Jumat, November 6, 2026
Google search engine

MBG Disebut Habiskan Anggaran Negara, Kepala BGN Ngaku ‘Gemas’ Lihat Komentar di Medsos

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono menegaskan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berarti menghabiskan seluruh anggaran negara atau menghentikan program pemerintah lainnya.

Penegasan itu disampaikan Kepala BGN untuk meluruskan anggapan yang berkembang di media sosial bahwa anggaran negara banyak terserap untuk MBG, sehingga menyebabkan program lain, seperti penyediaan pupuk, perbaikan sekolah, irigasi, hingga pembangunan jembatan, tidak berjalan.

“Saya gemas juga melihat komentar di media sosial seolah-olah MBG ini menghabiskan anggaran negara. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang. Padahal, program-program lain tetap dikerjakan,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Berita Lainnya  Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

Menurutnya, berbagai program pembangunan tetap berjalan secara bersamaan di berbagai sektor. Ia mencontohkan sektor pertanian. Sebelum program MBG berjalan, persoalan ketersediaan pupuk juga telah menjadi perhatian.

Bahkan, setelah anggaran pemerintah dialokasikan untuk MBG, pemerintah tetap melakukan upaya untuk mencukupi kebutuhan pupuk dan memberikan kebijakan harga yang lebih terjangkau.

Hal serupa, kata dia, juga terjadi pada pembangunan dan revitalisasi jaringan irigasi.Pemerintah tetap mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki infrastruktur pertanian tersebut meskipun program MBG membutuhkan anggaran yang besar.

“Sudah ada anggaran yang dipakai untuk MBG, kemudian pupuk dicukupi, harganya didiskon. Dulu tidak ada MBG, banyak jaringan irigasi yang rusak. Sekarang ada MBG, tetap ada revitalisasi irigasi,” kata Sudaryono.

Berita Lainnya  Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan HP Presiden Prabowo

Ia juga menyoroti perbaikan infrastruktur pendidikan. Sudaryono menegaskan kerusakan sekolah yang terjadi saat ini bukan disebabkan oleh adanya program MBG.

Menurutnya, sekolah yang rusak telah menjadi persoalan yang ada sejak sebelum program MBG dilaksanakan dan kini pemerintah secara bertahap melakukan perbaikan.

“Yang sekolah rusak itu dulu ke mana? Dulu tidak ada MBG, mestinya sekolah sudah bagus semua. Kan tidak. Sekarang ada MBG, sekolahnya juga diperbaiki pemerintah,” ujarnya.

Ia menyebut pemerintah menargetkan perbaikan sekolah dilakukan secara bertahap dalam jumlah besar. Selain perbaikan sarana pendidikan, pemerintah juga tetap memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru, termasuk peningkatan pendapatan guru honorer.

Berita Lainnya  Terlihat Keren Saat Gelar Deklarasi Sumpah Pemuda Bareng Raffi Ahmad, Eh...! Ternyata Mahasiswa Bayaran

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG berjalan bersamaan dengan program pemerintah lainnya.

Ia mengajak masyarakat untuk melihat kebijakan pemerintah secara utuh dan tidak menyimpulkan bahwa alokasi anggaran untuk MBG otomatis mengorbankan sektor lain.

“MBG memang mengambil dana yang tidak kecil. Rencana tahun ini sekitar Rp268 triliun. Tetapi, yang lain-lain juga dikerjakan,” kata Sudaryono.***

Sumber : Republika

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Roy Suryo Tertawa Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di Persidangan

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah S1 miliknya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menjadi saksi kasus fitnah ijazah palsu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan