Rabu, Mei 6, 2026
spot_img

Program Pemprov Jabar Sudah Selaras dengan Arahan Presiden Prabowo

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT RI ke-80 dari Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (15/8/2025).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menuturkan bahwa pemerintah sudah berhasil membangun dan membuka sekolah rakyat bagi masyarakat berpenghasilan sangat rendah. Hal ini bertujuan untuk memperkuat sektor pendidikan. Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran.

KDM –sapaan Gubernur Dedi– menuturkan bahwa program-program Pemda Provinsi Jabar sudah sejalan dengan arahan Presiden Prabowo dalam Pidato Kenegaraan.

Berita Lainnya  Wakil Wali Kota Bekasi Desak SPBE Segera Ganti Rugi Korban Terdampak Kebakaran

“Persoalan bagaimana meningkatkan kualitas petani, kualitas nelayan, infrastruktur, pendidikan, mendorong pertumbuhan ekonomi, memacu pertumbuhan industri, kemudian melakukan realokasi pembiayaan pemerintah provinsi. Kita sudah menjalankan itu semua,” ucap KDM.

“Jadi saya cukup senang, apa yang kita kerjakan selaras dengan apa yang diinginkan oleh Presiden,” imbuhnya.

Terkait bidang kesehatan, khususnya di Kabupaten Subang, KDM mengungkapkan pihaknya sudah mendorong Pemda Kabupaten Subang untuk membangun rumah sakit di wilayah Subang bagian utara.

Berita Lainnya  DPMPTSP Bekasi Hadirkan Layanan Publik 'Aplikasi Satu Pintu'

Hal tersebut karena letak geografis perbatasan Subang dengan Purwakarta lebih memungkinkan warga Subang bagian utara untuk mendapatkan layanan kesehatan di wilayah Purwakarta, yang notabene lebih dekat.

“Jadi sebenarnya pada letak geografisnya saja, ke Purwakarta rumah sakitnya banyak, lebih dekat. Kemudian saya sudah mendorong Bupati Subang untuk segera membangun rumah sakit di utara,” papar KDM.

KDM juga meminta Pemda Kabupaten Subang untuk memperkuat layanan rawat inap di puskesmas, sehingga masyarakat yang sakit ringan bisa ditangani lebih awal dan cepat.

Berita Lainnya  Kepala SPPG Bisa Dijerat Hukum, Jika...?

“Setelah itu, agar didorong juga unit puskesmas rawat inapnya harus diperkuat, sehingga kalau sakitnya masih sakit dalam atensi yang rendah, itu cukup dirawat di puskesmas rawat inap, tidak perlu ke rumah sakit,” jelasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Modus Proyek Nasi Kotak Fiktif, Oknum ASN Kesbangpol Subang Ditetapkan Tersangka

SUBANG - Oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Subang berinisial MR (56) ditangkap polisi setelah melakukan penipuan proyek fiktif terhadap warga Jakarta. MR, pria yang...

Kakek Bejat di Subang Cabuli 4 Cucu Tiri Sejak Tahun 2012

SUBANG - HT (66), seorang kakek di Kabupaten Subang - Jawa Barat terpaksa diringkus polisi, karena diduga melakukan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap...

Ade Armando, Abu Janda hingga Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim

JAKARTA - Aliansi gabungan 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam melaporkan Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Grace Natalie ke Bareskrim Polri. Laporan itu...

Ramai Sepatu Rp 700 Ribu untuk Sekolah Rakyat, Gus Ipul: ‘Sudah Melalui Prosedur…’

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pengadaan sepatu Rp 700 ribu untuk sekolah rakyat telah melalui prosedur yang sesuai....

Ashari, Pelaku Kekerasan Seksual Puluhan Santriwati Ngaku Wali dan Keturunan Nabi

KASUS dugaan kekerasan seksual terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah. Pengacara korban, Ali Yusron, mengatakan setidaknya ada 50 santriwati yang diduga...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan