Senin, Mei 11, 2026
spot_img

Video Monolog Gibran Kirim Pesan Bahwa Wapres Bukan Sekedar Ban Serep

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menuai perhatian karena video monolog yang membahas mengenai generasi muda dan bonus demografi.

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro berpandangan bahwa melalui video tersebut, Gibran memiliki pesan bahwa keberadaannya bukan sekadar cadangan.

Melainkan, tetap bekerja menanggapi sejumlah isu kekinian terutama yang menyangkut anak muda.

“Monolog Mas Gibran ini ingin mengirimkan pesan kepada publik bahwa wapres bukan sekadar ‘ban serep’ karena tetap aktual serta relevan merespon beragam situasi kekinian,” kata Agung Baskoro kepada Kompas.com, Rabu (23/4/2025).

Meskipun, akhirnya video monolog yang diunggah pada 20 April 2024 tersebut lebih banyak mendapat dislike hingga Rabu (23/4/2025) hari ini.

“Secara substantif, video Mas Gibran sesungguhnya positif. Karena mengingatkan soal bonus demografi yang sekarang kita nikmati. Apalagi diafirmasi dengan kesuksesan film Jumbo dan Timnas U-17,” ujar Agung.

Berita Lainnya  Demo Bupati Indramayu, Massa Lemparkan Puluhan Ular ke Aparat yang Berjaga

Menurut Agung, respons negatif diberikan karena menganggap video tersebut tidak relevan. Sebab, publik ingin bukti nyata dari kerja Gibran sebagai Wapres.

“Monolog tersebut dianggap publik tak relevan, menimbang dua hal. Pertama, saat ini Mas Gibran adalah Wapres sehingga perlu menunjukkan kiprahnya secara nyata dan konsisten untuk mengoptimalkan bonus demografi tersebut,” katanya.

“Jangan sampai, sebatas wacana atau narasi yang tumpul. Karena selama enam bulan ini, belum tampak gebrakan dari Mas Wapres,” ujar Agung melanjutkan.

Kedua, dia mengatakan, respons negatif tidak terlepas dari residu Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memuluskan jalan Gibran maju sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Berita Lainnya  Pengeroyokan Bobotoh di Purwakarta, Polisi Amankan 14 Terduga Pelaku

Kemudian, beberapa masalah lainnya yang terkait dengan keluarga Gibran. Salah satunya, terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI yang juga ayah dari Gibran, Joko Widodo (Jokowi).

“Sukar untuk tidak mengaitkan ketidaksukaan sebagian publik ini dengan ekses Pilpres 2024 yang menyeret soal masalah etik Mas Wapres di MK,” kata Agung.

“Residu-residu pilpres ini hanya salah satunya, di tengah beragam problem lain yang masih mengitari keluarga Solo secara intensif mulai terkait “Geng Medan’, terkait Hasto, soal ijazah, hingga esemka,” ujarnya lagi.

Sebagaimana diketahui, dalam video monolog yang diunggah di kanal YouTube Gibran Rakabuming, Gibran mengatakan bahwa Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada 2030-2045.

Berita Lainnya  Pertama di Indonesia, Kabupaten Bekasi Bentuk Satgas Perlindungan Guru

Pada kurun waktu tersebut, menurut dia, terdapat 208 juta penduduk Indonesia yang berada di usia produktif. Oleh karena itu, Gibran menyebut bahwa itu adalah momentum bersejarah dan hanya terjadi satu kali.

“Sebuah kondisi yang terjadi dalam sejarah peradaban sebuah bangsa. Kesempatan ini tidak akan terulang di mana sekitar 208 juta penduduk kita akan berada di usia produktif,” kata Gibran.

Namun sayangnya, hingga Rabu (23/4/2025) pukul 13.35 WIB, video monolog Gibran itu mendapatkan dislike 108.157 kali dan telah ditonton sebanyak 867.319 kali.

Sumber : Kompas

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bentrok Bobotoh dengan The Jak Mania Terjadi di Sejumlah Titik di Karawang

KARAWANG - Bentrokan antara Bobotoh dengan The Jak Mania terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Karawang, usai kegiatan nonton bareng (Nobar) Persib Bandung melawan...

Pelaku Penadah HP Curian di Bekasi Pakai Aluminum Foil buat Tangkal Sinyal

JAKARTA - Polisi menangkap tiga orang penadah handphone curian di Bekasi Timur. Para tersangka menggunakan aluminum foil untuk mengacak sinyal pendeteksi handphone. Kanit Reskrim Polsek...

252 Siswa di Jakarta Timur Keracunan MBG

JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat sebanyak 252 siswa mengalami gejala diduga keracunan makanan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di...

Makam Dibongkar, Polisi Selidiki Kasus Bayi Tewas Tak Wajar di Karawang

KARAWANG - Diduga mengalami kematian tak wajar, pihak kepolisian akhirnya melakukan ekshumasi atau proses pembongkaran makam seorang bayi laki-laki berinisial TP (1,5), asal Desa...

Demo Bupati Indramayu, Massa Lemparkan Puluhan Ular ke Aparat yang Berjaga

INDRAMAYU – Suasana di depan Pendopo Kabupaten Indramayu mendadak riuh saat puluhan ekor ular meluncur ke arah barisan penjagaan aparat keamanan. Aksi tak lazim...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan