Rabu, November 4, 2026
Google search engine

Dedi Mulyadi Kebanyakan Cari Sensasi Ketimbang Solusi

Melalui konten youtobe, instagram, tiktok ataupun media sosial lainnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dinilai sebagai pemimpin yang kebanyakan mencari sensasi, ketimbang mencari solusi atas persoalan yang ia temui di masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Pemerhati Politik Pemerintahan, H. Asep Agustian SH. MH, saat menyikapi dua persoalan di Kabupaten Karawang yang sebelumnya dijanjikan Dedi Mulyadi untuk dicarikan solusi.

Jembatan Amblas Karawang-Bogor

Melihat persoalan jembatan Cicangor Pangkalan Loji, yaitu jembatan penghubung Karawang-Bogor, Dedi Mulyadi mengeluarkan pernyataan bahwa bailey atau jembatan darurat akan dibangun dan selesai sebelum lebaran.

Faktanya, pemasangan bailey di jembatan yang menjadi akses utama masyarakat Karawang, Bogor, Purwakarta dan Cianjur tersebut tak selesai sebelum idul fitri. Malah kondisinya amblas.

Beruntung, warga Karawang Selatan inisiatif gotong royong membangun Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) dengan dimodali Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Jenal Arifin. Meskipun JPO ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Berita Lainnya  Video Lawas Jokowi Soal Data Intelejen Kembali Viral Pasca Penetapan Tersangka Listyo Sigit

Sehingga aktivitas silaturahmi lebaran dan kegiatan perekonomian warga setidaknya tidak terlalu mati kutu.

“Ya perbaikan jembatan itu menjadi contoh bahwa kebijakan gubernur itu ngaco, tidak melalui pertimbangan yang matang,” tutur H. Asep Agustian SH.MH.

Atas persoalan ini, Asep menilai Dedi Mulyadi terlalu banyak bicara atau asal bunyi, serta memutuskan sesuatu seperti tanpa perhitungan yang matang.

“Coba cek saja, jembatan yang dijanjikan rampung dalam dua minggu itu justru mengalami keterlambatan, bahkan saat mulai digunakan terlihat miring dan membahayakan pengguna jalan,” katanya.

Janji Membangun Rumah Panggung di Karangligar

Berita Lainnya  Polda Metro Jaya Sampaikan Permohonan Maaf, Sebut akan Selidiki 'Mahasiswa Gadungan'

Praktisi hukum yang akrab disapa Asep Kuncir (Askun) ini juga menyoroti janji Dedi Mulyadi yang akan membuat rumah panggung di Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat – Karawang, sebagai solusi mengatasi persoalan ‘banjir abadi’ yang disebabkan luapan air Sungai Citarum dan Sungai Cibeet.

Karena sampai saat ini janji Dedi Mulyadi tersebut terus ditagih warga Karangligar. Pasalnya, janji program membuat rumah panggung ini belum jelas kapan akan mulai direalisasikan.

Askun menilai seorang pemimpin seharusnya lebih berhati-hati dalam berjanji, agar tidak mengecewakan rakyat.

“Jangan hanya karena memiliki jutaan pengikut di media sosial, lalu merasa paling hebat. Seorang pemimpin harus bertanggung jawab atas ucapannya. Ingat negara ini tidak bisa dibangun oleh konten media sosial,” katanya.

Atas persoalan ini, Askun menilai Dedi Mulyadi sebagai pemimpin yang kebanyakan mencari sensasi, ketimbang mencari solusi.

Berita Lainnya  Kepsek SDN 15 Woja Dibacok Pemuda Saat Mengajar Dalam Kelas, Murid dan Guru Berhamburan Ketakutan

Dedi Mulyadi selalu membuat kebijakan spontan saat ia sedang berada di tengah-tengah masyarakat demi sebuah konten, tanpa merumuskan persoalan dan solusinya terlebih dahulu dengan stakeholder yang ada.

Padahal setiap kebijakan pembangunan harus mempertimbangkan semua aspek, baik itu geografis, psikologis, ekonomi mapupun kondisi sosial masyarakat.

“Jika Dedi Mulyadi terus seperti ini, maka secara popularitas jelas dia diuntungkan dengan konten-konten media sosial yang dibuatnya. Tapi secara politik jelas dia akan menjadi common enemy atau musuh bersama,” pungkas Askun, yang merupakan Ketua PERADI Karawang.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Video Lawas Jokowi Soal Data Intelejen Kembali Viral Pasca Penetapan Tersangka Listyo Sigit

JAKARTA - Video lawas pernyataan Joko Widodo (Jokowi) pada September 2023 kembali viral di media sosial, setelah Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri Jenderal (Purn)...

Kepsek SDN 15 Woja Dibacok Pemuda Saat Mengajar Dalam Kelas, Murid dan Guru Berhamburan Ketakutan

DOMPU - Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar Negeri (SDN) 15 Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Mahfud diserang oleh seorang pemuda menggunakan senjata tajam...

‘Gercep’ Tangkap Pelaku Pencabulan, Bupati Aep Apresiasi Polresta Karawang

KARAWANG - Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Karawang yang bergerak cepat (gercep) menangkap pemilik warung kelontong berinisial FR atau...

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

Hukum

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan