Rabu, Mei 6, 2026
spot_img

Dedi Mulyadi Kebanyakan Cari Sensasi Ketimbang Solusi

Melalui konten youtobe, instagram, tiktok ataupun media sosial lainnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dinilai sebagai pemimpin yang kebanyakan mencari sensasi, ketimbang mencari solusi atas persoalan yang ia temui di masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Pemerhati Politik Pemerintahan, H. Asep Agustian SH. MH, saat menyikapi dua persoalan di Kabupaten Karawang yang sebelumnya dijanjikan Dedi Mulyadi untuk dicarikan solusi.

Jembatan Amblas Karawang-Bogor

Melihat persoalan jembatan Cicangor Pangkalan Loji, yaitu jembatan penghubung Karawang-Bogor, Dedi Mulyadi mengeluarkan pernyataan bahwa bailey atau jembatan darurat akan dibangun dan selesai sebelum lebaran.

Faktanya, pemasangan bailey di jembatan yang menjadi akses utama masyarakat Karawang, Bogor, Purwakarta dan Cianjur tersebut tak selesai sebelum idul fitri. Malah kondisinya amblas.

Beruntung, warga Karawang Selatan inisiatif gotong royong membangun Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) dengan dimodali Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Jenal Arifin. Meskipun JPO ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Berita Lainnya  Demo Berlangsung Singkat, GMPI Desak Kejaksaan Selidiki Dugaan Ijon Pokir Dewan

Sehingga aktivitas silaturahmi lebaran dan kegiatan perekonomian warga setidaknya tidak terlalu mati kutu.

“Ya perbaikan jembatan itu menjadi contoh bahwa kebijakan gubernur itu ngaco, tidak melalui pertimbangan yang matang,” tutur H. Asep Agustian SH.MH.

Atas persoalan ini, Asep menilai Dedi Mulyadi terlalu banyak bicara atau asal bunyi, serta memutuskan sesuatu seperti tanpa perhitungan yang matang.

“Coba cek saja, jembatan yang dijanjikan rampung dalam dua minggu itu justru mengalami keterlambatan, bahkan saat mulai digunakan terlihat miring dan membahayakan pengguna jalan,” katanya.

Janji Membangun Rumah Panggung di Karangligar

Berita Lainnya  Dasco, Raffi Ahmad, Kapolda Metro Jaya hingga Walkot Bekasi Pantau Jalannya Evakuasi Korban

Praktisi hukum yang akrab disapa Asep Kuncir (Askun) ini juga menyoroti janji Dedi Mulyadi yang akan membuat rumah panggung di Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat – Karawang, sebagai solusi mengatasi persoalan ‘banjir abadi’ yang disebabkan luapan air Sungai Citarum dan Sungai Cibeet.

Karena sampai saat ini janji Dedi Mulyadi tersebut terus ditagih warga Karangligar. Pasalnya, janji program membuat rumah panggung ini belum jelas kapan akan mulai direalisasikan.

Askun menilai seorang pemimpin seharusnya lebih berhati-hati dalam berjanji, agar tidak mengecewakan rakyat.

“Jangan hanya karena memiliki jutaan pengikut di media sosial, lalu merasa paling hebat. Seorang pemimpin harus bertanggung jawab atas ucapannya. Ingat negara ini tidak bisa dibangun oleh konten media sosial,” katanya.

Atas persoalan ini, Askun menilai Dedi Mulyadi sebagai pemimpin yang kebanyakan mencari sensasi, ketimbang mencari solusi.

Berita Lainnya  Meski Viral di Medsos Diolok-olok Siswanya, Bu Syamsiah Tetap Memaafkan

Dedi Mulyadi selalu membuat kebijakan spontan saat ia sedang berada di tengah-tengah masyarakat demi sebuah konten, tanpa merumuskan persoalan dan solusinya terlebih dahulu dengan stakeholder yang ada.

Padahal setiap kebijakan pembangunan harus mempertimbangkan semua aspek, baik itu geografis, psikologis, ekonomi mapupun kondisi sosial masyarakat.

“Jika Dedi Mulyadi terus seperti ini, maka secara popularitas jelas dia diuntungkan dengan konten-konten media sosial yang dibuatnya. Tapi secara politik jelas dia akan menjadi common enemy atau musuh bersama,” pungkas Askun, yang merupakan Ketua PERADI Karawang.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ade Armando, Abu Janda hingga Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim

JAKARTA - Aliansi gabungan 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam melaporkan Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Grace Natalie ke Bareskrim Polri. Laporan itu...

Ramai Sepatu Rp 700 Ribu untuk Sekolah Rakyat, Gus Ipul: ‘Sudah Melalui Prosedur…’

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pengadaan sepatu Rp 700 ribu untuk sekolah rakyat telah melalui prosedur yang sesuai....

Ashari, Pelaku Kekerasan Seksual Puluhan Santriwati Ngaku Wali dan Keturunan Nabi

KASUS dugaan kekerasan seksual terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah. Pengacara korban, Ali Yusron, mengatakan setidaknya ada 50 santriwati yang diduga...

Euforia Milangkala Tatar Sunda Dikritik, ‘Harusnya Perkuat Ekosistem Budaya, Bukan Sekadar Event’

BANDUNG - Gelaran Milangkala Tatar Sunda menuai kritik keras dari DPRD Jawa Barat. Program budaya yang diinisiasi Gubernur Jabar itu digadang-gadang sebagai penguatan identitas...

Ade Kunang Terima Rp 11 Miliar dan Ayahnya Rp 1 Miliar

BANDUNG - Bupati Bekasi periode 2025-2030 Ade Kuswara Kunang didakwa menerima suap sejumlah Rp11,4 miliar dari Pengusaha Sarjan (dituntut dalam berkas perkara terpisah). Uang tersebut...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan