Minggu, April 19, 2026
spot_img

Viral Video PMI Asal Karawang Disekap di Libya Minta Tolong ke KDM

KARAWANG – Video memilukan yang memperlihatkan lima orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) diduga menjadi korban penyekapan di Libya, viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, dua diantaranya yang diduga berasal dari Karawang, Jawa Barat, memohon bantuan langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar segera dipulangkan.

Kelima PMI tersebut tampak berbicara dengan kondisi lemas. Mereka mengaku menjadi korban penipuan oknum penyalur tenaga kerja.

Awalnya, mereka dijanjikan akan dipekerjakan secara resmi di Turki. Namun, kenyataannya mereka justru dibawa ke Libya tanpa kejelasan pekerjaan dan dokumen resmi.

Selama di Libya, para PMI mengaku mengalami nasib tragis. Mereka dikurung di sebuah lokasi dan dilarang berkomunikasi secara bebas dan mengalami tindak kekerasan fisik maupun verbal.

Berita Lainnya  Jalan ke Masjid Mau Salat Subuh, Lansia Stroke Disiram Air Keras oleh OTK

Selain itu, kelima PMI tidak diberikan pekerjaan yang dijanjikan dan tidak menerima gaji sepeser pun.

“Kami takut dan tertekan di sini. Tolong kami Pak Gubernur Dedi Mulyadi, kami ingin pulang ke Indonesia,” ujar salah satu PMI dalam video tersebut dengan nada bergetar.

Menanggapi video viral tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang mengaku sedang menelusuri identitas PMI asal Karawang tersebut. Namun, ketiadaan data lengkap menjadi kendala utama.

Berita Lainnya  Panic Buying, Warga Purwakarta Mengular Antre Isi BBM

Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Karawang, Idin Junaedi, mengatakan, belum bisa memastikan identitas kedua PMI yang mengaku warga Karawang tersebut karena tidak adanya nama terang, alamat jelas, maupun dokumen pendukung lainnya.

“Ketiadaan informasi detail menyulitkan kami melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri maupun KBRI. Kami mengimbau warga Karawang yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri seperti di video untuk segera melapor,” kata Idin Junaedi, Jumat (27/2/2026).

Laporan dari pihak keluarga dinilai sangat krusial untuk mempercepat proses verifikasi data. Hal ini juga menjadi pintu masuk bagi kepolisian untuk mengusut dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap oknum penyalur non-prosedural.

Berita Lainnya  Kebakaran SPBE di Cimuning - Bekasi, Korban Luka Bakar hingga 17 Orang

Pemerintah daerah menegaskan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian terkait guna memastikan keselamatan para PMI serta mengupayakan proses pemulangan secepat mungkin.

Kasus ini kembali menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur iming-iming bekerja di luar negeri secara ilegal (non-prosedural).***

Sumber : iNews Karawang

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kang Ais Laporkan Dugaan Ijon Pokir Dewan ke Kejati Jabar?

KARAWANG - Salah seorang tokoh pergerakan Asep Irawan Syafei M.Si dikabarkan telah melaporkan dugaan ijon pokir Anggota DPRD Karawang ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa...

Sultan Kemnaker Bersiap Jadi Saksi Mahkota, Noel Minta ‘Tak Saling Serang’

JAKARTA - Pejabat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berjuluk Sultan Kemnaker mau menjadi saksi mahkota mengungkap kasus Immanuel Ebenezer (Noel), namun Noel minta tak saling serang. Sosok...

BGN Hamburkan Rp 1,5 Miliar untuk Beli Sikat dan Semir Sepatu

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) tercatat melakukan pengadaan barang berupa sikat dan semir sepatu menggunakan anggaran tahun 2025. Pengadaan barang ini dipublikasikan dalam...

Transformasi Kepemimpinan Tokoh Muda di Parpol Karawang, Apakah Partai Golkar akan Menyusul?

FAKTA politik menunjukan terjadinya transformasi kepemimpinan tokoh muda yang mendominasi peta perpolitikan di Kabupaten Karawang - Jawa Barat. Mereka-para tokoh muda bukan hanya sekedar mengisi...

46 Warga Karawang Keracunan MBG, Mayoritas Balita dan Ibu Menyusui

KARAWANG - Sebanyak 46 warga Desa Cariumulya, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Mayoritas dari mereka adalah balita...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan