KASUS keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa hingga 353 siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, memicu kemarahan publik setelah para orang tua meluapkan amarah langsung di hadapan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026 ini menyebabkan banyak siswa mengalami trauma mendalam hingga menolak mengonsumsi makanan dari program pemerintah tersebut.
Ratusan pelajar dari lima sekolah di Berastagi dan Kabanjahe mengalami mual, muntah, kulit memerah, mual, hingga sesak napas akut. Satu siswa bahkan harus dirawat intensif di ruang ICU RS Haji Medan.
Kemarahan di Depan Kepala BGN
Tangis dan amarah seorang ibu pecah saat menemui Kepala BGN Sudaryono di rumah sakit. Ibu tersebut berteriak mempertanyakan kandungan racun di dalam makanan yang membahayakan nyawa anaknya. Termasuk salah satu korban yang mengaku trauma dan tidak mau lagi mengkonsumsi MBG.
Karena akibat efek fatal seperti kejang dan sesak napas, para siswa mengaku takut dan trauma untuk kembali memakan menu MBG dan memilih membawa bekal sendiri dari rumah.
Berdasarkan investigasi awal dari Badan Gizi Nasional, insiden dipicu oleh kelalaian fatal pada pengelolaan bahan baku di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sebanyak 200 hingga 300 ekor ikan dencis/tongkol dibiarkan di suhu ruangan selama lebih dari 12 jam tanpa pendingin sebelum dimasak.
Kelalaian penyimpanan ikan basah di suhu ruang memicu pembusukan cepat yang menghasilkan zat beracun, menyebabkan gejala alergi instan seperti mulut gatal, getir, dan sesak napas pada siswa.
Merespons kelalaian yang mengancam nyawa ini, Kepala BGN Sudaryono mengambil langkah administratif yang agresif berupa penutupan dapur.
Operasional dapur SPPG Berastagi langsung disegel dan dihentikan sementara.
Kepala SPPG Karo Berastagi juga dicopot dari jabatannya dan diajukan pemecatan status ASN-nya ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).
BGN menegaskan kepada seluruh pengelola dapur di Indonesia untuk mundur jika tidak mampu bekerja ekstra hati-hati.***










