Rabu, April 1, 2026
spot_img

Dugaan Korupsi Pengadaan Meubelair Rp 33 Miliar, Disdik Kota Bekasi Didemo

KOTA BEKASI – Sejumlah pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Front Pemuda Pembebasan Kota Bekasi kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) dan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Rabu (1/4/2026).

Massa aksi menduga adanya praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) di tubuh Dinas Pendidikan pada proyek pengadaan meubelair tahun anggaran 2025 yang disebut memiliki pagu anggaran fantastis senilai Rp33 milyar.

Dalam aksinya, massa menyoroti sejumlah kejanggalan dalam proses pengadaan tersebut. Diantaranya dugaan cacat administrasi, ketidaksesuaian spesifikasi barang, hingga indikasi monopoli oleh pihak ketiga yang diduga melibatkan oknum di lingkungan pemerintah daerah.

Berita Lainnya  Panic Buying, Warga Purwakarta Mengular Antre Isi BBM

Koordinator lapangan aksi, Hari, menyatakan bahwa demonstrasi ini dilakukan sebagai bentuk desakan kepada aparat penegak hukum agar segera mengusut tuntas kasus tersebut.

“Alasan kami aksi hari ini sangat jelas. Ada dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang mengakar dalam tubuh Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Dugaan ini kami nilai dilakukan secara terstruktur dan masif, melibatkan berbagai pihak mulai dari internal pemerintah hingga pihak ketiga,” ujar Hari.

Berita Lainnya  Momen Kanda Jiep Bahagiakan Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Mall

Ia juga menyayangkan dugaan penyimpangan tersebut terjadi di institusi yang seharusnya berperan dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat.

“Kami sangat menyayangkan Dinas Pendidikan yang seharusnya menjadi perpanjangan tangan untuk mencerdaskan anak-anak di Kota Bekasi justru dicederai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tambah Hari.

Massa aksi mendesak Kejaksaan Negeri Kota Bekasi untuk segera melakukan penelusuran dan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, serta menindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Berita Lainnya  Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras, Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas

Hingga aksi berlangsung, situasi di lokasi terpantau kondusif dengan pengawalan dari aparat kepolisian.***

Sumber : inijabar.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Polda Metro Jaya Tangkap Pengedar Uang Palsu di Bogor

BOGOR - Subdit II Ekbank Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap kasus pembuatan dan peredaran uang palsu pecahan Rp100 ribu di wilayah Bogor, Jawa Barat....

Suap Ijon Proyek Ade Kunang, KPK Geledah Rumah Ono Surono

BANDUNG - KPK menggeledah rumah politikus PDIP Ono Surono (ONS) di Bandung. Penggeledahan dilakukan berkaitan dengan penyidikan kasus suap ijon proyek yang menjerat Bupati...

Panic Buying, Warga Purwakarta Mengular Antre Isi BBM

PURWAKARTA - Kepanikan warga terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Purwakarta, Selasa (31/3/2026) malam. Antrean panjang kendaraan roda dua hingga roda...

Sering Terjadi Kriminalisasi Tenaga Pendidik, Kabupaten Bekasi Inisiasi Bentuk Perda Perlingungan Guru

BEKASI - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bekasi berharap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) segera disahkan menjadi...

Polemik Dugaan Pungli Layanan Parkir Berlangganan, Komisi II : ini Baru Wacana, Belum Realisasi

KARAWANG - Terkait dugaan pungutan liar (pungli) dengan modus diterapkannya kebijakan 'Layanan Parkir Berlangganan', Komisi II DPRD Karawang menyebut jika aturan retribusi parkir tersebut...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan