Minggu, Juni 21, 2026
spot_img

Prabowo Puji UAH Luncurkan Gerakan Indonesia Menanam

Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi inisiasi ulama Ustadz Adi Hidayat (UAH) yang membuat Gerakan Indonesia Menanam (Gerina).

“Saya bahagia hari ini ada seorang ulama, seorang Ustadz yang visioner pemikirannya luar biasa, terutama adalah ulama pemimpin Islam tapi yang wawasannya Pancasila,” kata Prabowo di acara Gerakan Menanam Padi Serentak 14 Provinsi di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Rabu (23/4/2025).

Dia mengatakan, UAH berani mengajak semua umat, termasuk yang berbeda agama untuk memulai gerakan menanam.

“Semua umat walaupun berbeda agama dianggap keluarga sendiri. Inilah Indonesia yang terus akan bangun, terus akan bangkit menjadi negara yang aman yang damai yang kuat. Apa yang dirintis oleh Ustadz Adi Hidayat, ini membahagiakan jadi, inovasi, improvisasi, riset, teknologi ini yang akan membawa Indonesia menjadi negara berhasil,” kata Prabowo.

Berita Lainnya  Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Komnas PPLH Sampaikan 'Surat Cinta' kepada Bupati Karawang

Menurut Prabowo, kebangkitan suatu bangsa dimulai dari satuan yang terkecil.

“Jadi sekarang kita ingin swasembada pangan baik di Kabupaten, Kecamatan dan Provinsi. Terima kasih Mentan, Terima kasih Ustadz, ini Ustadz yang memang ing ngarso sung tulodo, tapi inovator. Kalau ada 100 Ustadz seperti ini bersama TNI-Polri, pemimpin ulama agama lain mari kita maju membuat Indonesia terhormat,” ucap Prabowo.

Prabowo meresmikan program Gerina yang dipelopori oleh UAH. Dia menyampaikan, dalam momen yang sama soal pentingnya ketahanan pangan di Indonesia.

Berita Lainnya  FORDAS Cilamaya Berbunga Ajak MUI dan Ormas Islam 'Dakwahkan' Kampanye Lingkungan Hidup Lewat Khutbah Jumat

Sehingga, UAH pun menginisiasi gerakan tersebut, yang seirama dengan visi misi Prabowo untuk Indonesia swasembada pangan dan menjadi lumbung pangan dunia.

“Hari ini insya Allah akan menjadi hari bersejarah menyatukan energi lapis anak bumi pertiwi Indonesia Emas tidak mungkin tercapai dengan gemilang kecuali memiliki ketahanan yang kuat khususnya di bidang pangan,” tutur UAH.

Dia menilai, langkah strategis Prabowo tidak bisa dilakukan sendirian dan perlu kolaborasi dari berbagai pihak guna mendukung terciptanya Indonesia Emas 2045.

“Dan, tidak bisa diwujudkan oleh Presiden sendirian, butuh energi berkolaborasi, rakyatnya punya semangat yang kuat, akan mengalami akselerasi,” ucap UAH.

Berita Lainnya  FORDAS Cilamaya Berbunga Ajak MUI dan Ormas Islam 'Dakwahkan' Kampanye Lingkungan Hidup Lewat Khutbah Jumat

Dia pun mengungkapkan, awal mula sejarah berdirinya Gerina bermula ketika 4 Januari 2025, UAH menemui Wamentan Sudaryono. Dia pun mendapatkan masukan program terbaik yang dapat menumbuhkan semangat menanam.

“Mari kita membuat suatu gerakan sehingga semua punya kesadaran keinginan untuk menanam maka lahirlah Gerakan Indonesia Menanam kita singkat Gerina. Gerakan ini harus memiliki instrumen, tidak ada buktinya maka tidak mudah untuk kita bisa menanam,” jelas UAH.

Sumber : Republika

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Siapakah Fatimah Azzahra yang Berani Mengkritik Habis-habisan Program MBG

Sosok Mahasiswi Cerdas yang Menyita Perhatian Publik JAKARTA - Nama Fatimah Azzahra menjadi perbincangan luas di media sosial setelah tertangkap kamera wartawan saat melakukan orasi...

Roy Suryo dan dr. Tifa Ditahan, Jokowi akan Tunjukan Ijazah Asli di Pengadilan

SOLO - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menanggapi penahanan dua tersangka kasus dugaan fitnah ijazah palsu UGM, Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma alias...

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi MBG, Total Sudah 6 Tersangka

JAKARTA - Kejagung kembali menetapkan tersangka baru di kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihak yang ditetapkan sebagai tersangka baru adalah...

Polisi Masih Upaya Pecahkan Misteri Tewasnya ASN Purwakarta, Ambil Sampel Darah untuk Uji Forensik

PURWAKARTA - Tim penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta bekerja secara sistematis, teliti, dan bertahap dalam menangani kasus misterius kematian Yogi Saleh (40), Kepala...

KPK Putuskan Tidak Lanjutkan Penyelidikan Korupsi MBG

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan untuk sementara waktu tidak melanjutkan penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan