Kamis, Mei 7, 2026
spot_img

Cegah Banjir di Pondok Gede, Pemkot Bekasi Anggarkan Rp 20 Miliar

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengalokasikan anggaran hampir Rp20 miliar pada tahun ini untuk upaya pencegahan banjir, khususnya di wilayah rawan genangan seperti Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede.

Wali Kota BekasiTri Adhianto, mengatakan anggaran tersebut akan difokuskan pada proyek sodetan saluran air di Jalan Raya Jatiwaringin.

Air dari kawasan tersebut nantinya akan dialirkan ke Kali Cakung dan Kali Sunter guna mengurangi potensi banjir.

“Untuk Jatiwaringin, kami mengalokasikan anggaran hampir Rp20 miliar tahun ini. Anggaran itu digunakan untuk menyodet saluran di Jalan Raya Jatiwaringin agar air bisa dibuang ke Kali Cakung dan Kali Sunter,” ujar Tri, Sabtu (17/1/2026).

Tri menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan Pemkot Bekasi dalam menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi pada Januari 2026.

Berita Lainnya  Masalah Parkir Merembet ke Pokir, Gaya Komunikasi Pimpinan DPRD Karawang Buruk!

Menurutnya, seluruh sumber daya Pemkot Bekasi terus digerakkan hampir setiap hari, termasuk pada akhir pekan, untuk meminimalisasi potensi terjadinya banjir.

“Persiapan dilakukan hampir setiap hari, termasuk Jumat, Sabtu, dan Minggu. Kami menggerakkan seluruh personel dan sumber daya yang kami miliki,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemkot Bekasi saat ini memiliki sejumlah tim khusus, seperti pasukan katak yang bertugas membersihkan sungai serta pasukan pematusan yang fokus mengangkat sampah di saluran air dan selokan.

Selain itu, Tri juga mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui kegiatan kerja bakti di lingkungan masing-masing. Ia menegaskan peran RT dan RW terus dimotivasi untuk menjaga kebersihan saluran air.

“RT dan RW kami dorong terus. Saya monitor setiap Sabtu dan Minggu harus ada kerja bakti. Yang paling utama, masyarakat juga memilah sampah agar tidak dibuang ke saluran,” tuturnya.

Berita Lainnya  Mengenal Sosok Jumhur Hidayat, Dari Aktivis Buruh hingga Menteri Lingkungan Hidup

Kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pun terus dioptimalkan, mengingat persoalan sampah masih menjadi tantangan, terutama di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang rawan longsor saat musim hujan.

“Sempat ada laporan sampah di Pasar Pondok Gede belum terangkut semalam, namun pagi ini sudah bersih,” ucap Tri.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan persoalan lingkungan melalui kanal pengaduan yang tersedia, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga organisasi perangkat daerah (OPD).

“Kalau belum tertangani, bisa langsung lapor ke wali kota agar ada treatment dan percepatan penanganan,” imbaunya.

Berita Lainnya  Ketua DPRD Magetan Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pokir, Beranikah Kejari Karawang Ungkap Kasus yang Sama?

Selain proyek sodetan, Pemkot Bekasi juga berencana memperbanyak pembangunan polder dan sumur resapan, terutama di wilayah yang aliran airnya sudah tidak memungkinkan.

Jumlah tim pembangunan sumur resapan pun ditambah dari dua menjadi tiga tim pada tahun ini karena dinilai efektif dalam mengurangi genangan air.

“Kami bangun sumur resapan dengan kedalaman hingga 40 meter. Semua titiknya sudah kami petakan,” pungkasnya. (M37)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Tri Adhianto Anggarkan Rp20 Miliar untuk Cegah Banjir di Wilayah Rawan Bekasi, https://wartakota.tribunnews.com/bekasi/879626/tri-adhianto-anggarkan-rp20-miliar-untuk-cegah-banjir-di-wilayah-rawan-bekasi.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Budi Sam Law Malau

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Modus Proyek Nasi Kotak Fiktif, Oknum ASN Kesbangpol Subang Ditetapkan Tersangka

SUBANG - Oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Subang berinisial MR (56) ditangkap polisi setelah melakukan penipuan proyek fiktif terhadap warga Jakarta. MR, pria yang...

Kakek Bejat di Subang Cabuli 4 Cucu Tiri Sejak Tahun 2012

SUBANG - HT (66), seorang kakek di Kabupaten Subang - Jawa Barat terpaksa diringkus polisi, karena diduga melakukan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap...

Ade Armando, Abu Janda hingga Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim

JAKARTA - Aliansi gabungan 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam melaporkan Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Grace Natalie ke Bareskrim Polri. Laporan itu...

Ramai Sepatu Rp 700 Ribu untuk Sekolah Rakyat, Gus Ipul: ‘Sudah Melalui Prosedur…’

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pengadaan sepatu Rp 700 ribu untuk sekolah rakyat telah melalui prosedur yang sesuai....

Ashari, Pelaku Kekerasan Seksual Puluhan Santriwati Ngaku Wali dan Keturunan Nabi

KASUS dugaan kekerasan seksual terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah. Pengacara korban, Ali Yusron, mengatakan setidaknya ada 50 santriwati yang diduga...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan