Jumat, Oktober 23, 2026
Google search engine

Peristiwa ‘Sahur Berdarah’, Diduga Dirampok : Ayah Tewas dan Ibu Kritis

KOTA BEKASI – Diduga menjadi korban perampokan, peristiwa ‘sahur berdarah’ terjadi di Perumahan Prima Lingkar Asri, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, pada Senin (2/3/2026).

Seorang suami berinisial EU (65) ditemukan tewas bersimbah darah. Sementara istrinya PW (60) ditemukan dalam kondisi kritis.

Peristiwa ini diketahui saat anak perempuan korban berinisial DNA terbangun saat waktu sahur. Biasanya DNA dibangunkan ibunya sekitar pukul 03.00 WIB. Namun, pagi itu tak ada yang mengetuk pintu kamarnya.

Alarm berbunyi sekitar pukul 04.15 WIB. DNA terkejut karena waktu imsak sudah dekat. Tak seperti biasa sang ibu membangunkannya untuk makan sahur.

Berita Lainnya  Dikonfirmasi Persoalan Sewa Alat Berat, Kadis DLH Bekasi Lecehkan Wartawan : "Kau Jelek, Bau Sekali Badanmu"

DNA kemudian turun ke lantai bawah untuk membangunkan ibunya. Saat ia memanggil tidak ada jawaba, yang terdengar hanya suara seperti orang suara mendengkur.

Merasa ada yang tidak beres, DNA panik dan mencoba meminta pertolongan. “Anak korban kaget, panik, kemudian meminta tolong ke warga tapi enggak ada siapa-siapa di sini. Sehingga korban menghubungi keluarganya,” tutur Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal.

Ditemukan bersimbah darah

Tak lama kemudian, keluarga datang. Karena pintu sulit diakses, kaca jendela dibuka secara paksa agar bisa masuk. Di situ terlihat korban sudah tergeletak kedua-duanya.

Berita Lainnya  MK Tolak Gugatan Keabsahan Syarat Pendidikan Wapres Gibran

EU ditemukan di atas kasur dengan kondisi bersimbah darah. Sementara PW tergeletak di lantai kamar. Korban EU dinyatakan meninggal dunia di lokasi. PW yang kritis langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif.

Dari hasil pemeriksaan awal, kedua korban mengalami luka akibat benda tumpul di bagian belakang kepala.

“Untuk saat ini sementara dari dokter rumah sakit, pukulan benda tumpul di belakang kepala,” ujar Andi.

Polisi juga mencatat sejumlah barang yang diduga hilang. Diantaranya gelang emas dan kunci mobil milik korban.

Jenazah EU telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk visum dan autopsi. Sementara PW dirawat intensif di Rumah Sakit Primaya.

Berita Lainnya  Taklukan TC Viettel 1- 0, Maung Bandung Bertengger di Puncak Klasemen Grup E

Kini rumah dua lantai bercat putih itu dipasangi garis polisi. Petugas dari Polsek Pondok Gede dan Polres Metro Bekasi Kota melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi.

Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk motif dan dugaan pelaku. Garis polisi yang sempat terpasang sudah dilepas, namun penyelidikan terus berjalan.***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Pakai Bahasa Jawa, Anggota Parlemen Malaysia Desak Prabowo Segera Tangani Karhutla

JAKARTA - Anggota parlemen Malaysia, Kalam Salan, menyampaikan pesan kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam Bahasa Jawa. Dalam pesan tersebut, dia mendesak penanganan kebakaran hutan...

Korupsi Tunjangan DPRD, Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu

INDRAMAYU - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat resmi menahan Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Syaefudin diduga melakukan korupsi tunjangan perumahan dan...

Rocky Gerung : ‎“Semua Pemain Bola Bagus dari Afrika karena MBG”

JAKARTA - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung, menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak semestinya dibatalkan pemerintah. Ia menilai pemenuhan gizi anak...

KPK Bantah Video Penangkapan Nusron Wahid, Upaya Jemput Paksa Masih Dipertimbangkan

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah unggahan video yang memperlihatkan penangkapan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid oleh penyidik. Dalam sebuah video yang diunggah akun infociseeng.id...

Polisi Imbau Masyarakat Tidak Berspekulasi, GCI Desak Hasil Uji Forensik Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang Dibuka ke Publik

KARAWANG - Polresta Karawang menyatakan penyebab kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang pada 14 Oktober 2026 masih dalam penyelidikan. Polisi melalui Kasi Humas IPDA Muh Asim...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan