Jumat, November 6, 2026
Google search engine

Dedi Mulyadi Geram Lihat Gapura Kumuh Penuh Sampah dan Banyak PKL

SUBANG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), kembali menunjukkan aksi tegasnya saat memantau kondisi gapura perbatasan antara Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

KDM tampak meradang saat mendapati area ikonik tersebut kumuh akibat tumpukan sampah dan banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang tidak tertata.

Dalam sebuah unggahan di media sosial pribadinya pada Sabtu (28/3/2026), KDM tak dapat menyembunyikan kekesalannya kepada para pedagang yang berjualan tepat di area yang seharusnya bersih dan asri.

Berita Lainnya  Demo Sumpah Pemuda dan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Mahasiswa Saling Dorong dengan Aparat

“Atuh akang icalan didieumah kenging ngarapih-rapih teh awut-awutan deui. Akang mah raos wae, ngabalaan-ngabalaan we. Anu ngaberesan-ngaberesan, ngabalaan-ngabalaan,” (Atuh Akang jualan di sini, sudah dirapikan malah berantakan lagi. Akang mah enak saja, nyampah terus. Yang beresin terus beresin, yang nyampah ya nyampah terus),” ujar KDM dengan nada tinggi.

​Melihat kondisi yang semrawut, KDM tidak tinggal diam. Ia langsung menginstruksikan timnya untuk terjun guna mengangkut sampah-sampah yang berserakan dan menertibkan area di belakang gapura tersebut.

Berita Lainnya  Kyai Kampung Demo Desak KPK Segera Tangkap Nusron Wahid

Langkah ini diambil guna menjaga estetika wilayah perbatasan yang menjadi gerbang masuk antar-kabupaten.
​
​Sebelumnya, ia sempat dibuat geram oleh ulah pedagang yang membandel tetap berjualan meski telah menerima dana kompensasi sebesar Rp2.000.000.

​Kompensasi tersebut diberikan agar para pedagang berhenti berjualan sementara demi kelancaran lalu lintas dan kebersihan selama masa libur panjang.

Namun, pedagang tersebut berkilah tetap berjualan karena membutuhkan biaya tambahan untuk pengobatan suaminya.

Berita Lainnya  Terlihat Keren Saat Gelar Deklarasi Sumpah Pemuda Bareng Raffi Ahmad, Eh...! Ternyata Mahasiswa Bayaran

Tak hanya soal PKL, KDM juga memberikan ultimatum keras kepada para juru parkir (jukir) liar.

Ia menegaskan agar tidak ada oknum yang melakukan pungutan parkir secara ilegal di titik-titik milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.***

Sumber : kotasubang.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Roy Suryo Tertawa Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di Persidangan

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah S1 miliknya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menjadi saksi kasus fitnah ijazah palsu...

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan