Rabu, Agustus 5, 2026
spot_img

Kaukus Subang Bakal Gelar Dialog Publik, Membuka Sandiwara Gratifikasi

SUBANG – Kaukus Subang menginisiasi dialog publik bertajuk “Kapal Besar Siap Berlayar, Merangkai Subang yang Terkoyak, Membuka Kotak Pandora, Mengupas dan Membuka Sandiwara Gratifikasi.”

Kegiatan tersebut dijadwalkan digelar di Sekretariat Pospera, Jalan Nusa Indah Subang, pada Sabtu (15/11/2025).

Koordinator acara, Dihka Faza Darmawan, menyebut dialog publik ini akan menghadirkan 100 tokoh Subang dari berbagai unsur masyarakat.

Mereka terdiri atas tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, politik, praktisi hukum, akademisi, dan tokoh adat.

Para tokoh tersebut akan membedah dan mengungkap dugaan sandiwara gratifikasi di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Subang.

Berita Lainnya  Desa Pasirkaliki Gelar Penetapan dan Pengundian Nomor Calon BPD, Kades Engkos Tegaskan 'Zero Money Politic'

“Mereka akan mengupas tuntas dan membuka kotak pandora kasus dugaan gratifikasi di pemerintahan Kabupaten Subang,” ujar Dihka kepada awak media, Kamis (13/11/2025).

Dalam dialog nanti, lanjut Dihka, akan hadir mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi. Sosok tersebut diketahui mengundurkan diri dari ASN karena diduga menjadi korban gratifikasi.

Kehadiran dr. Maxi menjadi perhatian utama karena dianggap sebagai tokoh sentral dalam pembahasan tema dialog publik kali ini.

“Yang menarik dari dialog publik nanti, kehadiran sosok sentral yakni dr. Maxi, yang saat ini kasusnya sedang menjadi topik hangat di kalangan masyarakat Subang,” terangnya.

Berita Lainnya  Respons Warning KPK, Ghazali Center Dorong PUPR Perkuat Tata Kelola Pokir

Dihka mengungkapkan, forum tersebut juga akan membahas kajian hukum terkait dugaan gratifikasi yang menimpa dr. Maxi. Tokoh adat dan sejumlah praktisi hukum diketahui telah melakukan kajian mendalam atas kasus tersebut.

“Hasil kajian hukum dari kasus dugaan gratifikasi itu tentu akan menjadi bahasan penting dalam dialog publik,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat dapat mengikuti acara ini sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya pemberantasan korupsi di Subang.

Lebih lanjut, Dihka menyampaikan bahwa hasil dari dialog publik akan diserahkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berita Lainnya  Polres Karawang Resmi Berubah Status Menjadi Polresta

Langkah itu dilakukan sebagai wujud komitmen Kaukus Subang untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Dari hasil dialog publik nanti, akan kita serahkan ke APH dan juga KPK untuk ditindaklanjuti,” katanya.

“Kami ingin Subang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” pungkasnya.***

Sumber : RRI.co.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Warga dan Siswa di Papua Diduga Keracunan Setelah Konsumsi MBG

JAYAPURA - Sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Jayapura Yunus Wonda langsung meninjau...

Warga Depok Geger Penemuan Mayat Tanpa Kaki Diduga Korban Mutilasi

DEPOK - Mayat tanpa kaki diduga korban mutilasi ditemukan di sebuah lahan kosong, Pancoran Mas, Depok. Jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat...

Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

JAKARTA - Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah...

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan