memastikan kawasan wisata bebas dari berbagai gangguan, seperti parkir liar dan ketidaktertiban.

Apa Saja Sorotan terhadap Kinerja ASN?

Tidak hanya Dispar, Dedi juga menyinggung kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dinilai kurang responsif dalam menertibkan pelanggaran di lapangan. Ia bahkan mengaku harus turun langsung dengan menggerakkan aparat di tingkat bawah untuk menyelesaikan persoalan.

Menurut Dedi, kondisi ini mencerminkan pola kerja ASN yang masih bersifat prosedural dan kurang inisiatif. Ia pun menegaskan pentingnya perubahan pola pikir dalam birokrasi.

Berita Lainnya  KDM Nyatakan Tidak Ada Pelecehan di Kasus Wabup Sumedang dengan Sekprinya, Netizen Tak Percaya : "Ekspresi Tidak Bisa Berbohong"

“Subang dan Jawa Barat tidak akan maju jika cara berpikir pemimpin dan ASN hanya bersifat normatif, hanya mengejar WTP atau tunjangan, tanpa dialektika pengabdian yang total,” ujarnya.

Dedi Mulyadi menyoroti bahwa Kabupaten Subang memiliki potensi besar dari sektor pertanian dan industri. Bahkan, wilayah ini telah didukung oleh berbagai infrastruktur seperti akses tol dan investasi industri otomotif.

Dedi menegaskan bahwa dirinya ingin menjadi pemimpin yang turun langsung ke lapangan dan menyelesaikan persoalan secara konkret.

“Saya ingin setiap hari menyelesaikan masalah, kenapa? Karena kami ingin mencapai kemajuan,” tegasnya.***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Peras 21 Kepala Sekolah, Dua Staf Dinas Pendidikan Banyuasin Kena OTT di Hotel

Polda Sumatera Selatan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua staf Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin berinisial RB dan...

Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan 3 Siswi Magang dengan Modus Karaoke Bersama

SUKABUMI - Sekretaris Dinas Perhubungan (Sekdis) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP (54) ditetapkan jadi tersangka atas kasus tindak asusila terhadap tiga siswi magang. Aksi pencabulan...

Pria ini Dilaporkan ke Polisi Setelah Mengaku Bertemu dengan Allah dan Rasulullah

Seorang pria di Jember bernama Abdullah Arrosy dilaporkan ke Polres Jember pada Kamis, 17 September 2026, karena membuat konten TikTok yang mengaku pernah bertemu...

Video Call dan Julukan Lidah Saat Rapat, Sikap Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini Jadi Sorotan

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Moreno Soeprapto, viral di media sosial setelah tertangkap kamera melakukan video call dan menjulurkan lidah saat mengikuti rapat...

Prabowo : “Saya Bisa Diundang di Acara Tidak Terlalu Besar, Kalau Perlu Tidak Ada Wartawan”

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menghadiri berbagai agenda kegiatan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk ketika diundang Pondok Modern Darussalam Gontor. Pernyataan tersebut disampaikan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan