PURWAKARTA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Sony Sonjaya, menegaskan pentingnya pengawasan limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Purwakarta agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.
Saat ini tercatat sebanyak 140 SPPG telah beroperasi di Purwakarta dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG). Sony mengingatkan agar keberadaan SPPG benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
“Keberadaan SPPG jangan sampai menimbulkan isu lingkungan. Tidak boleh ada air limbah berwarna dan berbau yang mengalir ke parit atau saluran air,” ujarnya saat memberikan pengarahan kepada para pengelola SPPG, Kamis (26/2).
Ia menekankan bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) wajib berfungsi optimal. IPAL, menurutnya, bukan hanya sekadar kelengkapan fisik, tetapi harus dipastikan bekerja efektif mengolah limbah produksi.
Sony juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi. Jika ditemukan indikasi pencemaran dari residu produksi MBG, warga diminta segera melaporkan agar Dinas Kesehatan dapat melakukan pemeriksaan.
Selain pengelolaan limbah, Sony menyoroti pentingnya kedisiplinan dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP). Ia menilai kasus gangguan kesehatan akibat konsumsi MBG umumnya terjadi karena kelalaian dalam pengecekan makanan.
“Makanan harus dipastikan laik dan segar sebelum diberikan. Jika tahapan ini dilewati, berarti SOP dilanggar,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Purwakarta Saeful Bahri Binzein atau Om Zein menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat pengawasan dan pembinaan. Pelatihan penjamah makanan rutin dilakukan, termasuk koordinasi dengan ahli gizi dan kepala SPPG, guna memastikan sanitasi dan kebersihan tetap terjaga.
Di sisi lain, ia melihat program makan bergizi gratis sebagai peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Pemerintah daerah mendorong agar kebutuhan bahan pangan SPPG dipasok oleh petani dan peternak lokal sehingga perputaran ekonomi tetap terjadi di Purwakarta.
Menurutnya, sektor pertanian saat ini menjadi salah satu dari tiga kontributor terbesar terhadap PDRB Purwakarta yang tumbuh 5,26 persen. Ia berharap optimalisasi program ini dapat semakin meningkatkan kontribusi sektor tersebut pada tahun mendatang.***
Sumber : https://lppl.purwakartakab.go.id/berita-purwakarta/140-sppg-di-purwakarta-diawasi-ketat-waka-bgn-tekankan-pengelolaan-limbah-dan-disiplin-sop/









