Senin, Juli 20, 2026
spot_img

ASN Karawang Malas Ngantor, Lakukan Absensi Fiktif Supaya Gaji dan TPP Gak Dipotong

KARAWANG – Sejumlah Aparatur Negeri Sipil (ASN) di lingkungan Pemkab Karawang kedapatan malas masuk kantor. Supaya gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tak dipotong, beberapa dari mereka kedapatan melakukan absensi fiktif.

Hal ini diungkapkan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, saat apel pagi pegawai yang dilaksanakan di Plaza Pemkab Karawang, Senin (4/8//2025).

“Kabar ini saya terima langsung dari salah satu pegawai yang bertugas di kantor kecamatan. Dia menyebutkan, ada pegawai jarang masuk kerja tetapi tetap mengirimkan absen layaknya masuk kerja,” kata Bupati Aep dengan nada kesel, dilansir dari PikiranRakyat.

Atas temuan itu, Bupati Aep mengaku akan memberikan sanksi tegas terhadap para ASN yang terbukti mengisi absensi fiktif tersebut. Bahkan dirinya tak akan segan memotong TPP yang bersangkutan sesuai aturan yang berlaku.

Berita Lainnya  Sekda Bekasi Akui Kasus Ade Kunang Berpengaruh Terhadap Administrasi Pemerintahan dan Psikologis ASN

“Teknis penjatuhan sanksi bagi ASN nakal itu akan diatur oleh pihak BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia). Yang pasti, kami tidak akan menolerir para ASN yang malas bekerja,” katanya.

Dia juga menyebutkan, saat ini Pemkab Karawang memiliki aplikasi absensi online yang bernama SIAP atau Sistem Informasi Absensi Pegawai. Aplikasi itu bertujuan untuk memantau kehadiran dan aktivitas ASN di lingkungan Pemkab setempat.

“SIAP dapat diakses melalui website dan dapat diunduh di perangkat selular. Para pengguna bisa memakai aplikasi itu untuk melakukan absensi dengan foto selfie dan verifikasi  lokasi GPS,” tutur Aep.

Namun katanya, keandalan sistem absensi tersebut masih saja dimanfaatkan oleh para oknum ASN malas untuk melakukan absensi fiktif. “Sistemnya sudah bagus. Tetapi sebagus apa pun itu, jika mental ASN malas, tetap saja diakalinya,” kata Aep.

Berita Lainnya  Mendagri Serahkan Sanksi Bupati Purwakarta ke Dedi Mulyadi

Bupati Aep menjelaskan, para ASN malas itu diketahui hanya datang seminggu sekali atau bahkan hanya absen sebentar tanpa benar-benar bekerja. Mereka malakukan absensi bukan di lingkungan kantor, tetapi dari rumah orang yang masih terdekteksi GPS.

“Saya sudah menginstruksikan kepada semua pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk aktif melakukan pembinaan terhadap bawahannya masing-masing. Para pimpinan wajib  menekankan kedisiplinan dan kinerja yang seimbang antara hak dan kewajiban,” katanya.

Terancam Dipecat

Terpisah, Sekretaris BKPSDM Karawang Garry Sigit Samrodi mengakui ada sejumlah ASN yang terbukti sering mangkir kerja. Mereka berasal dari berbagai tingkat dan golongan pegawai, bahkan ada juga pejabat eselon IV hingga eselon II.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein, Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Uang Pribadi dan Sekolahkan Anaknya

“Kepadanya telah dijatuhi sanksi adminstratif berupa pemotongan TPP. Bahkan saat ini, kami tengah memproses tujuh ASN yang tidak hadir selama sebulan berturut-turut. Mereka terancam hukuman pemecatan,” ujar Garry.

Dia juga menjelaskan, berdasarkan data tahun lalu, ada uang TPP sebesar Rp 400 juta lebih yang tidak diserahkan kepada ASN, karena yang bersangkutan mangkir kerja.

“Kami sebenarnya prihatin akan hal ini. Dana itu bukan hasil efisiensi tetapi gegara ada sejumlah ASN yang malas bekerja atau malas mengikuti kegiatan pemerintahan,” katanya.***

Sumber : PikiranRakyat

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Motif Tekanan Ekonomi, Oknum Polisi Rampok Toko Emas

ACEH - Tim gabungan Polres Aceh Selatan bersama personel Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh menangkap seorang oknum polisi yang diduga merampok...

Spanyol Rebut Gelar Piala Dunia, Pecahkan Rekor Laju Tak Terkalahkan

East Rutherford - Spanyol merebut gelar juara Piala Dunia 2026 dengan nyaris sempurna. Spanyol melengkapi suksesnya dengan menciptakan rekor baru laju tak terkalahkan terpanjang. La...

Wacana Pemberlakuan SPP di SMA-SMK, KDM : “Cukup dengan Dana BOS”

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi kembali angkat bicara soal wacana pemberlakuan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di SMA-SMK Negeri. Ia menyebut sudah...

Dualisme KADIN Karawang Buat Dunia Usaha dan Industri Jadi Bingung

KARAWANG - Dinamika dualisme kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di Kabupaten Karawang kembali menjadi perhatian publik pada pertengahan Juli 2026. Dalam rentang waktu...

Sahroni Kritik Hotman Paris : “Gak Usah Bawa-bawa Nama Presiden”

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengkritik Hotman Paris, kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Ardiansyah, karena membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto....

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan