Sabtu, April 4, 2026
spot_img

Dedi Mulyadi Geram Lihat Gapura Kumuh Penuh Sampah dan Banyak PKL

SUBANG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), kembali menunjukkan aksi tegasnya saat memantau kondisi gapura perbatasan antara Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

KDM tampak meradang saat mendapati area ikonik tersebut kumuh akibat tumpukan sampah dan banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang tidak tertata.

Dalam sebuah unggahan di media sosial pribadinya pada Sabtu (28/3/2026), KDM tak dapat menyembunyikan kekesalannya kepada para pedagang yang berjualan tepat di area yang seharusnya bersih dan asri.

Berita Lainnya  Bupati dan Kapolres Berangkatkan Mudik Gratis Purwakarta

“Atuh akang icalan didieumah kenging ngarapih-rapih teh awut-awutan deui. Akang mah raos wae, ngabalaan-ngabalaan we. Anu ngaberesan-ngaberesan, ngabalaan-ngabalaan,” (Atuh Akang jualan di sini, sudah dirapikan malah berantakan lagi. Akang mah enak saja, nyampah terus. Yang beresin terus beresin, yang nyampah ya nyampah terus),” ujar KDM dengan nada tinggi.

​Melihat kondisi yang semrawut, KDM tidak tinggal diam. Ia langsung menginstruksikan timnya untuk terjun guna mengangkut sampah-sampah yang berserakan dan menertibkan area di belakang gapura tersebut.

Berita Lainnya  Sudah Dilarang Dedi Mulyadi, Para Penyapu Koin Tetap Beraksi

Langkah ini diambil guna menjaga estetika wilayah perbatasan yang menjadi gerbang masuk antar-kabupaten.

​Sebelumnya, ia sempat dibuat geram oleh ulah pedagang yang membandel tetap berjualan meski telah menerima dana kompensasi sebesar Rp2.000.000.

​Kompensasi tersebut diberikan agar para pedagang berhenti berjualan sementara demi kelancaran lalu lintas dan kebersihan selama masa libur panjang.

Namun, pedagang tersebut berkilah tetap berjualan karena membutuhkan biaya tambahan untuk pengobatan suaminya.

Berita Lainnya  Ancam dan Peras PNS, Oknum Wartawan di Subang Ditetapkan Tersangka

Tak hanya soal PKL, KDM juga memberikan ultimatum keras kepada para juru parkir (jukir) liar.

Ia menegaskan agar tidak ada oknum yang melakukan pungutan parkir secara ilegal di titik-titik milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.***

Sumber : kotasubang.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Remaja Bekasi Tewas Tenggelam di Wisata Green Canyon Karawang

KARAWANG - Suasana ceria di aliran Sungai Ciomas, kawasan wisata Green Canyon, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, mendadak berubah mencekam pada Jumat siang, 3 April...

KPK Sita 250 Juta di Rumah Ono Surono, Kuasa Hukum : itu Uang Arisan Keluarga

BANDUNG - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penggeledahan terhadap dua rumah milik Ketua DPD PDIP Jawa Barat (Jabar) Ono Surono di Kabupaten...

Razman Nasution : Ada Bohir yang Biaya Kasus Ijazah Jokowi

JAKARTA - Ketua Umum Kami Jokowi - Gibran, Razman Nasution mengaku mendapatkan informasi adanya aliran dana Rp50 miliar agar isu ijazah palsu milik Mantan...

Amsal Sitepu Takut Jaksa Banding

JAKARTA - Rasa takut rupanya sempat menyelimuti videografer Amsal Christy Sitepu, meski dirinya sudah divonis bebas oleh majelis hakim dalam kasus mark-up proyek pembuatan...

Bupati Aep Pasang Badan Lindungi Guru yang Laporkan Kecurangan MBG

KARAWANG - Bupati Karawang, H.  Aep Syaepuloh mengaku siap pasang badan bagi setiap guru yang melaporkan dugaan kecurangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, besarnya...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan