Selasa, Agustus 4, 2026
spot_img

Dedi Mulyadi Geram Lihat Gapura Kumuh Penuh Sampah dan Banyak PKL

SUBANG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), kembali menunjukkan aksi tegasnya saat memantau kondisi gapura perbatasan antara Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

KDM tampak meradang saat mendapati area ikonik tersebut kumuh akibat tumpukan sampah dan banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang tidak tertata.

Dalam sebuah unggahan di media sosial pribadinya pada Sabtu (28/3/2026), KDM tak dapat menyembunyikan kekesalannya kepada para pedagang yang berjualan tepat di area yang seharusnya bersih dan asri.

Berita Lainnya  19 Orang Diamankan, KPK OTT Bupati Lombok Barat

“Atuh akang icalan didieumah kenging ngarapih-rapih teh awut-awutan deui. Akang mah raos wae, ngabalaan-ngabalaan we. Anu ngaberesan-ngaberesan, ngabalaan-ngabalaan,” (Atuh Akang jualan di sini, sudah dirapikan malah berantakan lagi. Akang mah enak saja, nyampah terus. Yang beresin terus beresin, yang nyampah ya nyampah terus),” ujar KDM dengan nada tinggi.

​Melihat kondisi yang semrawut, KDM tidak tinggal diam. Ia langsung menginstruksikan timnya untuk terjun guna mengangkut sampah-sampah yang berserakan dan menertibkan area di belakang gapura tersebut.

Berita Lainnya  Polisi Tetapkan 7 Tersangka dalam Kasus Bentrokan di Tambak - Jakpus

Langkah ini diambil guna menjaga estetika wilayah perbatasan yang menjadi gerbang masuk antar-kabupaten.

​Sebelumnya, ia sempat dibuat geram oleh ulah pedagang yang membandel tetap berjualan meski telah menerima dana kompensasi sebesar Rp2.000.000.

​Kompensasi tersebut diberikan agar para pedagang berhenti berjualan sementara demi kelancaran lalu lintas dan kebersihan selama masa libur panjang.

Namun, pedagang tersebut berkilah tetap berjualan karena membutuhkan biaya tambahan untuk pengobatan suaminya.

Berita Lainnya  Viral Video Siswa Buang MBG ke Gerobak Pasir, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Tak hanya soal PKL, KDM juga memberikan ultimatum keras kepada para juru parkir (jukir) liar.

Ia menegaskan agar tidak ada oknum yang melakukan pungutan parkir secara ilegal di titik-titik milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.***

Sumber : kotasubang.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

JAKARTA - Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah...

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

707 Siswa dan Guru di SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf

SEMARANG - Sebanyak 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Yaitu dimana 693...

KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

BANDUNG - Setelah membuka sayembara memburu dan menangkap para pelaku begal untuk diserahkan ke pihak kepolisian dalam kondisi hidup, kini Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan