Jumat, September 25, 2026
Google search engine

Demo Sempat Ricuh, Wabup Maslani Terima Aspirasi Mahasiswa PMII

KARAWANG – Aksi demonstrasi para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan gerbang kantor Pemkab Karawang sempat berlangsung ricuh, Jumat (13/2/2026).

Pendemo yang dijaga ketat aparat kepolisian dan Satpol PP tak diizinkan masuk ke halaman kantor Pemkab Karawang.

Alhasil, pendemo membakar ban bekas, menendang dan mendorong gerbang, hingga sempat terjadi aksi saling dorong saat diredam oleh anggota Satpol PP.

Tetapi setelah sekian lama para pendemo berorasi, akhirnya mereka diterima langsung oleh Wakil Bupati Karawang, H. Maslani untuk menyampaikan aspirasi.

Ketua PMII Cabang Karawang, Mardika mengatakan, bahwa aksi ini menyoroti berbagai persoalan krusial yang hingga kini belum ditangani secara serius. Isu-isu tersebut meliputi kondisi jalan berlubang, penanganan banjir di Karawang, pelayanan kesehatan, fasilitas pendidikan, serta tata kelola infrastruktur daerah.

Berita Lainnya  4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

“Berdasarkan hasil kajian kami, sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan masih berada dalam kategori kurang baik. Pelaksana teknisnya ada di OPD, sehingga kami meminta OPD-OPD ini dirapikan dan diawasi secara serius,” ujar Mardika, dilanskr dari JabarNet.com.

Ia juga menyoroti lemahnya pola perawatan infrastruktur. Menurutnya, perbaikan jalan dan tanggul kerap bersifat reaktif dan baru dilakukan setelah terjadi kerusakan parah atau viral di media sosial.

“Kami tidak ingin perbaikan hanya bersifat momentum. Harus ada perawatan berkala, bukan menunggu ada korban atau sorotan publik,” tegasnya.

Selain itu, PMII turut menyoroti sektor pelayanan kesehatan yang dinilai masih menyulitkan masyarakat, serta pembangunan desa yang dianggap belum menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Berita Lainnya  Ribuan Pelajar di Wamena Aksi Tolak MBG : "Kami Minta Sekolah Gratis"

“Desa adalah pilihan pembangunan. Jangan sampai desa hanya diperhatikan saat momentum politik atau ketika viral. Banyak desa di Karawang yang jumlah penduduknya sudah melebihi ketentuan, tapi belum diiringi penguatan otonomi dan kesejahteraan,” kata Mardika.

Dalam audiensi tersebut, PMII juga menyampaikan kajian awal terkait persoalan tata kelola kota, termasuk penataan kabel semrawut serta penanganan gelandangan dan pengemis. PMII menilai penanganan selama ini masih sebatas penertiban tanpa diiringi program pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Kami tidak menolak penertiban, tetapi pemerintah harus memberikan solusi. Gelandangan dan pengemis perlu diberdayakan, diberikan lapangan pekerjaan, bukan sekadar ditangkap lalu dilepas kembali,” tandasnya.

Berita Lainnya  Dorong Digitalisasi Usaha, GOKAR dan Mentorship 360 Perkuat Database UMKM Karawang

Mardika menyebutkan terdapat sekitar tujuh hingga delapan tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi tersebut.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Karawang dapat menindaklanjutinya secara konkret demi terwujudnya pembangunan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat,” katanya.

Sementara di lokasi terpantau, Wabup Maslani yang didampingi Kepala Baperinda Karawang, Ridwan Salam akhirnya menyetujui dan menandatangani tuntutan pada pendemo.

Meski sempat terjadi kericuhan di aksi demonstrasi ini, tetapi akhirnya para pendemo membubarkan diri dengan tertib, setelah tuntutan mereka diamini Wabup Maslani.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan