Senin, Mei 18, 2026
spot_img

Alami Luka Bakar 63% di Kebakaran SPBE Mustikajaya, Pelajar Meninggal Saat Jalani Perawatan

KOTA BEKASI – Sapta Prihantono, pelajar kelas X jurusan teknik mesin SMK Negeri 15 Kota Bekasi, meninggal setelah mengalami luka bakar serius dalam kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik PT Indogas Andalan Kita di Mustikajaya, Kota Bekasi.

Korban mengembuskan napas terakhir pada Selasa (7/4/2026) usai menjalani perawatan dengan luka bakar mencapai 63 persen.

“Iya, korban atas nama Sapta meninggal. Sedangkan ayah dan saudara almarhum masih dirawat di rumah sakit,” ujar Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan, Rabu (8/4/2026).

Kebakaran terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Saat kejadian, Sapta berada di rumah kontrakan bersama ayah dan ketiga kakaknya yang lokasinya berdekatan dengan area SPBE.

Berita Lainnya  Lapak PKL di Pasar SGC Cikarang Utara Terbakar, 7 Lapak Pedagang Ludes Dilalap Si Jago Merah

Sebelum meninggal, Sapta sempat dirawat di RS Citra Arafiq Bantargebang sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Maka menyebutkan, total lima anggota keluarga Sapta menjadi korban dalam insiden tersebut. Kini, empat anggota keluarga lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Untuk Sapta, satu keluarga yang dirawat lima orang. Karena Sapta meninggal, sisa empat orang. Dua orang dirawat di RSUD Cibitung dan dua lainnya di RS Citra Arafiq,” kata Maka.

Selain Sapta, dua korban lain juga meninggal dunia akibat luka bakar parah, yakni Suyadi dan Djaimun yang merupakan petugas keamanan PT Indogas Andalan Kita.

“Betul. Korban yang meninggal dunia atas nama Suyadi dengan luka bakar 92 persen dan Djaimun dengan luka bakar 97 persen,” kata Maka.

Berita Lainnya  Kecelakaan Maut Berbuntut Penyelidikan Polisi, 31 Saksi Diperiksa

Suyadi meninggal pada Minggu (5/4/2026), sementara Djaimun meninggal pada Senin (6/4/2026).

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengatakan, Pemerintah Kota Bekasi akan memanggil pengelola SPBE untuk meminta pertanggungjawaban terhadap para korban dan bangunan terdampak.

“Besok saya akan komunikasi dengan pemilik SPBE. Kami undang mereka,” ujar Harris.

Ia menilai operasional SPBE harus memenuhi standar, termasuk terkait kerja sama dan pengawasan dari Pertamina.

“Kami akan bahas standar yang harus dipenuhi. Ada beberapa syarat yang akan kami bicarakan dengan Pertamina,” katanya.

Terkait tuntutan warga agar SPBE ditutup, Harris menyatakan hal tersebut masih dalam tahap kajian. Pemerintah Kota Bekasi juga akan mengevaluasi seluruh SPBE yang beroperasi di wilayah tersebut.

Berita Lainnya  Masih Ada Barang Milik Penumpang yang Belum Diambil

“Ini sedang kami kaji. Kami juga sedang mengkaji semua SPBE di Kota Bekasi, total ada empat. Minimal aspek K3 harus diperhatikan karena kami tidak ingin kejadian serupa terulang,” ujarnya.

Selain menimbulkan korban jiwa, kebakaran juga berdampak pada puluhan warga di sekitar lokasi. Setelah dilakukan verifikasi ulang, jumlah kepala keluarga terdampak tercatat sebanyak 39 KK.

“Awalnya ada 47 KK, tetapi setelah diverifikasi menjadi 39 KK. Terdiri dari 35 KK warga Kota Bekasi dan 4 KK warga luar Kota Bekasi,” kata Maka.***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kasus Suap Ade Kunang, Terdakwa Sarjan Divonis 3,3 Tahun Penjara

BANDUNG - Terdakwa penyuap Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kusawara Kunang dan ayahnya HM Kunang, Sarjan terlihat tidak menaiki mobil tahanan setelah menjalani sidang vonis...

MAKI Sentil Pembelaan Nadiem Via Opini Medsos

JAKARTA - Ketua Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengaku penasaran dengan strategi pembelaan hukum yang akan disampaikan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan...

Cabuli Santriwati, Oknum Pimpinan Ponpes di Garut Diamankan Polisi

GARUT - Seorang oknum pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Garut - Jawa Barat, berinisial AN, dipolisikan setelah diduga mencabuli salah seorang santriwati. Saat ini, lelaki...

Jawa Barat Bakal Ganti Nama Jadi Tatar Sunda, ini Penjelasan Pemprov

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa Hari Tatar Sunda yang perayaannya diisi dengan rangkaian kirab budaya mengarak mahkota Binokasih ke berbagai daerah,...

Denda Kelebihan Izin Rp 224,7 Juta Dibayar, KDM Pastikan WNI Terlantar di Libya Bisa Pulang

KARAWANG - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) memastikan empat warga negara Indonesia (WNI) yang terlantar di Libya akhirnya bisa dipulangkan ke Tanah...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan