Sabtu, September 26, 2026
Google search engine

Dugaan Korupsi Pengadaan Meubelair Rp 33 Miliar, Disdik Kota Bekasi Didemo

KOTA BEKASI – Sejumlah pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Front Pemuda Pembebasan Kota Bekasi kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) dan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Rabu (1/4/2026).

Massa aksi menduga adanya praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) di tubuh Dinas Pendidikan pada proyek pengadaan meubelair tahun anggaran 2025 yang disebut memiliki pagu anggaran fantastis senilai Rp33 milyar.

Dalam aksinya, massa menyoroti sejumlah kejanggalan dalam proses pengadaan tersebut. Diantaranya dugaan cacat administrasi, ketidaksesuaian spesifikasi barang, hingga indikasi monopoli oleh pihak ketiga yang diduga melibatkan oknum di lingkungan pemerintah daerah.

Berita Lainnya  'Hareudang Fest', Ade Astrid Sukses Goyang Ribuan Warga Kota Pangkal Perjuangan

Koordinator lapangan aksi, Hari, menyatakan bahwa demonstrasi ini dilakukan sebagai bentuk desakan kepada aparat penegak hukum agar segera mengusut tuntas kasus tersebut.

“Alasan kami aksi hari ini sangat jelas. Ada dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang mengakar dalam tubuh Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Dugaan ini kami nilai dilakukan secara terstruktur dan masif, melibatkan berbagai pihak mulai dari internal pemerintah hingga pihak ketiga,” ujar Hari.

Berita Lainnya  Prabowo Percaya Diri Disegani Pimpinan Dunia : "Mungkin Mereka Takut Sama Saya"

Ia juga menyayangkan dugaan penyimpangan tersebut terjadi di institusi yang seharusnya berperan dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat.

“Kami sangat menyayangkan Dinas Pendidikan yang seharusnya menjadi perpanjangan tangan untuk mencerdaskan anak-anak di Kota Bekasi justru dicederai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tambah Hari.

Massa aksi mendesak Kejaksaan Negeri Kota Bekasi untuk segera melakukan penelusuran dan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, serta menindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Berita Lainnya  Setelah Aksi Tanam Pohon Pisang di Jalan Badami-Loji, Warga Karawang Selatan Demo Dedi Mulyadi

Hingga aksi berlangsung, situasi di lokasi terpantau kondusif dengan pengawalan dari aparat kepolisian.***

Sumber : inijabar.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bupati Gowa Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Pengurusan PBG

Penyidik Kortas Tipidkor Polri menetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan perizinan lainnya...

Pria Berbaju Hitam Mengejek Pendemo, Julurkan Lidah ke Massa Aksi Hari Tani di Bengkulu

Seorang pria berbaju hitam viral karena menjulurkan lidah ke arah massa aksi saat demonstrasi Hari Tani Nasional di depan Kantor Gubernur Bengkulu pada Kamis,...

Kamar Kos Aktivis Mahasiswa di Bekasi Dibakar Orang Tak Dikenal

Kamar kos milik Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Bina Insani, Trio Syah Putra Lase, di kawasan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, diduga dibakar oleh orang tak...

Viral Karyawan Minimarket Menangis Emosional Saat Memergoki 2 Emak-emak Mengambil Barang Tanpa Membayar

Pegawai Indomaret di OKU Selatan menangis emosional karena sering harus menombok atau mengganti barang yang hilang akibat pencurian saat memergoki dua emak-emak atau ibu-ibu...

Akibat Kepsek Tampar Siswa, Sejumlah Wali Murid dan Siswa Gelar Protes di SMPN 18 Kota Malang

Aksi protes oleh ratusan siswa dan wali murid terjadi di SMPN 18 Kota Malang pada Jumat, 25 September 2026 pagi. Aksi demonstrasi ini dipicu oleh...

Hukum

Bupati Gowa Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Pengurusan PBG

Penyidik Kortas Tipidkor Polri menetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan perizinan lainnya...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan