Senin, Mei 25, 2026
spot_img

Dugaan Korupsi Pengadaan Meubelair Rp 33 Miliar, Disdik Kota Bekasi Didemo

KOTA BEKASI – Sejumlah pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Front Pemuda Pembebasan Kota Bekasi kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) dan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Rabu (1/4/2026).

Massa aksi menduga adanya praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) di tubuh Dinas Pendidikan pada proyek pengadaan meubelair tahun anggaran 2025 yang disebut memiliki pagu anggaran fantastis senilai Rp33 milyar.

Dalam aksinya, massa menyoroti sejumlah kejanggalan dalam proses pengadaan tersebut. Diantaranya dugaan cacat administrasi, ketidaksesuaian spesifikasi barang, hingga indikasi monopoli oleh pihak ketiga yang diduga melibatkan oknum di lingkungan pemerintah daerah.

Berita Lainnya  Bentrok Bobotoh dengan The Jak Mania Terjadi di Sejumlah Titik di Karawang

Koordinator lapangan aksi, Hari, menyatakan bahwa demonstrasi ini dilakukan sebagai bentuk desakan kepada aparat penegak hukum agar segera mengusut tuntas kasus tersebut.

“Alasan kami aksi hari ini sangat jelas. Ada dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang mengakar dalam tubuh Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Dugaan ini kami nilai dilakukan secara terstruktur dan masif, melibatkan berbagai pihak mulai dari internal pemerintah hingga pihak ketiga,” ujar Hari.

Berita Lainnya  Demo Bupati Indramayu, Massa Lemparkan Puluhan Ular ke Aparat yang Berjaga

Ia juga menyayangkan dugaan penyimpangan tersebut terjadi di institusi yang seharusnya berperan dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat.

“Kami sangat menyayangkan Dinas Pendidikan yang seharusnya menjadi perpanjangan tangan untuk mencerdaskan anak-anak di Kota Bekasi justru dicederai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tambah Hari.

Massa aksi mendesak Kejaksaan Negeri Kota Bekasi untuk segera melakukan penelusuran dan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, serta menindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Berita Lainnya  Soal Inisiasi TPU Tanpa Diskriminasi, Pontas: 'Kita Kawal, Jangan Sampai Hanya Omon-omon'

Hingga aksi berlangsung, situasi di lokasi terpantau kondusif dengan pengawalan dari aparat kepolisian.***

Sumber : inijabar.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Tertipu WO yang Dikenal di Instagram, Pasangan Pengantin Viral ini Resmi Buat Laporan Polisi

JAKARTA - Pasangan pengantin Aldi (32) dan Feny (32) akhirnya resmi mempolisikan wedding organizer (WO) dan katering bernama Marwah Catering Service ke Mapolres Jakarta...

Relokasi Pasar Rengasdengklok Dinilai Gagal, Diduga Ada Pungli Rp 2 Juta kepada Pedagang yang Bertahan di Pasar Lama

KARAWANG - Relokasi pedagang Pasar Rengasdengklok ke Pasar Proklamasi dinilai gagal. Alih-alih menata kondisi pasar yang semrawut agar terlihat lebih rapih, program relokasi Pasar...

KDM Sebut Persib Klub Profesional Tanpa Campur Tangan Pemerintah, Janji Guyur Bonus Rp 1 Miliar dari Kantong Pribadi

BANDUNG - Sebagai pencetak rekor hattrick juara tiga kali berturut-turut, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyebut jika Persib Bandung merupakan klub sepak...

Hoaks Teror Pocong, Polisi Ungkap Hanya Cosplay Pengamen

JAKARTA - Polisi mengungkap sosok menyerupai pocong yang sempat meresahkan warga di kawasan Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Sosok pocong tersebut ternyata seorang pengamen yang...

KPK Pastikan akan Proses Dugaan Korupsi Pengadaan Mobil Ambulans Dinkes Kota Bekasi

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal menindaklanjuti laporan masyarakat, terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan mobil ambulans dan mobil jenazah,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan