Sabtu, April 18, 2026
spot_img

Prabowo Ditelpon Presiden Republik Korea

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima sambungan telepon dari Presiden Republik Korea, Yang Mulia Lee Jae-myung, pada Senin malam, 23 Juni 2025.

Percakapan hangat antar kedua pemimpin negara tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral yang sudah terjalin erat antara Republik Indonesia dan Republik Korea.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa dalam sambungan telepon tersebut, Presiden Lee menyampaikan apresiasi atas perhatian dan ucapan selamat yang diberikan Presiden Prabowo atas kemenangannya dalam pemilihan umum Presiden Republik Korea yang digelar pada 3 Juni 2025.

Berita Lainnya  Bangun Sekretariat Partai Demokrat Pakai Kantong Pribadi, Haji Oma : Semoga Jadi Amal Jariyah

“Presiden Lee menyampaikan ucapan terima kasih atas surat ucapan dari Presiden Prabowo atas kemenangan Presiden Lee pada pemilihan umum Presiden yang diselenggarakan pada 3 Juni 2025 yang lalu, dan langsung dilantik di keesokan harinya,” ujar Seskab Teddy dalam keterangannya, pada Selasa, 24 Juni 2025.

Menurut Seskab Teddy, Presiden Lee juga menyampaikan keinginannya untuk segera melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Selain itu, kedua kepala negara turut mendiskusikan situasi global terkini.

Berita Lainnya  Kembali Menguji Kepemimpinan Tokoh Muda PDIP Karawang

“Kedua pemimpin negara juga bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi global, dan sepakat untuk melanjutkan dan memperkuat kemitraan kedua negara,” ungkap Seskab Teddy.

Seskab Teddy mengatakan bahwa Republik Korea merupakan salah satu mitra utama Indonesia dalam sektor perdagangan dan investasi. Selama ini, kerja sama bilateral kedua negara juga terus menunjukkan tren peningkatan yang sangat positif.

“Republik Korea merupakan salah satu mitra utama Indonesia dalam perdagangan dan investasi, di mana kerja sama bilateral antara Indonesia dan Republik Korea terus menunjukkan tren peningkatan yang sangat baik,” ucap Seskab Teddy. (BPMI Setpres)

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

BGN Hamburkan Rp 1,5 Miliar untuk Beli Sikat dan Semir Sepatu

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) tercatat melakukan pengadaan barang berupa sikat dan semir sepatu menggunakan anggaran tahun 2025. Pengadaan barang ini dipublikasikan dalam...

Transformasi Kepemimpinan Tokoh Muda di Parpol Karawang, Apakah Partai Golkar akan Menyusul?

FAKTA politik menunjukan terjadinya transformasi kepemimpinan tokoh muda yang mendominasi peta perpolitikan di Kabupaten Karawang - Jawa Barat. Mereka-para tokoh muda bukan hanya sekedar mengisi...

46 Warga Karawang Keracunan MBG, Mayoritas Balita dan Ibu Menyusui

KARAWANG - Sebanyak 46 warga Desa Cariumulya, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Mayoritas dari mereka adalah balita...

Dalih Ade Kunang : itu Uang Pinjaman Pribadi untuk Lunasi Utang Biaya Pilkada

BANDUNG - Pengakuan mengejutkan keluar dari mult Bupati Bekasi Nonaktif, Ade Kuswara Kunang, yang terseret dalam pusaran suap ijon proyek ratusan miliar di lingkungan...

Kenapa Polri dan TNI Boleh Punya 1.000 SPPG? Ini Penjelasan BGN

JAKARTA - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengungkapkan alasan diperbolehkannya pihak Polri dan TNI untuk mengelola 1.000...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan