Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Protes Pemadaman Listrik Bergilir, Pendemo Tumpahkan Bangkai Ayam

PALANGKA RAYA – Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) kembali melakasanakan aksi demonstrasi di PLN UP3 Palangka Raya, Rabu (29/7/2026).

Aksi tersebut merupakan respons atas pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Palangka Raya dan sekitarnya.

Massa aksi mempertanyakan pemadaman tersebut, serta menuntut pelayanan listrik yang andal, transparan, dan berkeadilan.

Diketahui, PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menerapkan pemadaman bergilir selama beberapa terakhir.

Kondisi tersebut berdampak pada usaha masyarakat yang bergantung pada pasokan listrik.

Berita Lainnya  Capaian Pendapatan Bapenda Diapresiasi, Bupati Diminta Tahan TPP 'Pejabat OPD Pemalas'

Sampai saat ini, massa aksi masih berdemonstrasi. Mereka menuntut agar pimpinan manajemen PLN datang menemui mereka.

Karena tak ditemui, masda aksi menumpahkan bangkai ayam di depan gerbang PLN UP3 Palangka Raya.

Bangkai ayam itu milik peternak yang mengalami kerugian karena pemadaman listrik.

Satrio peternak ayam yang merugi karena ayamnya mati saat pemadaman menuntut Manajemen PLN memberikan penjelasan.

“Apa tanggungjawabnya, ini kerugian,” ujarnya.

Untuk diketahui, aksi ini merupakan lanjutan setelah kemarin masyarakat juga berdemonstrasi, Selasa (28/7/2026).

Berita Lainnya  Polemik Dugaan Provokasi, Laporan Polisi Terhadap Haji Toha Sudah Naik Tahap Penyidikan

Saat ini aksi masih berlangsung, massa menuntut menemui pimpinan PLN. Namun, yang menghadapi massa aksi saat ini adalah aparat kepolisian dan serikat pekerja PLN.

Sebelumnya pun Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) Kalimantan Tengah menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palangka Raya, Selasa (28/7/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemadaman listrik bergilir yang dinilai telah berlangsung cukup lama dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Berita Lainnya  Balita 3 Tahun di Karawang Dianiaya 2 Bocah, Alat Kelamin Korban Ditusuk Sate dan Digunting

Pantauan TribunKalteng.com di lokasi, sejumlah massa aksi membawa spanduk berisi tuntutan terkait persoalan pemadaman listrik.***

Sumber : Tribun Kalteng

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan