Minggu, Juli 26, 2026
spot_img

Natala Sumedha : Tidak Boleh Ada Kenaikan Pajak Lahan Pertanian di Karawang

KARAWANG – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Karawang Natala Sumedha SE.AK. menanggapi serius ramainya perbincangan publik menyoal rencana akan naiknya tarif pajak bumi dan bangunan (PBB) di Kabupaten Karawang pada awal tahun 2026 mendatang.

Sekretaris Komisi II DPRD Karawang dan anggota Badan Anggaran DPRD Karawang itu menyebut, dalam upaya melindungi petani dari keterpurukan situasi ekonomi saat ini, pada rapat finalisasi KUA PPAS Badan Anggaran DPRD Karawang telah ditegaskan oleh Natala agar tidak boleh ada kenaikan pajak lahan pertanian di Karawang pada bulan Januari 2026.

“Salah satu bentuk perlindungan terhadap petani adalah juga melindunginya dari sektor pajak, bukan hanya bicara soal pupuk, soal tanah ataupun soal air , namun soal sektor pajaknya pun harus pula dilindungi,” tegas Natala dalam RDP bersama Serikat Petani Karawang. Jum’at siang 3/10/2025.

Berita Lainnya  Diduga Soal Perbuatan Asusila, Kadishub Karawang Dilaporkan ke BKN

Legislator PDI Perjuangan dari Dapil 1 ini menegaskan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga penting untuk diberi support anggaran dan dipertimbangkan, ada yang naik dan ada yang tidak naik.

Menurut Natala, Komisi II DPRD Karawang sudah minta kepada Bapenda agar tidak ada kenaikan pajak di lahan pertanian dan ini sudah jelas serta clear.

“Kalau industri wajar pajaknya naik, karena kita juga butuh uang dan banyak yang NJOP nya yang hari ini masih kecil. Bayangkan ketika ada industri yang NJOPnya ada dibawah lahan pertanian, makanya kita minta naik itu, karena kita juga butuh uang,” sambungnya.

Kalaupun pemerintah pusat tidak support terhadap petani kita, Lanjut Natala, namun melalui APBD II kita support perlindungan petani melalui asuransi, ia juga mengingatkan agar petani Karawang dapat memastikan sawah yang dikerjakannya adalah sawah miliknya sendiri.

Berita Lainnya  Dualisme KADIN Karawang Buat Dunia Usaha dan Industri Jadi Bingung

“Jangan kerja di sawah yang bukan milik sendiri,” kata Natala seiring menyebut di Karawang ada beredar beras Cianjur, pajaknya tidak masuk ke Karawang dan pemilik sawahnya bukan orang Karawang.

Pajak Sawah 3 hektar ke bawah gratis

Menyikapi rencana kenaikan PBB Kabupaten Karawang di tahun 2026 mendatang, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Karawang, Sahali Kartawijaya dalam keterangannya di RDP Komisi II bersama Setakar menjelaskan, kenaikan PBB tahun 2026 bukan untuk area pertanian.

”Tidak ada kenaikan PBB pertanian, jikalau ada nantinya akan dilakukan subsidi silang digali dari industri mengevaluasi Perda 17 tahun 2023 sesuai instruksi Kemendagri yang mengharuskan dilakukannya satu tarif/single tarif berkode 025 untuk industri, untuk pertanian yang buku 123 itu tidak ada kenaikan PBB. kalaupun ada yang nilainya naik akan menggunakan perumusan NJKP dengan pengurang 20 persen sampai 100 persen, intinya untuk tahun 2025-2026 tetap nol, tetap sama,” papar Sahali Kartawijaya pada Jumat (3/10) siang.

Berita Lainnya  Viral! Bayi ini Diberi Nama Muhammad MBG Subianto

Sahali menjelaskan, Bupati Karawang melalui Peraturan Bupati nomor 15 tahun 2024, membebaskan kewajiban pembayaran PBB) untuk lahan sawah 3 hektar ke bawah.

“Soal ini akan dievaluasi setiap 3 tahun, guna memastikan keberadaan lokasi sawah itu, apakah tempat itu masih sawah ataukah telah berubah.” Pungkas Sahali seraya menegaskan bahwa Bapenda Kabupaten Karawang terhitung sejak tahun 2021 lalu sudah tidak lagi terima pembayaran langsung dari tangan petugas desa.***

Artikel ini telah tayang di Gesuri.id : https://www.gesuri.id/pemerintahan/natala-sumedha-tidak-boleh-ada-kenaikan-pajak-lahan-pertanian-karawang-tahun-2026-b2nvGZYSD

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

1 Orang Tewas, Polisi Ungkap Penyebab Bentrokan Massa di Jakarta Pusat, Benarkah Gegara Makan Nasi Uduk Gak Bayar?

JAKARTA - Polisi menyebut bentrokan pecah antara warga dan sekelompok orang di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), akibat salah paham. Kapolres Metro Jakarta...

Karawang Jadi Wilayah Tujuan Pengemis, Penghasilan Bisa Sampai Rp 150 Ribu per Hari

KARAWANG - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyebut Karawang kini menjadi tujuan aktivitas gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen dari berbagai daerah karena...

Polisi Selidiki Misteri Tewasnya Sutrimo, Mantan Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

JAKARTA - Polda Metro Jaya menyatakan tengah menyelidiki penyebab kematian pria bernama Sutrimo. Ia diduga merupakan mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda...

Kebakaran Hebat Hanguskan 70 Rumah Adat di Sukabumi

SUKABUMI - Kebakaran meratakan permukiman di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kabupaten Sukabumi. Total 70 rumah di lokasi ludes terbakar. Laporan kebakaran itu terjadi...

Febri Diansyah Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

JAKARTA - Eks Juru Bicara KPK, Febri Diansyah bertindak sebagai Kuasa Hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah pada kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan