Selasa, September 15, 2026
spot_img

Peringatan Hari Damai Aceh Berujung Ricuh, Massa Kibarkan Bendera Bulan Bintang, Polisi Tembakan Gas Air Mata

ACEH – Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), berakhir ricuh. Agenda doa tolak bala dan zikir akbar yang sejak pagi diikuti ribuan warga dari berbagai daerah di Provinsi Aceh berubah menjadi bentrokan setelah sebagian massa mengibarkan bendera bulan bintang dan hendak memasangnya di salah satu tiang di kompleks masjid.

Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Massa datang ke Masjid Raya Baiturrahman untuk mengikuti doa dan zikir akbar dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh yang diperingati setiap 15 Agustus.

Namun, di tengah berlangsungnya kegiatan, sejumlah massa mulai mengibarkan bendera berwarna merah, hitam, dan putih dengan lambang bulan bintang yang identik dengan simbol perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Situasi kemudian memanas ketika sebagian massa dari sejumlah elemen masyarakat hendak memasang bendera bulan bintang pada salah satu tiang di kompleks Masjid Raya Baiturrahman.

Kericuhan pecah. Massa melemparkan batu ke arah petugas keamanan, sementara aparat merespons dengan tembakan ke udara dan gas air mata.

Bentrok tersebut turut berdampak pada kendaraan yang berada di sekitar lokasi. Beberapa sepeda motor yang terparkir di samping masjid mengalami kerusakan akibat lemparan batu hingga terbakar.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kericuhan sempat mereda sekitar pukul 12.00 WIB, menjelang salat Zuhur. Namun, situasi kembali memanas setelah salat Zuhur.

Berita Lainnya  Purbaya Dicopot dari Jabatannya Saat Rapat Bersama Komite IV DPD RI, Digantikan Suahasil Nazara

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, sempat menemui massa aksi di lokasi kejadian. Tak lama berselang, massa mulai bergerak ke arah Markas Kodim 0101/KBA.

Pergerakan massa tersebut kembali diwarnai ketegangan. Aparat TNI sempat melepaskan tembakan menggunakan senjata laras panjang ke udara.

Di tengah situasi tersebut, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, berharap agar kondisi Aceh tetap aman dan kondusif. Ia mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah ada massa aksi yang ditangkap.

“Semoga Aceh ini pada Hari Damai Aceh, tetap aman dan kondusif. Belum tahu terkait adanya massa aksi yang diamankan,” kata Joko kepada awak media.

Ia menyebut kepolisian masih menunggu data yang valid sebelum memberikan informasi lebih lanjut.

“Data ini kami belum tahu ya. Nanti aja kalau sudah valid semua, nanti kami baru informasikan. Itu aja, makasih. Intinya, Aceh tetap aman, damai, dan kondusif,” tegasnya.

Dari Zikir hingga Munculnya Petisi 10 Tuntutan

Di balik kericuhan tersebut, massa yang berkumpul di Masjid Raya Baiturrahman membawa sejumlah tuntutan yang dituangkan dalam Petisi Bangsa Aceh.

Petisi tersebut memuat 10 poin tuntutan yang diketahui oleh koordinator Acara, TGK. Muslim At-Thahiry. Isinya mulai dari persoalan syariat Islam, aset daerah, ekonomi, hingga isu politik internasional dan HAM.

Berita Lainnya  Kejagung Pamerkan Tumpukan Duit Rp 1 Triliun Lebih Korupsi Pemanfaatan Kawasan Hutan Lampung

Pada poin pertama, massa mendesak semua pihak, khususnya aparat penegak hukum yang terdiri dari TNI, Polri, dan Kejaksaan, agar menghormati, menghargai, dan berkomitmen terhadap pelaksanaan syariat Islam secara kaffah serta tunduk dan patuh pada Qanun, Fatwa, dan Tausiyah Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

Poin kedua dan ketiga berkaitan dengan persoalan sosial dan keagamaan. Massa mendesak pembuatan Qanun media sosial berbasis syariat Islam untuk menolak LGBT, HIV/AIDS, PSK, judi, dan game online. Mereka juga meminta penguatan kembali lembaga Wilayatul Hisbah di bawah Dinas Syariat Islam.

Pada poin keempat, massa menuntut pemerintah pusat mengembalikan Tanah Waqaf Blang Padang kepada Masjid Raya Baiturrahman tanpa syarat.

Sementara poin kelima dan keenam berkaitan dengan ekonomi dan infrastruktur. Massa mendesak penghentian eksploitasi sumber daya alam, termasuk migas dan emas, serta pungutan liar.

Mereka juga menuntut pembatalan pipa gas Andaman ke Pulau Jawa agar gas tersebut dialihkan untuk masyarakat Aceh.

Selain itu, massa meminta pemerintah segera memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana hidrometeorologi.

Poin ketujuh berisi ajakan kepada seluruh elemen masyarakat Aceh, mulai dari ulama, tokoh masyarakat, hingga pemuda, untuk bersatu mendukung syariat Islam serta gerakan amar makruf-nahi mungkar.

Sedangkan poin kedelapan, kesembilan, dan kesepuluh menyentuh persoalan politik internasional dan HAM.

Berita Lainnya  Giliran Ratusan Siswa dan Guru di MAN 2 Rembang yang Keracunan MBG

Massa mendesak PBB dan dunia internasional mengembalikan status berdaulat Aceh (status quo ante bellum), mengadili pelanggaran HAM berat oleh negara ke Mahkamah Pidana Internasional, serta meminta PBB menyelenggarakan hak menentukan nasib sendiri (self-determination right) jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

Massa Bertahan hingga Sore Hari

Meski kericuhan terjadi beberapa kali, massa masih memadati area Masjid Raya Baiturrahman hingga sore hari.

Mengutip Antara, salah seorang peserta zikir, M Jamil, mengaku datang dari Kabupaten Pidie Jaya. Ia datang ke masjid tersebut atas ajakan kalangan ulama untuk mendoakan masyarakat Aceh agar hidup adil dan makmur.

“Kami mengikuti ajakan ulama untuk berdoa dan zikir bersama mendoakan perdamaian Aceh serta masyarakatnya adil dan makmur. Pengibaran bendera bulan bintang bentuk syukur kami,” kata M Jamil.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, personel Brimob Polda Aceh masih melakukan patroli di sekitar Kota Banda Aceh dengan menggunakan kendaraan taktis.

Peringatan yang sejak pagi diawali dengan doa dan zikir untuk perdamaian Aceh itu pun berubah menjadi hari yang diwarnai ketegangan antara massa dan aparat.***

Sumber : Tirto.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ramai Fenomena Planet Venus Berdekatan dengan Bulan Sabit, ini Penjelasan BRIN

JAKARTA - Fenomena langit malam berupa bulan sabit yang tampak berdampingan dengan sebuah titik cahaya terang di langit pada Senin (14/9/2026) malam, akhirnya terjawab....

Purbaya Dicopot dari Jabatannya Saat Rapat Bersama Komite IV DPD RI, Digantikan Suahasil Nazara

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat panggilan telepon penting dari Istana dan meninggalkan ruang rapat gabungan di Kompleks Parlemen pada Senin, 14...

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

Mantan Bupati Bekasi Divonis 6 Tahun Penjara, Bayar Rp 10,4 Miliar, Hak Politik Dicabut 10 Tahun

BANDUNG - Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang divonis enam tahun penjara dalam perkara tindak pidana korupsi. Putusan dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung...

Setelah Aksi Tanam Pohon Pisang di Jalan Badami-Loji, Warga Karawang Selatan Demo Dedi Mulyadi

KARAWANG - Setelah sebelumnya melakukan aksi tanam pohon pisang di Jalan Badami-Loji, kini warga Karawang Selatan melakukan aksi demonstrasi terhadap Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan