SUBANG – Di tengah suasana Bulan Suci Ramadan, semangat gotong-royong antara TNI, dan warga Kampung Kepuh Desa Sukahurip Kecamatan Cijambe Kabupaten Subang, tetap menyala. Meski dalam kondisi berpuasa, proses pembangunan Jembatan Gantung Garuda terus dikerjakan secara bertahap di bantaran sungai.
Tampak Babinsa bersama masyarakat bahu-membahu menyelesaikan tahap perakitan rangka besi, dan penguatan pondasi. Struktur utama jembatan mulai terbentuk, meskipun saat ini belum sepenuhnya terhubung.
Aktivitas pengerjaan dilakukan dengan penuh kehati-hatian, demi memastikan konstruksi yang kokoh dan aman digunakan nantinya.
Komandan Kodim 0605/Subang Letkol (Czi) Asep Saepudin, melalui Danramil 0512/Cijambe Lettu (Inf) Wartono menyampaikan, bahwa Ramadan tidak menjadi hambatan dalam upaya percepatan pembangunan.
“Justru di bulan penuh berkah ini, semangat kebersamaan semakin terasa. Anggota dan warga tetap bekerja dengan penuh tanggung jawab, agar jembatan ini segera bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Kapten Wartono, Jumat (27/2/2026).
Ia menambahkan, pembangunan jembatan sepanjang 50 meter dan lebar 1,2 meter ini, menjadi akses vital penghubung Kampung Kepuh menuju pusat desa, terutama untuk mendukung mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.
Dengan adanya jembatan gantung nanti, tak hanya mempermudah dan mempercepat akses transportasi, tetapi juga dapat meningkatkan tarap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan adanya jembatan gantung itu nanti, masyarakat Kepuh Desa Sukahurip, sangat terbantu, mulai dari kelancaran akses jalan, memperlancar hasil pertanian,” tegasnya.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, diharapkan pembangunan Jembatan Gantung Garuda dapat segera rampung dan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat Desa Sukahurip.
Salah satu warga Maman (52) yang turut membantu pengerjaan mengaku bangga bisa terlibat langsung dalam pembangunan tersebut. Karena menurutnya, pembangunan jembatan gantung ini, manfaatnya juga akan dirasakan masyarakat.
“Walaupun sedang puasa, kami tetap semangat. Ini untuk kepentingan bersama, supaya nanti akses lebih mudah, dan tidak perlu memutar jauh,” ungkap Maman.***
Sumber : rri.co.id









