Rabu, Juli 8, 2026
spot_img

Telan Rp 250 Miliar, RSUD Rengasdengklok Siap Beroperasi

KARAWANG | OPINIPLUS.COM | – Menelan anggaran hingga Rp 250 miliar, proyek pembangunan RSUR Rengasdengklok dinyatakan rampung 100%. Dan rumah sakit ini dijadwalkan mulai beroperasi tahun 2025.

Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Karawang, Neni Rosnani menyampaikan, bahwa selama masa pemeliharaan, pihak penyedia jasa bertanggung jawab untuk memperbaiki segala kerusakan yang mungkin terjadi.

“Proyek ini sedang dalam masa pemeliharaan selama satu tahun. Jika ditemukan kebocoran atau kerusakan lainnya, penyedia jasa harus segera melakukan perbaikan,” ujar Neni, Selasa (14/1/2025).

Berita Lainnya  Terima Uang Rp20 Juta Terkait Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM Abdi Maludin

Neni menjelaskan, persiapan operasional RSUD Rengasdengklok juga terus dilakukan, termasuk pengadaan peralatan medis dan perekrutan tenaga kesehatan.

“Kami tengah mempersiapkan kebutuhan operasional, seperti pengadaan barang dan perekrutan pegawai, agar rumah sakit dapat berfungsi optimal,” jelasnya.

Dirancang sebagai Rumah Sakit Tipe C

RSUD Rengasdengklok dirancang sebagai rumah sakit Tipe C yang memenuhi standar pelayanan Kementerian Kesehatan. Fasilitas unggulan yang akan tersedia meliputi poli penyakit dalam, poli bedah, dan poli anak.

Berita Lainnya  Kesal Banyak Botol Minol Berserakan, ini Aksi Protes Tak Biasa Warga Tuparev Karawang

“Dengan layanan tersebut, kami berharap RSUD Rengasdengklok mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kata Neni.

Ia menambahkan, pembangunan rumah sakit ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat Rengasdengklok dan sekitarnya.

“Kami optimis kehadiran RSUD Rengasdengklok dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan mempermudah akses layanan kesehatan,” tutupnya.

Diharapkan RSUD Rengasdengklok tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur kesehatan di Karawang, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang lebih baik.***

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Khawatir Ganggu Nilai Pluralisme, Tokoh Masyarakat ini Tak Setuju Jika Nama Jawa Barat Diganti dengan Tatar Sunda

KARAWANG - H. Toto Suripto, tokoh masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengaku tidak setuju jika nama Provinsi Jawa Barat dirubah menjadi Tatar Sunda. Dikatakan Toto,...

Soal Usulan Pergantian Nama Jawa Barat, Seluruh Fraksi DPRD Jabar Beri ‘Lampu Hijau’

BANDUNG - Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Tatar Sunda memasuki babak baru setelah seluruh fraksi di DPRD resmi memberikan lampu hijau...

Dugaan Pungli Pasar Bantargebang, Kejari Kota Bekasi Segera Periksa Kepala Disdagperin

KOTA BEKASI – Penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) pengadaan dan pengelolaan fasilitas Pasar Bantargebang terus terus berjalan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi kini...

Dulu Puji-puji dan Berlindung di Ketiak Dedi Mulyadi, Sekarang Lurah Jujun Serang Balik

KARAWANG - Siapa yang tidak tahu kedekatan antara Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan Lurah Jujun atau Kades Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,...

Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein, Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Uang Pribadi dan Sekolahkan Anaknya

BANDUNG - Sambil menunggu sanksi yang akan diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga memanggil Bupati Purwakarta, Saepul...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan