Minggu, Agustus 9, 2026
spot_img

Kejati Jabar Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Tunjangan Perumahan DPRD Bekasi

BEKASI – Kejaksaan Tinggi Jawa Barat memastikan penyidikan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan tunjangan perumahan di lingkungan DPRD Kabupaten Bekasi masih terus bergulir. Meski telah naik ke tahap penyidikan, penyidik belum menetapkan tersangka.

“Tim penyidik masih bekerja. Sabar ya rekan-rekan media, kami pasti sampaikan perkembangannya,” ujar Kepala Kejati Jawa Barat, Hermon Dekristo, dikutip dari suarajabar.id, Rabu (5/11/2025).

Hermon mengatakan, saat ini tim penyidik tengah melengkapi alat bukti dan memperdalam konstruksi perkara yang menyeret para anggota dewan periode berjalan itu.

Berita Lainnya  Yusril Minta Dedi Mulyadi Hentikan Sayembara Buru Begal: "Beresiko Warga Main Hakim Sendiri"

Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan tunjangan perumahan bagi pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bekasi, yang nilainya diduga melebihi ketentuan dan tidak sesuai dengan asas kewajaran belanja daerah.

Belum Ada Tersangka, Kerugian Negara Masih Dihitung

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya, mengatakan penyidik kini fokus mengumpulkan dokumen serta memeriksa sejumlah saksi dari pihak legislatif maupun eksekutif.

“Masih proses. Belum ada penetapan tersangka, dan penghitungan kerugian negara juga belum final. Kami akan ekspos dulu ke Kejaksaan Agung sebelum disampaikan secara resmi,” kata Nur.

Berita Lainnya  Penceramah Kondang di Karawang Gus Haris Ikut Jadi Tersangka Kasus Pemerasan Bupati Pemalang

Ia memastikan Kejati Jabar berhati-hati dalam menangani perkara tersebut, mengingat kasus ini menyangkut penggunaan uang daerah dalam jumlah besar yang bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi.

Kasus ini berawal dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Barat, yang menilai adanya kejanggalan dalam besaran tunjangan perumahan bagi ketua, wakil ketua, dan anggota DPRD Kabupaten Bekasi.

BPK menemukan nilai tunjangan yang diatur dalam Peraturan Bupati Bekasi Nomor 196 Tahun 2022 tidak mencerminkan harga sewa rumah layak di wilayah setempat, sehingga menimbulkan potensi pemborosan dan indikasi penyalahgunaan anggaran.

Berita Lainnya  Motif Tekanan Ekonomi, Oknum Polisi Rampok Toko Emas

Hingga kini, belum ada pejabat maupun anggota dewan yang dimintai keterangan secara terbuka.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Singgung Pembagian ‘Fee’ Saat Live di Medsos, Dedi Mulyadi Minta ASN di Bandung Barat Diberi Sanksi Tegas

BANDUNG - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus PPPK di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berinisial IYV memicu kontroversi setelah melakukan siaran langsung (live) di...

MUI Haramkan Pria Memakai Pakaian Wanita Saat Karnaval Agustusan

JAKARTA - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,...

Diduga Korban Perampokan, Ibu dan Anak Tewas Tragis dalam Kondisi Terikat

LANDAK - Warga digegerkan oleh penemuan jasad seorang ibu dan anak balitanya di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak,...

Polda Jabar Tangkap 2 Orang Terduga Penghasutan di Medsos, Pernyataan Presiden Prabowo Soal Nuklir Iran

BANDUNG - Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat menangkap dua orang terkait unggahan di platform media sosial Threads yang memuat isu mengenai pernyataan Presiden...

Ratusan Senjata Api, Narkoba hingga VCD Porno Ditemukan di Ruangan Sekolah Swasta di Jaksel

JAKARTA - Sebanyak 995 senjata api (senpi) ditemukan di sebuah ruangan sekolah swasta wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan