Kamis, Mei 7, 2026
spot_img

Ibu-ibu Tak Kuasa Menahan Tangis Saat Anaknya Dibawa ke Barak Militer

SUBANG – Sebanyak 50 siswa SMP/MTs di Kabupaten Subang, hari Senin(23/6/2025) mulai dikirim ke Barak Lanud Suryadarma.

Puluhan siswa ini akan menjalani pendidikan Karakter selama 10 hari ke depan.

Keberangkatan 50 siswa tersebut langsung dilepas oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, dan Bupati Subang Reynaldy serta para orangtua siswa.

Terlihat para orangtua sebagian besar menangis meneteskan air mata saat melepas anaknya ke barak menggunakan truk militer Lanud Suryadarma Kalijati.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan pengiriman siswa SMP yang bermasalah ke barak militer untuk pembinaan karakter. Program ini bekerja sama dengan TNI dan melibatkan siswa yang dianggap sulit dibina atau terlibat masalah seperti tawuran dan narkoba, serta bolos sekolah

“Untuk 50 siswa SMP di Subang ini Pembinaan berlangsung selama 10 hari  di barak militer Lanud Suryadarma dan bertujuan untuk mengubah perilaku siswa,” kata Dedi Mulyadi.

Tadi seperti sempat saya tanya para siswa ini, mereka ternyata senang tawuran merokok, bolos, melawan orangtua, dan main game online hingga malas sekolah.

“Kepribadian buruk siswa ini di Barak nanti akan diubah agar anak lebih disiplin dan bertanggungjawab demi masa depan anak yang lebih baik, kalau dibiarkan terus tidak dibina karakternya, kasian anak-anak ini nanti masa depannya tak jelas,” ungkapnya.

Berita Lainnya  Bupati Aep Warning Kepsek: Jangan Ada Penyimpangan Dana BOS

“Jadi para orangtua tak usah khawatir percayakan sepenuhnya kepada TNI yang akan membina mereka menjadi anak yang lebih baik dan disiplin,” imbuhnya.

Bupati Subang Reynaldy kepada mengatakan, Hari ini Kabupaten Subang mulai mengirimkan siswa untuk menjalani pendidikan Karakter ke Barak militer Lanud Suryadarma Kalijati.

” Hari ini untuk gelombang pertama, sebanyak 50 siswa kita kirim ke Barak Lanud Suryadarma untuk menjalani pendidikan Karakter selama 10 hari,” ujar Reynaldy, Senin(23/6/2026) pagi.

Pengiriman 50 siswa setingkat SMP ini sudah mendapatkan persetujuan dari para orangtua dan juga Anak-anak sendiri.

“Tidak ada paksaan untuk pendidikan karakter ini, para orangtua dan anak-anak dengan senang hati ingin mengikuti pendidikan karakter tersebut,” katanya.

Puluhan siswa ini nantinya akan diberikan pembinaan tentang disiplin dan pendidikan karakter wawasan kebangsaan di Barak Lanud Suryadarma Kalijati Subang selama 10 hari.

” Para siswa ini umumnya mengalami permasalahan kepribadian dan disiplin mulai dari sering bolos, tawuran merokok, nongkrong bolos di pemakaman, main game online hingga sering melawan kepada orangtua,” tuturnya.

Berita Lainnya  SDN Wanasari 01 Cibitung Laksanakan TKA Perdana dengan Sistem Berbasis Teknologi

Bupati Subang Reynaldy berharap, setelah menjalani pendidikan karakter para siswa ini bisa hidup lebih baik disiplin dan tanggungjawab.

“Semoga mereka jadi anak yang hebat tanggung jawab dan disiplin setelah menjalani pendidikan Karakter. Karena mereka ini generasi penerus bangsa harus punya massa depan yang lebih baik,” harapnya.

Sementara itu perwakilan orangtua mengharapkan Anak-anak ini yang umumnya masih kelas 7 dan 8 bisa lebih disiplin dan tanggung jawab akan dirinya demi masa depannya yang lebih baik.

“Tentunya saya selaku orangtua berharap anak saya setelah mengikuti pendidikan karakter ini bisa lebih disiplin dan tanggung jawab, tidak melawan sama orangtua,” ujar Eli Hayati salah seorang Orangtua siswa yang anaknya dikirim ke Barak Militer Lanud Suryadarma.

Permasalah anak saya ini memang kurang disiplin dan malas tidak punya semangat untuk sekolah.

“Dia sering melawan ke orangtua, minta jajan tidak boleh kurang seribu rupiah pun, kalau dia minta 20 ribu ya harus 20 ribu gak boleh kurang jadi sedikit memaksakan gak bisa lihat keadaan orangtua, semua keinginannya harus dituruti, kalau gak dituruti ya marah dan melawan ke orangtua,” ungkap Eli Hayati.

Berita Lainnya  Pertama di Indonesia, Kabupaten Bekasi Bentuk Satgas Perlindungan Guru

Dikatakan Eli Pengiriman anaknya yang sekolah di SMPN 1 Purwadadi tersebut ke barak ini atas dasar inisiatif saya sendiri dan anak saya juga setuju.

“Awalnya dia sedikit gelisah, namun saya kasih pemahaman bahwa di barak itu bukan mau disiksa atau jalani pendidikan militer tapi untuk pendidikan karakter disiplin dan banyak teman juga. Dan lama-lama dia ngerti dan seolah tak sabar ingin segera ke barak, suka nanyain kapan ke baraknya,” katanya.

Lanjut Eli, dia mengaku senang dan sekaligus sedih mengantar keberangkatan anaknya menuju Barak Militer Lanud Suryadarma.

“Jujur saya sangat sedih banget mengantar kepergian anak saya untuk jalani pendidikan militer Ke Lanud Suryadarma. Tapi ini semua saya lakukan untuk kebaikan anak saya ke depan agar memiliki kepribadian yang disiplin dan tanggung jawab demi masa depannya yang lebih baik,” ucapnya, sambil meneteskan air mata.(Sumber : TribunJabar)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Modus Proyek Nasi Kotak Fiktif, Oknum ASN Kesbangpol Subang Ditetapkan Tersangka

SUBANG - Oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Subang berinisial MR (56) ditangkap polisi setelah melakukan penipuan proyek fiktif terhadap warga Jakarta. MR, pria yang...

Kakek Bejat di Subang Cabuli 4 Cucu Tiri Sejak Tahun 2012

SUBANG - HT (66), seorang kakek di Kabupaten Subang - Jawa Barat terpaksa diringkus polisi, karena diduga melakukan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap...

Ade Armando, Abu Janda hingga Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim

JAKARTA - Aliansi gabungan 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam melaporkan Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Grace Natalie ke Bareskrim Polri. Laporan itu...

Ramai Sepatu Rp 700 Ribu untuk Sekolah Rakyat, Gus Ipul: ‘Sudah Melalui Prosedur…’

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pengadaan sepatu Rp 700 ribu untuk sekolah rakyat telah melalui prosedur yang sesuai....

Ashari, Pelaku Kekerasan Seksual Puluhan Santriwati Ngaku Wali dan Keturunan Nabi

KASUS dugaan kekerasan seksual terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah. Pengacara korban, Ali Yusron, mengatakan setidaknya ada 50 santriwati yang diduga...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan