Rabu, Juli 8, 2026
spot_img

“…itu Salah”, Netizen Kritik Penulisan Aksara Huruf Sanskrit Sunda Tugu Selamat Datang

KARAWANG | OPINIPLUS.COM | – Katanya ada yang salah di dalam penulisan aksara dan huruf sanskrit bahasa Sunda yang dipasang di tugu pintu gerbang selamat datang Karawang, tepatnya di jalan bundaran Badami depan Hotel Novotel Karawang.

Kritik ini disampaikan oleh netizen pemilik akun facebook Paman Kwek Kwek dalam postingan yang diunggahnya.

Netizen ini menyebut bahwa penulisan Hana Caraka yang dipasang di tugu pintu gerbang selamat datang di Kabupaten Karawang itu salah.

“Yang di pintu gerbang selamat datang di Kabupaten Karawang, maaf cuma mau ngasih tau, itu tulisan Hanacaraka-nya yang kamu buat salah. Sebelum banyak orang tau dan mengerti membacanya jadi bisa memalukan Karawang, terima kasih (Hatur nuhun-red),” tulis Paman Kwek Kwek di akun facebook yang ia posting.

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, netizen ini mengungkapkan, bahwa dirinya meyakini jika tulisan aksara dan huruf yang dipasang pada tugu pintu gerbang selamat datang di Kabupaten Karawang itu salah.

Berita Lainnya  Siapakah Fatimah Azzahra yang Berani Mengkritik Habis-habisan Program MBG

“Iya aksara Sundanya salah itu, dibacanya jadi Sarawang pang_l perjuwangngan… Fungsi konsultan apa itu…. Terkesan memalukan Karawang.” Jelasnya melalui seluler, Rabu (25/12/2024), dilansir dari TerasPasundan.

“Ini aksara NGALAGENA atau aksara SUNDA (Ieu teh aksara NGALAGENA atanapi aksara Sunda-red). Iya, ini rumpunnya dari aksara Sanskrit dan aksara Jawa (Enya rumpuna mah ti aksara sanskrit sareng aksara Jawa-red). Tapi ini beda, bukan hanacara atau Sansekerta tapi ngalagena, silahkan pelajari (Tapi benten ieu mah sanes hanacara atawa Sansekerta tapi ngalagena anu sok di aos-red)

KA GA NGA
CA JA NYA
TA DA NA
PA BA MA
YA RA LA
WA SA HA
Mungkin seperti ini bunyi aksaranya (panginten eta bunyi aksara na-red).” Ungkapnya menjelaskan.

Berita Lainnya  Desak Usut Mafia Pembiayaan Kredit Perumahan, Arya Mandalika Demo Sendirian di Bank BTN Karawang

“Sarawang pang_l perjuwangngan kesalahan tulisan Aksara sundanya….jadi di baca Sarawang…. Seharusnya Karawang…. Pang_l harusnya di baca pangkal….” Ujarnya menegaskan.

“Kata pertama tertulis *ᮞᮛᮝᮀ*, dibaca SARAWANG.
Seharusnya *ᮊᮛᮝᮀ* KARAWANG

Di kata kedua seharusnya huruf KA ditulis *ᮊ*, di foto hilang satu hurufnya

Di kata ketiga pada foto dibacanya PERJUWANGNGAN.” Ungkapnya.

“Intinya disini saya bukan mengkritik. Saya hanya memberitahu di situ ada kesalahan, kata aksara Sunda yang seharusnya di baca Karawang Pangkal Perjuangan jadi di baca Sarawang pang_l perjuwangngan.” Pungkasnya.

Sementara itu, pihak pelaksana dan pengawas terkait atau mandor lapangan saat akan di konfirmasi awak media tidak ada di lokasi pekerjaan.

Berita Lainnya  Kutu Beras Masuk Pemukiman Warga, Bulog Karawang Minta Maaf

Terpisah, Iwan Ridwan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang ketika di konformasi terkait hal tersebut menjelaskan, bahwa perihal penulisan huruf atau aksara yang di pasang di tugu selamat datang tersebut sebelumnya sudah di rapatkan denga dinas dan pihak terkait.

“Waalaikumsalam Warrahmatullaahi Wabarakaatuh Kang. Terkait jenis huruf / Aksara itu sudah dirapatkan dengan DisParbud, Dinas Perpustakaan dan Arsip serta Bagian Kesra Setda. Huruf yg digunakan bukan jenis huruf/aksara cacarakan, tapi aksara Sunda Kaganga. Apabila Terdapat kesalahan yang perlu diperbaiki, kami akan konfirmasi ke pelaksana untuk segera diperbaiki. Terima kasih atas masukannya Kang.” Jelas Kadis.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Khawatir Ganggu Nilai Pluralisme, Tokoh Masyarakat ini Tak Setuju Jika Nama Jawa Barat Diganti dengan Tatar Sunda

KARAWANG - H. Toto Suripto, tokoh masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengaku tidak setuju jika nama Provinsi Jawa Barat dirubah menjadi Tatar Sunda. Dikatakan Toto,...

Soal Usulan Pergantian Nama Jawa Barat, Seluruh Fraksi DPRD Jabar Beri ‘Lampu Hijau’

BANDUNG - Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Tatar Sunda memasuki babak baru setelah seluruh fraksi di DPRD resmi memberikan lampu hijau...

Dugaan Pungli Pasar Bantargebang, Kejari Kota Bekasi Segera Periksa Kepala Disdagperin

KOTA BEKASI – Penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) pengadaan dan pengelolaan fasilitas Pasar Bantargebang terus terus berjalan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi kini...

Dulu Puji-puji dan Berlindung di Ketiak Dedi Mulyadi, Sekarang Lurah Jujun Serang Balik

KARAWANG - Siapa yang tidak tahu kedekatan antara Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan Lurah Jujun atau Kades Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,...

Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein, Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Uang Pribadi dan Sekolahkan Anaknya

BANDUNG - Sambil menunggu sanksi yang akan diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga memanggil Bupati Purwakarta, Saepul...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan