Senin, Agustus 17, 2026
spot_img

Di Hadapan Kepala BGN, Korban Keracunan ini Menangis dan Ngaku Trauma ‘Ogah’ Makan MBG Lagi

KASUS keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa hingga 353 siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, memicu kemarahan publik setelah para orang tua meluapkan amarah langsung di hadapan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026 ini menyebabkan banyak siswa mengalami trauma mendalam hingga menolak mengonsumsi makanan dari program pemerintah tersebut.

Ratusan pelajar dari lima sekolah di Berastagi dan Kabanjahe mengalami mual, muntah, kulit memerah, mual, hingga sesak napas akut. Satu siswa bahkan harus dirawat intensif di ruang ICU RS Haji Medan.

Berita Lainnya  Sempat Buntu di Babak Pertama, Timnas Indonesia Akhirnya Taklukan Timor Leste 3 : 0

Kemarahan di Depan Kepala BGN

Tangis dan amarah seorang ibu pecah saat menemui Kepala BGN Sudaryono di rumah sakit. Ibu tersebut berteriak mempertanyakan kandungan racun di dalam makanan yang membahayakan nyawa anaknya. Termasuk salah satu korban yang mengaku trauma dan tidak mau lagi mengkonsumsi MBG.

Karena akibat efek fatal seperti kejang dan sesak napas, para siswa mengaku takut dan trauma untuk kembali memakan menu MBG dan memilih membawa bekal sendiri dari rumah.

Berita Lainnya  Warga dan Siswa di Papua Diduga Keracunan Setelah Konsumsi MBG

Berdasarkan investigasi awal dari Badan Gizi Nasional, insiden dipicu oleh kelalaian fatal pada pengelolaan bahan baku di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sebanyak 200 hingga 300 ekor ikan dencis/tongkol dibiarkan di suhu ruangan selama lebih dari 12 jam tanpa pendingin sebelum dimasak.

Kelalaian penyimpanan ikan basah di suhu ruang memicu pembusukan cepat yang menghasilkan zat beracun, menyebabkan gejala alergi instan seperti mulut gatal, getir, dan sesak napas pada siswa.

Merespons kelalaian yang mengancam nyawa ini, Kepala BGN Sudaryono mengambil langkah administratif yang agresif berupa penutupan dapur.

Berita Lainnya  Sidang Perdana Dugaan Penganiayaan oleh Anggota DPRD Bekasi, JPU Bacakan Surat Dakwaan

Operasional dapur SPPG Berastagi langsung disegel dan dihentikan sementara.

Kepala SPPG Karo Berastagi juga dicopot dari jabatannya dan diajukan pemecatan status ASN-nya ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

BGN menegaskan kepada seluruh pengelola dapur di Indonesia untuk mundur jika tidak mampu bekerja ekstra hati-hati.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Videonya Viral di Medsos, Transpuan ini Tantang Pelaku Duel Satu Lawan Satu

PERISTIWA video viral kericuhan dan aksi kejar-kejaran di Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, pada Minggu malam, 9 Agustus 2026, aksi yang melibatkan sekelompok pemuda...

Bukan Pengupas Bawang, Tetapi Penjahit

SELAMA beberapa hari terakhir ini publik heboh memperbincangkan salah satu materi pidato presiden tentang pengupas bawang bergaji Rp700 ribu per kilogram. Diskusi ini berawal...

Peringatan Hari Damai Aceh Berujung Ricuh, Massa Kibarkan Bendera Bulan Bintang, Polisi Tembakan Gas Air Mata

ACEH - Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), berakhir ricuh. Agenda doa tolak bala dan zikir akbar yang...

Bobby Nasution Jenguk Siswa Korban Keracunan MBG yang Kondisinya Parah

MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjenguk salah seorang siswa SMK Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, yang menjadi korban dugaan keracunan Makan Bergizi...

Bukan Hanya 269 Siswa di Karo, 45 Siswa di Kota Dumai juga Keracunan MBG

RIAU - Bukan hanya 269 siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dugaan keracunan menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) juga terjadi di Kota Dumai...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan