Senin, Maret 9, 2026
spot_img

Iran Bersumpah Balas Dendam

PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa membalas dendam atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan pejabat senior lainnya adalah “kewajiban dan hak sah” negara tersebut.

“Republik Islam Iran menganggap mencari keadilan dan membalas dendam kepada para pelaku dan mereka yang memerintahkan kejahatan bersejarah ini sebagai kewajiban dan hak sahnya, dan akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk memenuhi tanggung jawab dan kewajiban besar ini,” kata Pezeshkian, disiarkan Al Jazeera, Minggu (1/3).

Berita Lainnya  Abang Ijo Singgung 'Cawe-cawe' Proyek dan Jabatan

Sebelumnya, Pezeshkian dalam pernyataan resminya mengatakan pembunuhan Khamenei adalah ‘kejahatan besar’. Dia berjanji akan membalas Amerika Serikat dan Israel atas kematiannya.

Pezeshkian bilang tewasnya Khamenei menjadi titik balik yang menrehkan babak baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. Pengorbanan Khamenei akan menjadi simbol perlawanan.

“Kejahatan besar ini tidak akan dibiarkan tanpa jawaban dan akan membuka halaman baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. Darah murni pemimpin tinggi ini akan mengalir seperti mata air yang deras dan akan menyingkirkan penindasan dan kejahatan Amerika-Zionis,” katanya di keterangan resmi.

Berita Lainnya  Dikritik BEM UGM, Tapi Dipuji Hima Persis

Khamenei tewas karena serangan udara yang dikirim Israel dan AS ke Teheran. Anak perempuannya, menantu perempuannya, menantu laki-lakinya dan cucu Khamenei juga tewas.

Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan balasan dari Iran bakal direspons dengan lebih keras.

“Iran baru saja menyatakan bahwa mereka akan menyerang dengan sangat keras hari ini, lebih keras dari yang pernah mereka lakukan sebelumnya,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Minggu.

Berita Lainnya  Natalius Pigai : Meniadakan MBG Berarti Menentang HAM

“Lebih baik mereka tidak melakukan itu, karena jika mereka melakukannya, kita akan menyerang mereka dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya,” ujar Trump lagi.***

Sumber : CNN Indonesia

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Longsor TPST Bantargebang : 4 Tewas, 4 Selamat, 5 Masih Pencarian

BEKASI - Proses pencarian korban longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang Bekasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan pada Senin (9/3/2026). Namun, proses evakuasi menghadapi...

Akal-akalan Korupsi Bupati Pekalongan, ART Jadi Dirut Perusahaan

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap fakta baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang menjerat...

Rame Terus, Dedi Mulyadi Sebut Pinjaman Rp 2 Triliun ke BJB Masih Wacana

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan rencana pinjaman Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) kepada Bank BJB senilai Rp 2 triliun masih...

Pemerintah Batasi Akses Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Farah Puteri Nahlia, memberikan dukungan terhadap langkah pemerintah yang membatasi akses media sosial untuk anak di bawah...

Delpedro dkk Bebas, Yusril Minta JPU Tak Cari-cari Alasan Kasasi

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra meminta jaksa penuntut umum (JPU) tidak mencari-cari alasan untuk mengajukan kasasi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan