Minggu, Juni 21, 2026
spot_img

Masyarakat Jabar Masih Andalkan Pinjaman ‘Bank Emok’

BANDUNG – Hingga kini praktik rentenir di desa-desa di Jawa Barat masih berlangsung. Masyarakat Jabar mengenalnya dengan sebutan bank emok.

Kepala Desa Jalan Cagak, Indra Zainal Alim mengatakan, bank emok di tempatnya berbentuk koperasi simpan pinjam tanpa izin. Bank emok ini menyediakan dana yang cepat, mudah, namun dengan bunga yang tinggi.

“Warga desa rata-rata pinjam ke bank emok untuk kebutuhan konsumtif, bukan produktif,” tutur Indra dalam acara Ekosistem Keuangan Inklusif di Subang, Kamis (18/12/2025).

Saat pinjaman berjalan, di antara mereka selalu ada yang melapor. Setidaknya setiap bulan ia menerima laporan 2-3 korban bank emok ataupun pinjaman online.

Berita Lainnya  Nama Dani Ramdan dan Iin Farihin Jadi Sorotan di Sidang Kasus Suap Ijon Proyek Ade Kunang

Jumlah tersebut sudah menurun dibanding sebelumnya. Hal ini seiring dengan literasi penggunaan uang yang dipayungi peraturan desa.

Peraturan tersebut diturunkan menjadi Keputusan desa. Salah satunya membahas larangan melakukan penagihan di malam hari dan menagih dengan ancaman.

“Kami akan massif lagi untuk meningkatkan literasi warga. Tapi kami juga berhatap OJK lebih tegas, karena tahun 2025 ini OJK punya kewenangan untuk menangani koperasi semacam bank emok,” beber dia.

Penyebab Maraknya Bank Emok

Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman menjelaskan, rendahnya literasi dan keterbatasan akses keuangan formal menjadi celah utama masuknya praktik bank emok.

Berita Lainnya  LBH Arya Mandalika Desak Kejagung Tetapkan P21 Kasus Ijazah Jokowi

“Ketika masyarakat tidak memiliki akses ke perbankan atau lembaga keuangan resmi, mereka akan mencari jalan pintas. Di situlah pembiayaan ilegal masuk dan menimbulkan masalah sosial yang lebih besar,” tutur dia.

Untuk itu, melalui EKI, pihaknya berupaya menutup celah tersebut dengan membangun sistem keuangan desa yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan.

Pendekatan ini dinilai efektif untuk mengalihkan ketergantungan warga dari pinjaman informal menuju layanan keuangan resmi yang diawasi.

Hasil awal pelaksanaan EKI menunjukkan dampak signifikan. Dari 31 desa yang terlibat, dana masyarakat yang berhasil dihimpun melalui perbankan mencapai Rp138,36 miliar. Selain itu, kredit baru sebesar Rp33,42 miliar berhasil disalurkan untuk mendukung usaha produktif warga.

Berita Lainnya  Kasus Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Bekasi Mulai Disidang, JPU Sebut Kerugian Negara Capai Rp 21,7 Miliar

Tercatat 14.500 rekening perbankan telah dimiliki masyarakat, didukung oleh keberadaan 72 Agen Laku Pandai yang memudahkan transaksi keuangan langsung di desa.

Darwisman mengungkapkan, program ini dijalankan secara terstruktur, dimulai dari pemetaan potensi ekonomi desa, karakter masyarakat, tingkat literasi keuangan, hingga kesiapan industri jasa keuangan.

Tahapan selanjutnya meliputi pra-inkubasi, inkubasi melalui edukasi dan pendampingan, serta pasca-inkubasi yang menekankan implementasi nyata.***

Sumber: https://bandung.kompas.com/read/2025/12/18/222100378/cerita-kades-di-subang-tiap-bulan-terima-laporan-korban-bank-emok.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Siapakah Fatimah Azzahra yang Berani Mengkritik Habis-habisan Program MBG

Sosok Mahasiswi Cerdas yang Menyita Perhatian Publik JAKARTA - Nama Fatimah Azzahra menjadi perbincangan luas di media sosial setelah tertangkap kamera wartawan saat melakukan orasi...

Roy Suryo dan dr. Tifa Ditahan, Jokowi akan Tunjukan Ijazah Asli di Pengadilan

SOLO - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menanggapi penahanan dua tersangka kasus dugaan fitnah ijazah palsu UGM, Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma alias...

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi MBG, Total Sudah 6 Tersangka

JAKARTA - Kejagung kembali menetapkan tersangka baru di kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihak yang ditetapkan sebagai tersangka baru adalah...

Polisi Masih Upaya Pecahkan Misteri Tewasnya ASN Purwakarta, Ambil Sampel Darah untuk Uji Forensik

PURWAKARTA - Tim penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta bekerja secara sistematis, teliti, dan bertahap dalam menangani kasus misterius kematian Yogi Saleh (40), Kepala...

KPK Putuskan Tidak Lanjutkan Penyelidikan Korupsi MBG

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan untuk sementara waktu tidak melanjutkan penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan