Jumat, Mei 22, 2026
spot_img

Dihambat ‘Centeng’, CBA Pesimis KPK Bakal Periksa Bupati Subang

SUBANG – Kaukus Rakyat Subang (KRS) resmi melaporkan dugaan gratifikasi dan indikasi korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (19/11/2024).

Laporan ini merujuk pada pengakuan dr. Maxi yang menyatakan dirinya pernah menjadi perantara setoran ratusan juta rupiah dari sejumlah kepala dinas kepada Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita.

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai laporan tersebut sangat penting. Namun, ia pesimistis KPK akan memprosesnya lebih jauh.

Berita Lainnya  Cabuli Santriwati, Oknum Pimpinan Ponpes di Garut Diamankan Polisi

Menurut Uchok, keberadaan “centeng” atau pengawal pribadi Bupati yang dibiayai secara resmi melalui APBD menjadi salah satu faktor penghambat penindakan.

“KPK tidak bakal berani atau menyentuh Bupati Subang karena pada tahun 2025, Setda Kabupaten Subang sudah mengalokasikan anggaran Rp480 juta untuk honorarium petugas pengamanan melekat kepada kepala daerah,” ujar Uchok, Senin (24/11/2025).

Anggaran tersebut diperuntukkan bagi delapan pengawal pribadi selama 10 bulan. Masing-masing penerima memperoleh Rp60 juta per 10 bulan, atau sekitar Rp6 juta per bulan.

Berita Lainnya  Pasca 2 Wisatawan Tewas Tertimbun Longsor, Kini Wisata Curug Cileat - Subang Ditutup Sementara

Uchok membandingkan nilai tersebut dengan honor tenaga keamanan kantor di lingkungan Setda Subang. Pada tahun anggaran 2025, Setda hanya menganggarkan Rp2.511.000.000 untuk 50 petugas keamanan selama 12 bulan. Rata-rata setiap personel hanya menerima sekitar Rp4.185.000 per bulan.

“Honorarium pengawal pribadi Bupati ini sangat mahal sekali bila dibandingkan tenaga keamanan kantor. Mungkin mereka sangat terlatih dan istimewa sehingga honornya setinggi langit,” kritik Uchok.

Ia menegaskan kondisi ini berpotensi menghambat upaya penegakan hukum atas dugaan gratifikasi yang kini menjadi sorotan publik Subang.

Berita Lainnya  Jaksa Sebut Kekayaan Nadiem Tak Wajar, Tuntut Uang Pengganti Rp 5,68 Triliun

Sementara itu, KRS berharap laporan yang mereka ajukan dapat menjadi momentum bagi KPK untuk mengambil tindakan tegas serta menuntaskan dugaan praktik korupsi di Pemkab Subang.

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut.***

Sumber : Otoritas.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

2 Buruh Tani di Pantura Subang Tewas Tersambar Petir

SUBANG - Nasib nahas menimpa dua orang buruh tani asal Desa Cigugur, Kecamatan Pusakajaya, Subang, yang kehilangan nyawa akibat tersambar petir saat bekerja memanen...

Isu Teror Pocong di Tanggerang, Polisi Imbau Warga Tenang dan Tingkatkan Kewaspadaan

TANGGERANG - Isu liar teror 'pocong' mencuat di bilangan Tangerang. Isu itu menyebutkan adanya pocong tipuan meneror warga di Kecamatan Rajeg, Tangerang, Banten. Heboh isu...

Dana Bantuan Provinsi Turun Drastis, Anggota DPRD Sukabumi Kritik Dedi Mulyadi

SUKABUMI - Transfer keseluruhan dana dari pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk Kota Sukabumi turun drastis di periode Dedi Mulyadi. Hal itu diungkap oleh anggota DPRD...

Mangkir dari Panggilan DPRD Karawang, Koperasi Pindo Deli Siap-siap Dipolisikan

KARAWANG - Rapat Dengar Pendapat (RDP) digelar Komisi II DPRD Karawang, Kamis (21/5/2026). RDP ini membahas persoalan aduan puluhan eks anggota Koperasi PT. Pindo...

GRIB Jaya Dukung Kejari Karawang Bongkar Korupsi, dari Mulai Pokir Dewan hingga Jual Beli Proyek Dinas

KARAWANG - Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB Jaya) mendukung langkah penegakan hukum oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, khususnya dalam penanganan kasus dugaan ...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan