Selasa, September 22, 2026
Google search engine

Gebrakan Baru Dedi Mulyadi, Syarat Dapat Bansos dan Beasiswa Harus Ikut KB

Kebijakan baru dikelurkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dimana kali ini KDM menyoroti soal bantuan sosial (Bansos) dan program beasiswa yang dinilainya tidak merata dan kebanyakan tidak tepat saaaran.

KDA akan menerapkan kebijakan yang menjadikan kepesertaan program Keluarga Berencana (KB) sebagai syarat untuk menerima Bansos dan beasiswa.

Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan distribusi bantuan pemerintah seperti Bansos dan beasiswa lebih merata dan tepat sasaran.

“Seluruh bantuan pemerintah nanti akan dilakukan integrasi dengan keluarga berencana. Jangan sampai kesehatannya dijamin, kelahirannya dijamin, tapi negara hanya menjamin keluarga itu-itu juga yang dapat beasiswa. Keluarga yang melahirkannya yang dijamin, keluarga dia yang dapat bantuan perumahan, dan yang dapat bantuan pangan non-tunai juga keluarga dia,” ujar Dedi di Gedung Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, pada Senin (28/4/2025).

Berita Lainnya  Bupati Karawang Resmikan Bantuan 8 Rumah Baru untuk Lansia

Dedi menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan solusi untuk mengatasi tingginya angka kelahiran di keluarga pra-sejahtera.

Ia mengingatkan bahwa biaya persalinan saat ini cukup mahal, dan dana tersebut seharusnya bisa dialihkan untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

“Nanti uang negara ngumpul di satu keluarga karena variabel ini banyak. Dia dapat PIP, bantuan rumah, tapi dia tidak bisa mengontrol kelahiran. Ingat, keluarga yang tidak mampu hari ini, melahirkannya bisa mencapai Rp 25 juta. Masa harus terus-terusan mengeluarkan Rp 25 juta untuk melahirkan?” katanya.

Berita Lainnya  Menko Zulhas Akui MBG Gagal: Anggaran Besar, Dua Tahun Berjalan, Banyak Masalah!

Dedi menegaskan pentingnya mengontrol angka kelahiran, terutama di kalangan keluarga pra-sejahtera, agar tidak membebani finansial orang tua.

Ia juga mengajak masyarakat Jawa Barat untuk mengikuti program KB guna mengatur jumlah anak dan jarak antar kelahiran demi kesejahteraan keluarga.

“Makanya, berhentilah bikin anak, kalau tidak sanggup menafkahi dengan baik,” tegas Dedi.

Selain itu, Dedi menambahkan bahwa ia akan menjadikan program KB pria dengan metode vasektomi (MOP) sebagai syarat untuk menerima bantuan.

Berita Lainnya  KSP Apresiasi Pemkab Karawang yang Beri Perhatian kepada Penyandang Disabilitas dan Pembinaan Atlet Difabel

“Saya tidak tahu, rata-rata keluarga miskin itu anaknya banyak. Sementara orang kaya sulit memiliki anak. Sampai bayi tabung bayar Rp2 miliar tetap tidak punya anak,” pungkasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

Cekcok Masalah Biaya Obat Anak, Wanita ini Tusuk Mantan Suaminya hingga Tewas

Seorang ASN berinisial AN (32) tewas ditusuk oleh mantan istrinya berinisial DK (28) atau DLA, di lingkungan Kantor Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),...

Ratusan Gelondongan Kayu Berlabel Kemenhut Terdampar di Pesisir Pantai Sumenep

Ratusan gelondongan kayu berukuran besar berlabel Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terdampar di pesisir Pantai Desa Bicabbi dan Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur,...

2 Pemuda Pemeran ‘A Day in My Life’ Ditetapkan Tersangka, Positif Mengidap HIV

Dua pria pemeran video asusila sesama jenis di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polres...

Hukum

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan