Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Keluhkan Sakit Perut hingga Diare, Puluhan Santri Pesantren di Garut Keracunan MBG

GARUT – Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mansuriah di Mekarsari, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami gejala keracunan makanan. Mereka mengeluh sakit perut, mual, dan diare usai menyantap menu yang diduga berasal dari Makan Bergizi Gratis (MBG).

Puskesmas Cibatu pada Rabu (22/7/2026) malam, mendadak penuh oleh pasien yang mengeluh gejala keracunan makanan. Mereka yang mengeluh sakit perut, pusing hingga diare merupakan para santri dengan mayoritas usia SD dan SMP.

Saking membludaknya korban, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, harus menambah jumlah tempat tidur lipat untuk menampung pasien tersebut.

Sudah ada 31 orang pasien yang telah dirujuk ke Puskesmas Cibatu. Selain dari Ponpes Al Mansuriah, ada juga pasien dari sekolah lain.

Berita Lainnya  Pakai Bahasa Jawa, Anggota Parlemen Malaysia Desak Prabowo Segera Tangani Karhutla

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana mengatakan, informasi yang didapat dari pasien mengeluh gejala keracunan pasca mengkonsumsi MBG. Selain ada yang dimakan di pesantren, ada juga yang dibawa pulang ke rumah.

“Ada SD dan SMP, yang saat ini sudah berada di Puskesmas 31 orang. Ada yang di pesantren dan ada juga yang dari sekolah. Ya memang didapat sesuai informasi ada dari makanan berasal dari MBG, ada yang disantap disitu ada juga yang dibawa ke rumah,” jelasnya, Rabu (22/7/2026).

Berita Lainnya  Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan HP Presiden Prabowo

Pengakuan Santri Ponpes Al Mansuriah Garut yang Alami Gejala Keracunan

Sementara itu, salah seorang santri mengaku keluhan pusing dan sakit perut sebetulnya telah dirasa sejak kemarin. Namun gejalanya semakin parah pada hari ini, dan dirasakan sama oleh santri lainnya.

Menu yang mereka santap yaitu telur bumbu, rendang dan nasi. Belum diketahui sajian mana yang membuat mereka mengalami gejala keracunan, karena uji sample tengah dilakukan oleh Dinas Kesehatan.

“Sakit perut, mual, sama BAB terus. Kerasanya dari kemarin, sama yang lainnya juga, pas sudah makan MBG,” ungkap Aceng Muhamad Arifin, pasien dugaan keracunan.

Berita Lainnya  Polisi Imbau Masyarakat Tidak Berspekulasi, GCI Desak Hasil Uji Forensik Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang Dibuka ke Publik

Diperkirakan jumlah pasien yang akan dirawat di Puskesmas Cibatu terus bertambah. Karena, selain disantap di pondok, ada juga siswa yang membawa menu MBG ke rumah masing-masing.

Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa, akan tapi petugas medis masih berjibaku melayani pasien yang terus berdatangan.

Pihak kepolisian juga telah mengambil beberapa sampel untuk dilakukan uji laboratorium. Tak hanya itu, petugas akan memeriksa pihak dapur yang menyalurkan menu MBG kepada para pasien tersebut.***

Sumber : harapanrakyat.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan