Senin, Agustus 10, 2026
spot_img

Demo Sempat Ricuh, Wabup Maslani Terima Aspirasi Mahasiswa PMII

KARAWANG – Aksi demonstrasi para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan gerbang kantor Pemkab Karawang sempat berlangsung ricuh, Jumat (13/2/2026).

Pendemo yang dijaga ketat aparat kepolisian dan Satpol PP tak diizinkan masuk ke halaman kantor Pemkab Karawang.

Alhasil, pendemo membakar ban bekas, menendang dan mendorong gerbang, hingga sempat terjadi aksi saling dorong saat diredam oleh anggota Satpol PP.

Tetapi setelah sekian lama para pendemo berorasi, akhirnya mereka diterima langsung oleh Wakil Bupati Karawang, H. Maslani untuk menyampaikan aspirasi.

Ketua PMII Cabang Karawang, Mardika mengatakan, bahwa aksi ini menyoroti berbagai persoalan krusial yang hingga kini belum ditangani secara serius. Isu-isu tersebut meliputi kondisi jalan berlubang, penanganan banjir di Karawang, pelayanan kesehatan, fasilitas pendidikan, serta tata kelola infrastruktur daerah.

Berita Lainnya  Dugaan Malapraktik di Klinik Zhafira Zafira Karawang Berakhir dengan Damai

“Berdasarkan hasil kajian kami, sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan masih berada dalam kategori kurang baik. Pelaksana teknisnya ada di OPD, sehingga kami meminta OPD-OPD ini dirapikan dan diawasi secara serius,” ujar Mardika, dilanskr dari JabarNet.com.

Ia juga menyoroti lemahnya pola perawatan infrastruktur. Menurutnya, perbaikan jalan dan tanggul kerap bersifat reaktif dan baru dilakukan setelah terjadi kerusakan parah atau viral di media sosial.

“Kami tidak ingin perbaikan hanya bersifat momentum. Harus ada perawatan berkala, bukan menunggu ada korban atau sorotan publik,” tegasnya.

Selain itu, PMII turut menyoroti sektor pelayanan kesehatan yang dinilai masih menyulitkan masyarakat, serta pembangunan desa yang dianggap belum menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Berita Lainnya  Polres Karawang Resmi Berubah Status Menjadi Polresta

“Desa adalah pilihan pembangunan. Jangan sampai desa hanya diperhatikan saat momentum politik atau ketika viral. Banyak desa di Karawang yang jumlah penduduknya sudah melebihi ketentuan, tapi belum diiringi penguatan otonomi dan kesejahteraan,” kata Mardika.

Dalam audiensi tersebut, PMII juga menyampaikan kajian awal terkait persoalan tata kelola kota, termasuk penataan kabel semrawut serta penanganan gelandangan dan pengemis. PMII menilai penanganan selama ini masih sebatas penertiban tanpa diiringi program pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Kami tidak menolak penertiban, tetapi pemerintah harus memberikan solusi. Gelandangan dan pengemis perlu diberdayakan, diberikan lapangan pekerjaan, bukan sekadar ditangkap lalu dilepas kembali,” tandasnya.

Berita Lainnya  Imbas Sayembara Dedi Mulyadi, Warga Rame-rame Turun ke Jalan Sweeping Buru Pelaku Begal

Mardika menyebutkan terdapat sekitar tujuh hingga delapan tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi tersebut.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Karawang dapat menindaklanjutinya secara konkret demi terwujudnya pembangunan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat,” katanya.

Sementara di lokasi terpantau, Wabup Maslani yang didampingi Kepala Baperinda Karawang, Ridwan Salam akhirnya menyetujui dan menandatangani tuntutan pada pendemo.

Meski sempat terjadi kericuhan di aksi demonstrasi ini, tetapi akhirnya para pendemo membubarkan diri dengan tertib, setelah tuntutan mereka diamini Wabup Maslani.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Gegara Program LKS Gratis, Bupati Aep ‘Dimusuhin’ Anak Buahnya Sendiri

KARAWANG - Lantaran program buku LKS gratis bagi siswa SD dan SMP, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh mengaku sampai dimusuhin beberapa orang, khususnya beberapa...

Singgung Pembagian ‘Fee’ Saat Live di Medsos, Dedi Mulyadi Minta ASN di Bandung Barat Diberi Sanksi Tegas

BANDUNG - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus PPPK di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berinisial IYV memicu kontroversi setelah melakukan siaran langsung (live) di...

MUI Haramkan Pria Memakai Pakaian Wanita Saat Karnaval Agustusan

JAKARTA - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,...

Diduga Korban Perampokan, Ibu dan Anak Tewas Tragis dalam Kondisi Terikat

LANDAK - Warga digegerkan oleh penemuan jasad seorang ibu dan anak balitanya di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak,...

Polda Jabar Tangkap 2 Orang Terduga Penghasutan di Medsos, Pernyataan Presiden Prabowo Soal Nuklir Iran

BANDUNG - Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat menangkap dua orang terkait unggahan di platform media sosial Threads yang memuat isu mengenai pernyataan Presiden...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan