Rabu, September 23, 2026
Google search engine

Masyarakat Jabar Masih Andalkan Pinjaman ‘Bank Emok’

BANDUNG – Hingga kini praktik rentenir di desa-desa di Jawa Barat masih berlangsung. Masyarakat Jabar mengenalnya dengan sebutan bank emok.

Kepala Desa Jalan Cagak, Indra Zainal Alim mengatakan, bank emok di tempatnya berbentuk koperasi simpan pinjam tanpa izin. Bank emok ini menyediakan dana yang cepat, mudah, namun dengan bunga yang tinggi.

“Warga desa rata-rata pinjam ke bank emok untuk kebutuhan konsumtif, bukan produktif,” tutur Indra dalam acara Ekosistem Keuangan Inklusif di Subang, Kamis (18/12/2025).

Saat pinjaman berjalan, di antara mereka selalu ada yang melapor. Setidaknya setiap bulan ia menerima laporan 2-3 korban bank emok ataupun pinjaman online.

Berita Lainnya  Apes! Salah Sasaran Malah Palak Mantan Ajudan Dedi Mulyadi, Preman ini Berakhir Diciduk Polisi

Jumlah tersebut sudah menurun dibanding sebelumnya. Hal ini seiring dengan literasi penggunaan uang yang dipayungi peraturan desa.

Peraturan tersebut diturunkan menjadi Keputusan desa. Salah satunya membahas larangan melakukan penagihan di malam hari dan menagih dengan ancaman.

“Kami akan massif lagi untuk meningkatkan literasi warga. Tapi kami juga berhatap OJK lebih tegas, karena tahun 2025 ini OJK punya kewenangan untuk menangani koperasi semacam bank emok,” beber dia.

Penyebab Maraknya Bank Emok

Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman menjelaskan, rendahnya literasi dan keterbatasan akses keuangan formal menjadi celah utama masuknya praktik bank emok.

Berita Lainnya  Diungkap KDM Terlibat Transportasi Truk Tambang PT. Jui Shin Indonesia, Anggota DPRD Jabar H. Jenal Arifin Sampaikan Klarifikasi

“Ketika masyarakat tidak memiliki akses ke perbankan atau lembaga keuangan resmi, mereka akan mencari jalan pintas. Di situlah pembiayaan ilegal masuk dan menimbulkan masalah sosial yang lebih besar,” tutur dia.

Untuk itu, melalui EKI, pihaknya berupaya menutup celah tersebut dengan membangun sistem keuangan desa yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan.

Pendekatan ini dinilai efektif untuk mengalihkan ketergantungan warga dari pinjaman informal menuju layanan keuangan resmi yang diawasi.

Hasil awal pelaksanaan EKI menunjukkan dampak signifikan. Dari 31 desa yang terlibat, dana masyarakat yang berhasil dihimpun melalui perbankan mencapai Rp138,36 miliar. Selain itu, kredit baru sebesar Rp33,42 miliar berhasil disalurkan untuk mendukung usaha produktif warga.

Berita Lainnya  IWOI Karawang Gelar Doa Bersama dan Renungan untuk Keselamatan Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak

Tercatat 14.500 rekening perbankan telah dimiliki masyarakat, didukung oleh keberadaan 72 Agen Laku Pandai yang memudahkan transaksi keuangan langsung di desa.

Darwisman mengungkapkan, program ini dijalankan secara terstruktur, dimulai dari pemetaan potensi ekonomi desa, karakter masyarakat, tingkat literasi keuangan, hingga kesiapan industri jasa keuangan.

Tahapan selanjutnya meliputi pra-inkubasi, inkubasi melalui edukasi dan pendampingan, serta pasca-inkubasi yang menekankan implementasi nyata.***

Sumber: https://bandung.kompas.com/read/2025/12/18/222100378/cerita-kades-di-subang-tiap-bulan-terima-laporan-korban-bank-emok.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng Menu MBG

Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng. Buah tersebut merupakan bagian dari menu program Makan Bergizi...

Dedi Mulyadi Disandingkan dengan Gibran untuk Pilpres 2029?

Nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mulai ramai dikaitkan dengan Pemilihan Presiden 2029. Wacana tersebut salah satunya...

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

Hukum

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan