Kamis, Juli 23, 2026
spot_img

Demo di Kejagung Ricuh, Massa Aksi dan Polisi Saling Dorong

JAKARTA – Aksi demonstrasi yang digelar Jaringan Intelektual Hukum Nasional di depan Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, berujung ricuh, pada Rabu (22/7/2026).

Massa aksi terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian setelah mencoba membakar ban dan memblokade jalan di depan kompleks Kejagung. Kericuhan mulai terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.

Awalnya, massa membakar ban di depan gerbang Kejagung. Namun, aparat kepolisian yang berjaga langsung memadamkan api dan mengamankan sejumlah atribut aksi, termasuk spanduk yang hendak dibakar.

Berita Lainnya  Polisi Tangkap Pelaku Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah - Jaksel

Situasi kemudian memanas ketika massa berusaha mempertahankan perangkat aksi mereka. Saling dorong antara demonstran dan aparat pun tak terhindarkan.

Di tengah kericuhan, sejumlah peserta aksi juga terlihat melemparkan botol ke arah petugas. Tak hanya itu, massa sempat memblokade ruas Jalan Panglima Polim yang mengarah ke kawasan Senayan.

Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat sebelum polisi meminta demonstran membuka kembali akses jalan agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

Berita Lainnya  Febrie Ardiansyah Belum Ditahan, Kejagung : "Itu Kewenangan Penyidik"

Dalam aksi tersebut, massa mendesak aparat penegak hukum segera mengumumkan status hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, secara terbuka kepada publik.***

Sumber : Kompas

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Mantan Dirut Kebun Binatang Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Pakan Rp 10,2 Miliar, Satwa Sampai Kurus dan Sekarat

SURABAYA - Mantan Direktur Utama (Dirut) Kebun Binatang Surabaya, Choirul Anwar, menjadi tersangka kasus korupsi pengelolaan keuangan periode 2016-2024 sebesar Rp 10,2 miliar. Satwa...

Korban Keracunan MBG di Kulon Progo Jadi 105 Orang, dari Siswa, Bumil hingga Busui

KULON PROGO - Dinas Kesehatan Kulon Progo mencatat setidaknya 105 korban mengalami gejala keracunan (mual, muntah, dan diare) akibat menu Makanan Bergizi Gratis (MBG). Dampak...

Keluhkan Sakit Perut hingga Diare, Puluhan Santri Pesantren di Garut Keracunan MBG

GARUT - Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mansuriah di Mekarsari, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami gejala keracunan makanan. Mereka mengeluh sakit perut, mual,...

Dari Mual hingga Gatal-gatal, 14 Siswa SMA di Pasuruan Keracunan MBG

PASURUAN - Sebanyak 14 siswa kelas X SMAN 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mengalami gejala diduga keracunan usai menyantap paket Makan Bergizi Gratis...

Jawa Barat Adalah Rumah bagi Kemajemukan, Mengganti Namanya Jadi Tatar Sunda Beresiko Picu Ego Primordial

DALAM Romeo and Juliet, William Shakespeare menggugat melalui Juliet: "What’s in a name? A rose by any other name would smell as sweet." Di hadapan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan