Selasa, Agustus 4, 2026
spot_img

Natalius Pigai Tantang Guru Besar UGM Debat Soal HAM Live di TV

JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menantang Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGMProf. Dr. Zainal Arifin Mochtar atau yang kerap disapa Uceng untuk debat terbuka soal isu HAM di Indonesia secara live di TV Nasional.

Tantangan ini muncul dari pertukaran balasan di media sosial X (Twitter) keduanya, yang menjanjikan diskusi ilmiah satu per satu kasus HAM kontroversial.

Pertukaran tersebut dimulai ketika Uceng menyatakan kesiapannya belajar memahami HAM dari Pigai.

Saya setuju dgn bapak, seringkali profesor itu dibesar2kan saja. Sy izin mau belajar memahami HAM dari bapak. Sy mau diskusi dan debatkan satu persatu kasus HAM di indonesia yang katanya bapak udah amat pahami itu. Sebut saja kapan dan dimana sy bs belajar,” ujar Uceng lewat cuitannya @zainalamochtar, Kamis (26/2).

Pigai langsung menanggapi cuitan tersebut, dan menyetujui format debat di TV Nasional secara live.

Berita Lainnya  Diduga Kesal Tak Diberi 'Ngutang' Rokok, Sekelompok Pria Bersajam di Kendari Serang Pemilik Warung

Saya setuju di TV Nasional dan Live. Anda yang undang maka saya minta anda yang siapkan. Kita bicara dalam tataran ilmiah. Saya benar2 mau ajari anda soal ham agar paham,” ujar Pigai.

Ia juga menyarankan Uceng untuk menonton tayangan YouTube nya bersama Fadli Zon terlebih dahulu sebagai tambahan ilmu, sambil berharap rakyat Indonesia menyaksikan debat untuk menilai kedalaman pengetahuan HAM seorang profesor.

Tapi nonton ini dulu untuk sekedar tambahan ilmu HAM anda sebelumnya debat dengan saya. Jujur saya sangat mau biar rakyat indonesia nonton seberapa hebat ilmu HAM seorang Prof,” ujarnya.

Uceng pun meminta Pigai yang mengontak pihak TV. Ia mengaku tak punya kuasa untuk mengatur stasiun televisi.

Sy gak punya kekuasaan pak. Semoga ada tv nasional yg bs fasilitasi. Kalau bapak yg colek mereka mungkin lebih berarti,” balas Uceng.

Ia juga menyebut pengalamannya sebagai peneliti HAM di Pusat Studi HAM Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta selama tiga tahun serta gelar S2 Hukum HAM di Amerika Serikat, dan menegaskan kesiapannya untuk belajar lebih lanjut.

Berita Lainnya  DPR RI Soroti Anggaran Fantastis Rp1,8 Triliun Pengadaan Kipas Angin

Trima kasih youtubenya. Sy hanya pernah tiga tahun peneliti di Pusat Studi HAM UII Jogja dan kuliah S2 Hukum HAM di Amerika. Sy pasti senang belajar,” sambungnya.

Sebelum tantangan debat terbuka tersebut mencuat, Pigai sempat mengunggah cuitan panjang yang menegaskan pengalamannya memahami HAM sejak kecil di tengah konflik bersenjata.

Jangankan 5 tahun. Sejak lahir, Saya sudah hidup di tengah moncong senjata. Enarotali Paniai pusat perang antara OPM dan Militer Indonesia. Disitu saya rasakan batas tipis antara hidup dan mati, baik dan jahat, bagaimana orang jerit, ratap dan rinti, haus dan lapar, adil dan tidak adil,” tulis Pigai lewat akun X-nya @NataliusPigai2, Rabu (25/2).

Mana sakit dan senang. Itulah esensi dasar HAM universal yang dimaknai umat manusia termasuk saya,” sambungnya.

Berita Lainnya  Kasat Narkoba Tangsel dan Anak Buahnya Terlibat Penyalahgunaan Narkotika

Pigai juga menuliskan bahwa perjalanan hidupnya sebagai pembela orang tertindas, dari korban HAM hingga menjabat sebagai Menteri HAM.

Saya telah tunjukkan integritas saya sebagai penjaga kaum lemah (de oppreso liber). Dari seorang Korban HAM hingga menjadi orang nomor 1 di bidang HAM di RI. Saya bekerja mencatat sejarah, menyelami sejarah dan menentukan sejarah HAM di Republik ini,” tulisnya.

Ia juga menyebut Uceng hanya seorang Guru Besar yang dibesar-besarkan.

“Sepengetahuan saya seorang Guru Besar memiliki tingkat pemahaman yang tinggi tentang esensi kehidupan, berfikir dalam bahasa sastra yang tinggi, pemahaman filosofis yg tinggi tetapi rupanya anda hanya Guru yang ‘dibesar-besarkan’,” ujar Pigai.***

Sumber : CNN Indonesia

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

JAKARTA - Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah...

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

707 Siswa dan Guru di SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf

SEMARANG - Sebanyak 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Yaitu dimana 693...

KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

BANDUNG - Setelah membuka sayembara memburu dan menangkap para pelaku begal untuk diserahkan ke pihak kepolisian dalam kondisi hidup, kini Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan