Jumat, November 6, 2026
Google search engine

KDM akan Libatkan Mahasiswa Awasi Pembangunan Infrastruktur

KOTA BANDUNG –  Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat akan melibatkan mahasiswa jurusan teknik sipil dalam setiap pembangunan infrastruktur di Jabar.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menilai, kurangnya kompetensi konsultan kerap menimbulkan masalah pembangunan infrastruktur di Jabar. Untuk mengatasi masalah tersebut, KDM berencana melibatkan para mahasiswa dalam mengawasi proses pembangunan infrastruktur.

“Jadi saya melihat kemajuan pembangunan selalu masalahnya konsultan-konsultannya tidak ngerti. Saya lihat, konsultan orang-orang yang tidak begitu capable, yang tidak bisa melihat kemajuan pembangunan dan rata-rata sudah tua,” kata KDM -sapaan Dedi Mulyadi- usai membuka acara Jabar Econovation: Akselerasi Ekonomi & Inovasi Jabar Menuju Indonesia Emas 2045” di Aula Barat Gedung Sate, Rabu (19/11/2025).

Berita Lainnya  Warga Kembali Terpapar Gas Kaustik, LBH Cakra Indonesia Desak PT. Pindo Deli 2 Diproses Pidana Korporasi

Menurut KDM, dengan melibatkan para mahasiswa teknik sipil, pembangunan bisa terawasi dengan baik. Para mahasiswa pun, tak hanya mendapat pengalaman, tetapi juga akan mendapat honor.

“Lumayan kalau anak-anak mahasiswa ada honor pengawasan. Misalnya honor pengawasannya Rp250 ribu sehari, mereka bisa dapat uang saku tambahan untuk kuliah sehingga beban orang tuanya menjadi ringan,” tambah KDM.

Penandatanganan nota kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi terkait pelibatan mahasiswa dalam pengawasan pembangunan infrastruktur akan dilakukan Pemdaprov Jabar pekan depan. Jelang akhir 2025, kata KDM, masih ada pekerjaan infrastruktur dengan nilai kurang lebih sekitar Rp300 miliar.

Berita Lainnya  Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

Selain mahasiswa, KDM juga sudah melakukan pembicaraan dan meminta ke sekolah-sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur. Tugas matematika para siswa nantinya diarahkan untuk menghitung pekerjaan fisik bangunan.

“Misalnya anak-anak suruh menghitung bangunan yang lagi dibangun di sekolahnya.
Panjang, lebar, berapa jumlah semen yang digunakan, berapa kubik pasir, kemudian juga berapa batang besi panjangnya berapa, diameternya berapa,” paparnya.

Dengan terlibat langsung dalam pembangunan infrastruktur, menurut KDM, pendidikan di SMK bersifat lebih aplikatif.***

Berita Lainnya  Mendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Pemerintah Daerah yang Dukung Program MBG

Sumber : jabarprov.go.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Roy Suryo Tertawa Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di Persidangan

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah S1 miliknya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menjadi saksi kasus fitnah ijazah palsu...

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan