Kamis, Juli 23, 2026
spot_img

Viral Video Siswa Buang MBG ke Gerobak Pasir, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

BONDOWOSO – Sebuah rekaman video yang memperlihatkan sejumlah siswa membuang makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam gerobak pasir viral di media sosial.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di lingkungan MTs Negeri 4 Bondowoso, Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Dalam video berdurasi singkat yang beredar luas, tampak sejumlah pelajar berseragam putih-biru membuang nasi dari wadah ompreng besi secara bergantian ke dalam gerobak pasir.

Di tengah rekaman tersebut, terdengar pula suara seorang pria yang berseloteh, “MBG, MBG, ini MBG-nya.”

Berita Lainnya  Ono Surono dan Dedi Mulyadi Sependapat Tak Perlu Ada Perubahan Nama Jawa Barat Menjadi Tatar Sunda

Unggahan itu pun memicu pelbagai spekulasi dan reaksi negatif dari warganet yang menyayangkan aksi pembuangan makanan program pemerintah tersebut.

Menanggapi polemik yang berkembang, Kepala MTs Negeri 4 Bondowoso, Qurniyatul Fatiya, memberikan klarifikasi secara resmi melalui sebuah rekaman video.

Ia menegaskan bahwa makanan yang dimasukkan ke dalam gerobak pasir tersebut bukanlah makanan utuh, melainkan sisa makanan yang tidak habis dikonsumsi oleh para siswa.

“Akibatnya, anak-anak sudah telanjur membeli makanan di kantin. Makanan yang ada di video itu adalah sisa dari yang dimakan, bukan makanan utuh yang sengaja dibuang,” ujar Qurniyatul.

Berita Lainnya  Puluhan Siswa dan Wali Murid Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan Setelah Diduga Keracunan MBG

Terlambat karena Kunjungan Wakil Menteri

Qurniyatul menjelaskan, pada hari kejadian, proses distribusi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke MTsN 4 Bondowoso memang mengalami keterlambatan dari jadwal yang seharusnya.

Keterlambatan armada pengangkut makanan terjadi lantaran akses jalan utama menuju sekolah ditutup sementara.

Penutupan jalan dilakukan karena adanya agenda kunjungan kerja Wakil Menteri di wilayah tersebut, sehingga armada pengangkut harus memutar melewati jalur alternatif.

Karena makanan MBG datang terlambat, para siswa yang sudah merasa lapar terlebih dahulu membeli makanan di kantin sekolah.

Berita Lainnya  Imbas Kontroversi Lagu 'Lalaki Langit Lalanang Bejad', Bupati Purwakarta Diperiksa Kemendagri Selama 8 Jam

Ketika menu MBG akhirnya tiba, siswa tidak sanggup menghabiskan seluruh porsi yang diberikan.

Qurniyatul juga menambahkan bahwa sisa makanan di dalam wadah ompreng tersebut sebenarnya tidak berniat dibuang begitu saja hingga terbuang sia-sia.

Pihak sekolah melalui para guru telah berencana mengumpulkan seluruh sisa makanan siswa untuk dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak itik.***

Sumber : Kompas

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Mantan Dirut Kebun Binatang Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Pakan Rp 10,2 Miliar, Satwa Sampai Kurus dan Sekarat

SURABAYA - Mantan Direktur Utama (Dirut) Kebun Binatang Surabaya, Choirul Anwar, menjadi tersangka kasus korupsi pengelolaan keuangan periode 2016-2024 sebesar Rp 10,2 miliar. Satwa...

Korban Keracunan MBG di Kulon Progo Jadi 105 Orang, dari Siswa, Bumil hingga Busui

KULON PROGO - Dinas Kesehatan Kulon Progo mencatat setidaknya 105 korban mengalami gejala keracunan (mual, muntah, dan diare) akibat menu Makanan Bergizi Gratis (MBG). Dampak...

Keluhkan Sakit Perut hingga Diare, Puluhan Santri Pesantren di Garut Keracunan MBG

GARUT - Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mansuriah di Mekarsari, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami gejala keracunan makanan. Mereka mengeluh sakit perut, mual,...

Dari Mual hingga Gatal-gatal, 14 Siswa SMA di Pasuruan Keracunan MBG

PASURUAN - Sebanyak 14 siswa kelas X SMAN 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mengalami gejala diduga keracunan usai menyantap paket Makan Bergizi Gratis...

Jawa Barat Adalah Rumah bagi Kemajemukan, Mengganti Namanya Jadi Tatar Sunda Beresiko Picu Ego Primordial

DALAM Romeo and Juliet, William Shakespeare menggugat melalui Juliet: "What’s in a name? A rose by any other name would smell as sweet." Di hadapan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan