Senin, Juli 6, 2026
spot_img

Catut Nama Wagub Erwan untuk Tipu-tipu Dana Talang, SIS Dilaporkan ke Polda Jabar

BANDUNG – Sosok Sherly Ingga Setiawati (SIS) yang mengaku sebagai tenaga ahli Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, akhirnya mengakui telah mencatut nama pejabat tersebut untuk kepentingan pribadinya. Pengakuan itu tertuang dalam surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani sendiri oleh Sherly.

Saat ini, Sherly tercatat sebagai terlapor dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang ditangani Polda Jawa Barat. Kasus tersebut sempat menyeret nama Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan serta putranya, Daffa Al Ghifari.

Dalam surat pernyataannya, Sherly secara terbuka mengakui kesalahannya. Ia menyebut telah menjual nama Erwan Setiawan dan Daffa Al Ghifari kepada Andri Somantri selaku Direktur PT Ads untuk memperoleh keuntungan pribadi.

“Dengan ini saya menyatakan bahwa piutang tersebut tidak ada kaitannya dengan Bapak Erwan Setiawan maupun Daffa Al Ghifari. Permasalahan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi saya kepada Bapak Andri Somantri,” tulis Sherly dalam surat pernyataan yang dikutip Rabu (24/12/2025).

Berita Lainnya  Polisi Masih Upaya Pecahkan Misteri Tewasnya ASN Purwakarta, Ambil Sampel Darah untuk Uji Forensik

Sherly juga menegaskan, surat tersebut dibuat dalam kondisi sadar, sehat jasmani dan rohani, serta tanpa adanya tekanan atau paksaan dari pihak mana pun.

Surat pernyataan SIS.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan bahwa Sherly sama sekali bukan tenaga ahli, baik di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun tenaga ahli pribadinya.

“Informasi yang beredar tidak benar. Yang bersangkutan bukan tenaga ahli saya. Ia hanya memanfaatkan nama saya untuk kepentingan pribadinya,” tegas Erwan.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Buka Sayembara akan Beri Rp 250 Juta bagi yang Menemukan Taufik Hidayat

Erwan menyatakan sepenuhnya menyerahkan persoalan ini kepada aparat penegak hukum. Ia menegaskan tidak akan melakukan intervensi dalam proses hukum yang sedang berjalan.

“Saya menghormati proses hukum dan mendukung penanganan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” katanya.

Sebelumnya, seorang warga Karawang bernama Andri Somantri (30) mengaku menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai miliaran rupiah. Dugaan tersebut mengarah pada seseorang yang mengaku sebagai tenaga ahli Wakil Gubernur Jawa Barat.

Kuasa hukum korban, Alek Safri Winando, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Barat dengan nomor laporan LP/B/697/XII/2025/SPKT/POLDA JAWA BARAT.

“Kami melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan yang dialami klien kami, dengan nilai kerugian mencapai sekitar Rp3 miliar,” ujar Alek di Mapolda Jabar.

Berita Lainnya  Janji Dedi Mulyadi 7 Tahun Lalu Kembali Ditagih, Bendungan Situdam Kembali Menghitam Tercemar Limbah Industri

Alek memaparkan, peristiwa itu bermula pada Maret 2025. Saat itu, kliennya diajak oleh Sherly Ingga Setiawati untuk menghadiri acara syukuran di rumah dinas Wakil Gubernur Jawa Barat.

Dalam pertemuan tersebut, Sherly diduga menawarkan skema investasi berupa dana talang untuk membiayai sejumlah kegiatan dan kebutuhan rumah tangga Wakil Gubernur Jawa Barat.

“Atas rangkaian tipu daya itulah klien kami akhirnya mengalami kerugian besar,” pungkas Alek.***

Sumber : infoka.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein, Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Uang Pribadi dan Sekolahkan Anaknya

BANDUNG - Sambil menunggu sanksi yang akan diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga memanggil Bupati Purwakarta, Saepul...

Kejagung Ungkap Dugaan Keterlibatan Anggota TNI Aktif di Korupsi Program MBG

JAKARTA - Penyidikan kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengungkap adanya dugaan keterlibatan anggota militer aktif yang berdinas di Badan Gizi Nasional (BGN). Direktur...

Usulan Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Menguat

BANDUNG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat memastikan akan menindaklanjuti usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Provinsi Pasundan. Usulan...

Diduga Jadi Korban Peluru Nyasar TNI, Warga Intan Jaya – Papua Tengah Arak Jenazah Ibu Hamil

Seorang ibu hamil bernama Melkiana Dwitau meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya setelah diduga terkena peluru nyasar di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan...

Tuai Banyak Pujian, Luna Maya Bangun Gedung Taman Kanak-kanak di NTT

ARTIS Luna Maya mengunjungi Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu, 1 Juli 2026. Dia ke sana, untuk melakukan peletakan batu pertama...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan