Selasa, Agustus 4, 2026
spot_img

Sempat Melonjak, Harga Cabai di Pasar Induk Cibitung Mulai Stabil

BEKASI – Staf Operasional Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) UPTD Pasar Induk Cibitung dan Sukatani, Abdul Rahman, menyampaikan bahwa dalam kurun waktu hampir satu bulan terakhir harga cabai merah mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan periode sebelum Ramadan, bahkan sempat mencapai angka tertinggi akibat lonjakan permintaan dan keterbatasan pasokan dari daerah sentra produksi.

“Memang untuk harga cabai merah sudah hampir satu bulan ini mengalami kenaikan dari sebelumnya di kisaran Rp30 ribu sampai Rp35 ribu per kilogram, lalu melonjak hingga sempat menyentuh Rp90 ribu per kilogram di pasar,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam dua hari terakhir harga cabai merah mulai menunjukkan tren penurunan meskipun masih berada di atas harga normal sebelum Ramadan, seiring mulai lancarnya distribusi dan bertambahnya pasokan dari daerah penghasil.

“Kemarin harganya sempat di angka Rp80 ribu, Rp95 ribu bahkan Rp90 ribu untuk yang kualitas roket merah, tapi sekarang sudah turun lagi dan berada di kisaran Rp70 ribuan per kilogram,” katanya.

Berita Lainnya  Nobar Piala Dunia di Karawang Bantu Omset UMKM hingga Rp1,2 Miliar

Menurutnya, cabai keriting tidak mengalami lonjakan setinggi cabai merah, meskipun tetap terjadi kenaikan pada kualitas tertentu, terutama jenis super yang banyak diminati pedagang dan konsumen selama Ramadan.

“Kalau cabai keriting relatif lebih standar, sempat naik juga tapi tidak setinggi cabai merah, untuk yang kualitas super bisa sampai Rp40 ribu dan sekarang sudah mulai turun kembali,” jelasnya.

Selain cabai, Abdul Rahman menyebut bawang merah juga sempat mengalami kenaikan harga beberapa hari setelah memasuki Ramadan, karena meningkatnya kebutuhan rumah tangga serta pelaku usaha kuliner yang menyebabkan permintaan bertambah signifikan.

“Awal Ramadan bawang merah di kisaran Rp24 ribu per kilogram, lalu setelah dua sampai tiga hari puasa naik hingga menyentuh Rp30 ribuan, dan sekarang sudah mulai ada penurunan karena pasokan kembali normal,” ungkapnya.

Ia menerangkan bahwa pasokan bawang merah saat ini berasal dari sejumlah daerah sentra produksi seperti Brebes dan Madura, sehingga ketika distribusi berjalan lancar harga di tingkat pasar induk maupun pengecer dapat lebih terkendali.

Berita Lainnya  Puluhan Driver GOKAR Ikuti Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan

“Pasokan bawang itu dari Brebes dan Madura, jadi ketika kiriman lancar dan cuaca mendukung, harga di pasar juga bisa lebih stabil dan tidak terlalu tinggi seperti di awal puasa,” tuturnya.

Terkait komoditas sayuran lain seperti kol, ia menyampaikan bahwa harga di tingkat bandar berada di kisaran Rp6 ribu per kilogram, sementara di tingkat pengecer bisa mencapai Rp9 ribu hingga Rp10 ribu tergantung biaya distribusi dan margin pedagang.

“Kalau kol dari bandar sekitar Rp6 ribuan, nanti di pengecer bisa Rp9 ribu atau Rp10 ribu karena ada biaya angkut dan keuntungan pedagang,” katanya.

Ia menilai faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama fluktuasi harga, terutama untuk komoditas yang ditanam di wilayah pegunungan, karena intensitas hujan dapat memengaruhi hasil panen dan kualitas produksi.

“Kalau cuaca sering hujan di daerah pegunungan, hasil panen berkurang dan kualitasnya menurun sehingga harga di pasar ikut terdorong naik karena barang yang bagus jumlahnya terbatas,” jelasnya.

Berita Lainnya  Pertama di Indonesia, Pabrik Alat Berat Ramah Lingkungan Dibangun di Karawang

Secara umum, ia memastikan bahwa pasokan barang kebutuhan pokok di Pasar Induk Cibitung dan Sukatani dalam kondisi tersedia dan tidak terjadi kelangkaan, meskipun harga beberapa komoditas masih bergerak fluktuatif mengikuti mekanisme pasar selama Ramadan.
“Alhamdulillah untuk pasokan barang secara umum aman dan tersedia, hanya memang harga yang masih fluktuatif tergantung permintaan dan kondisi distribusi dari daerah penghasil,” ujarnya.

Ia juga memprediksi bahwa menjelang Idulfitri harga berpotensi kembali mengalami penyesuaian, terutama jika kondisi cuaca membaik dan arus distribusi dari daerah sentra produksi berjalan tanpa hambatan berarti.

“Insya Allah kalau cuaca terus membaik dan pasokan lancar, kemungkinan menjelang Idulfitri ada penurunan harga lagi sehingga masyarakat bisa berbelanja dengan harga yang lebih terjangkau,” pungkasnya.***

Sumber : bekasikab.go.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

JAKARTA - Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah...

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

707 Siswa dan Guru di SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf

SEMARANG - Sebanyak 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Yaitu dimana 693...

KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

BANDUNG - Setelah membuka sayembara memburu dan menangkap para pelaku begal untuk diserahkan ke pihak kepolisian dalam kondisi hidup, kini Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan