Jumat, September 25, 2026
Google search engine

Cegah Banjir di Pondok Gede, Pemkot Bekasi Anggarkan Rp 20 Miliar

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengalokasikan anggaran hampir Rp20 miliar pada tahun ini untuk upaya pencegahan banjir, khususnya di wilayah rawan genangan seperti Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan anggaran tersebut akan difokuskan pada proyek sodetan saluran air di Jalan Raya Jatiwaringin.

Air dari kawasan tersebut nantinya akan dialirkan ke Kali Cakung dan Kali Sunter guna mengurangi potensi banjir.

“Untuk Jatiwaringin, kami mengalokasikan anggaran hampir Rp20 miliar tahun ini. Anggaran itu digunakan untuk menyodet saluran di Jalan Raya Jatiwaringin agar air bisa dibuang ke Kali Cakung dan Kali Sunter,” ujar Tri, Sabtu (17/1/2026).

Tri menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan Pemkot Bekasi dalam menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi pada Januari 2026.

Berita Lainnya  Mantan Bupati Bekasi Divonis 6 Tahun Penjara, Bayar Rp 10,4 Miliar, Hak Politik Dicabut 10 Tahun

Menurutnya, seluruh sumber daya Pemkot Bekasi terus digerakkan hampir setiap hari, termasuk pada akhir pekan, untuk meminimalisasi potensi terjadinya banjir.

“Persiapan dilakukan hampir setiap hari, termasuk Jumat, Sabtu, dan Minggu. Kami menggerakkan seluruh personel dan sumber daya yang kami miliki,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemkot Bekasi saat ini memiliki sejumlah tim khusus, seperti pasukan katak yang bertugas membersihkan sungai serta pasukan pematusan yang fokus mengangkat sampah di saluran air dan selokan.

Selain itu, Tri juga mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui kegiatan kerja bakti di lingkungan masing-masing. Ia menegaskan peran RT dan RW terus dimotivasi untuk menjaga kebersihan saluran air.

“RT dan RW kami dorong terus. Saya monitor setiap Sabtu dan Minggu harus ada kerja bakti. Yang paling utama, masyarakat juga memilah sampah agar tidak dibuang ke saluran,” tuturnya.

Berita Lainnya  'Hareudang Fest', Ade Astrid Sukses Goyang Ribuan Warga Kota Pangkal Perjuangan

Kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pun terus dioptimalkan, mengingat persoalan sampah masih menjadi tantangan, terutama di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang rawan longsor saat musim hujan.

“Sempat ada laporan sampah di Pasar Pondok Gede belum terangkut semalam, namun pagi ini sudah bersih,” ucap Tri.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan persoalan lingkungan melalui kanal pengaduan yang tersedia, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga organisasi perangkat daerah (OPD).

“Kalau belum tertangani, bisa langsung lapor ke wali kota agar ada treatment dan percepatan penanganan,” imbaunya.

Berita Lainnya  Ustaz Das'ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : "Penjilat Luar Biasa itu"

Selain proyek sodetan, Pemkot Bekasi juga berencana memperbanyak pembangunan polder dan sumur resapan, terutama di wilayah yang aliran airnya sudah tidak memungkinkan.

Jumlah tim pembangunan sumur resapan pun ditambah dari dua menjadi tiga tim pada tahun ini karena dinilai efektif dalam mengurangi genangan air.

“Kami bangun sumur resapan dengan kedalaman hingga 40 meter. Semua titiknya sudah kami petakan,” pungkasnya. (M37)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Tri Adhianto Anggarkan Rp20 Miliar untuk Cegah Banjir di Wilayah Rawan Bekasi, https://wartakota.tribunnews.com/bekasi/879626/tri-adhianto-anggarkan-rp20-miliar-untuk-cegah-banjir-di-wilayah-rawan-bekasi.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Budi Sam Law Malau

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan