Minggu, September 13, 2026
spot_img

Rekening Bank untuk 200 Juta Warga, Sulit Lawan Prabowo di Pemilu 2029

JAKARTA – Lawan politik Presiden Prabowo Subianto perlu menyiapkan strategi baru bila ingin bertarung pada Pilpres 2029.

Pasalnya Prabowo baru saja mengeluarkan senjata terbaru dan teranyar yang lebih dahsyat dari Program Makan Bergizi (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Prabowo akan membuatkan rekening bank untuk 200 juta warga,” kata Aktivis Media Sosial, Rosadi Jamani, dikutip Sabtu 12 September 2026.

Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan kebijakan pembukaan rekening bank massal bagi sekitar 200 juta penduduk melalui Bank Rakyat Indonesia dan Bank Syariah Indonesia.

Berita Lainnya  Askun : "BTN Tak Perlu Kebakaran Jenggot, karena yang Diburu Kejaksaan Adalah Oknum yang Rugikan Negara"

Anggarannya sekitar Rp11 triliun dari APBN. Saldo awalnya Rp50.000 hingga Rp80.000 per rekening dan uang tersebut bisa langsung ditarik.

Syaratnya juga keren. WNI berusia 17 tahun ke atas atau yang baru mendapatkan KTP akan otomatis memiliki rekening setelah data NIK dari Dukcapil dipadankan dengan sistem Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Bagi yang sudah punya rekening di bank lain, datanya akan dikonsolidasikan agar semuanya terintegrasi secara nasional,” kata Rosadi.

Berita Lainnya  Mengecam Pernyataan Nusron Wahid, Petani Karawang Desak RUU Reforma Agraria Segera Disahkan

Masalahnya, kondisi masyarakat memang sedang tidak sederhana. Harga kebutuhan pokok mahal, lapangan kerja susah, dan ekonomi belum kunjung terasa membaik.

Belum lagi kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto juga anjlok. Poltracking mencatat 78,1 persen pada Oktober 2025, lalu menjadi 55,1 persen pada Agustus 2026. ASI pada Juli 2026 mencatat 57,6 persen, Tempo Data Science 37 persen, dan SMRC 51,1 persen.

“Rakyat sebenarnya tidak hanya membutuhkan rekening. Rakyat membutuhkan pekerjaan, penghasilan, harga kebutuhan masuk akal, dan ekonomi benar-benar terasa membaik,” pungkas Rosadi.***

Berita Lainnya  Kejari Karawang Kembali Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Penyaluran KPR

Sumber : rmol.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tidak Terafiliasi dengan Ormas, Polisi Ungkap Motif 3 Pelaku Pengeroyokan Bambang Setiawan

JAKARTA - Polisi mengungkap motif tiga tersangka pengeroyok pedagang kaca Bambang Setiawan hingga tewas di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 27 Agustus lalu. Dirreskrimum Polda Metro...

IWOI Karawang Gelar Doa Bersama dan Renungan untuk Keselamatan Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak

KARAWANG - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang, Jawa Barat, menggelar doa bersama dan renungan untuk keselamatan 5...

Tunjukan Bukti Surat Penghentian Praktik Joki, Kuasa Hukum Tersangka VY Bantah ‘Mensrea’

KARAWANG - Tim Penasihat Hukum tersangka VY, mantan Direktur Utama PT BAS, mengapresiasi langkah Kejaksaan Negeri Karawang yang kembali menetapkan dua tersangka baru dalam...

Kejagung Pamerkan Tumpukan Duit Rp 1 Triliun Lebih Korupsi Pemanfaatan Kawasan Hutan Lampung

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) memamerkan tumpukan uang senilai lebih dari Rp 1 triliun dan USD 166 ribu yang disita dari hasil dugaan korupsi...

Kejari Karawang Kembali Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Penyaluran KPR

KARAWANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang kembali menetapkan dua tersangka baru dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan