Senin, Juli 6, 2026
spot_img

PHRI Bekasi Resah Marak Praktik Sewa Apartemen per Jam

BEKASI – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bekasi mengaku resah dengan maraknya praktik sewa per jam di apartemen. PHRI meminta Pemerintah Kota (Pemkot) segera membuat regulasi yang jelas.

Sekretaris PHRI Kota Bekasi, Wahyudi Yuka, mengatakan pihaknya telah mendorong Pemkot Bekasi untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. Namun, hingga kini belum ada kejelasan kebijakan.

“Permasalahan ini sudah kita bahas di rapat kerja cabang PHRI Kota Bekasi. Kita mendorong Pemkot Bekasi untuk menindaklanjuti tetapi sampai saat ini belum ada respons,” kata Wahyudi Yuka saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu (17/12/2025).

Berita Lainnya  Sanema Tour Konsisten Berangkatkan Jamaah Umroh, Dapat Rezeki Upgrade Hotel Gratis di Madinah

Menurut Wahyudi, praktik sewa per jam di apartemen berdampak langsung terhadap industri perhotelan di Kota Bekasi. Alasannya, harga sewa apartemen per jam yang jauh lebih murah, di tengah kondisi okupansi hotel yang sedang menurun.

Ia menilai regulasi sewa per jam apartemen perlu dikaji serius karena berpotensi menambah pendapatan asli daerah (PAD). Menurutnya, satu unit apartemen dapat disewakan hingga tiga kali dalam sehari.

“Kalau satu hari bisa disewa sampai tiga kali, kemudian harga satu unit studio Rp 250.000, itu bisa Rp 750.000 di kali satu tower. itu sudah berapa, itu pendapatan negara yang lolos kan seperti itu. Nah, itu yang harus dilihat dan dikaji pemkot,” ucapnya.

Berita Lainnya  Sanema Tour Konsisten Berangkatkan Jamaah Umroh, Dapat Rezeki Upgrade Hotel Gratis di Madinah

Wahyudi berharap Pemkot Bekasi dapat menginisiasi pertemuan bersama PHRI, pengelola apartemen, dan pengembang untuk merumuskan regulasi yang adil dan berdampak bagi daerah.***

Sumber : BeritaSatu.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein, Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Uang Pribadi dan Sekolahkan Anaknya

BANDUNG - Sambil menunggu sanksi yang akan diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga memanggil Bupati Purwakarta, Saepul...

Kejagung Ungkap Dugaan Keterlibatan Anggota TNI Aktif di Korupsi Program MBG

JAKARTA - Penyidikan kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengungkap adanya dugaan keterlibatan anggota militer aktif yang berdinas di Badan Gizi Nasional (BGN). Direktur...

Usulan Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Menguat

BANDUNG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat memastikan akan menindaklanjuti usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Provinsi Pasundan. Usulan...

Diduga Jadi Korban Peluru Nyasar TNI, Warga Intan Jaya – Papua Tengah Arak Jenazah Ibu Hamil

Seorang ibu hamil bernama Melkiana Dwitau meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya setelah diduga terkena peluru nyasar di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan...

Tuai Banyak Pujian, Luna Maya Bangun Gedung Taman Kanak-kanak di NTT

ARTIS Luna Maya mengunjungi Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu, 1 Juli 2026. Dia ke sana, untuk melakukan peletakan batu pertama...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan