Kamis, Juli 23, 2026
spot_img

Bangli di Rengasdengklok juga Ditertibkan, Bupati Aep : “Akan Dibangun Jalan Alternatif Tanjungpura-Rengasdengklok untuk Kurangi Kemacetan”

KARAWANG – Pemkab Karawang kembali meneruskan penertiban sejumlah bangunan liar (Bangli) yang dinilai membuat semrawut tata ruang hingga menjadi penyebab banjir.

Setelah Cikampek, kini giliran bangli di saluran pembuangan Kali Apoor, Dusun Cikangkung Barat, Desa
Rengasdengklok Utara, Kecamatan
Rengasdengklok, yang ditertibkan, Selasa (21/7/2026).

Berdasarkan data Satpol PP Karawang, tercatat ada sekitar 117 unit bangli dan 78 unit jembatan pribadi dan umum yang dibongkar di atas saluran drainase di sepanjang Jalan Utama Cikangkung menuju Kecamatan Jayakerta, Tirtajaya, hingga Batujaya tersebut.

Berita Lainnya  Pemkab Karawang Raih Penghargaan Anugerah Tata Kelola Pemerintahan Responsif dan Akuntabel

Dalam penertiban Bangli dan jembatan ini, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh memantau langsung proses penertiban yang dilakukan aparat gabungan tersebut.

Proses pembongkaran jembatan yang berdiri di saluran drainase Rengasdengklok.

Bupati Aep menyatakan, penertiban Bangli ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan Pemkab Karawang dalam mengatasi persoalan banjir yang hampir setiap tahun dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, selama ini banyak bangunan yang menutupi dan mempersempit saluran air, sehingga aliran drainase
tidak berfungsi secara optimal.

Akibatnya, saat hujan turun dengan intensitas tinggi, air meluap dan menggenangi jalan maupun permukiman warga.

Berita Lainnya  Imbas Kontroversi Lagu 'Lalaki Langit Lalanang Bejad', Bupati Purwakarta Diperiksa Kemendagri Selama 8 Jam

“Penataan ini bukan sekadar membongkar bangunan liar, tetapi mengembalikan fungsi drainase agar air dapat mengalir dengan lancar. Kami ingin menghadirkan solusi yang benar-benar menyentuhbakar permasalahan, bukan hanya penanganan sesaat ketika banjir datang,” kata Bupati Aep, melalui Instagram @aep_syaepulohse.

Di sisi lain, kata Bupati Aep, Pemkab juga memprioritaskan pembangunan jalan utama alternatif yang menghubungkan Tanjungpura menuju Rengasdengklok. Jalur baru ini akan dibangun melalui sisi irigasi dan nantinya tembus ke kawasan Pasar Baru Proklamasi Rengasdengklok.

Kehadiran jalan alternatif ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur Tunggakjati, sekaligus memperlancar konektivitas masyarakat dan distribusi ekonomi di wilayah utara Karawang.

Berita Lainnya  Pertama, Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50 di KM 57A Karawang

“Insyaallah, penataan infrastruktur akan terus kami lakukan secara bertahap. Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat, agar setiap program pembangunan dapat berjalan dengan lancar demi Karawang yang lebih tertata, bebas banjir, dan memiliki akses jalan yang semakin baik,” katanya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Mantan Dirut Kebun Binatang Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Pakan Rp 10,2 Miliar, Satwa Sampai Kurus dan Sekarat

SURABAYA - Mantan Direktur Utama (Dirut) Kebun Binatang Surabaya, Choirul Anwar, menjadi tersangka kasus korupsi pengelolaan keuangan periode 2016-2024 sebesar Rp 10,2 miliar. Satwa...

Korban Keracunan MBG di Kulon Progo Jadi 105 Orang, dari Siswa, Bumil hingga Busui

KULON PROGO - Dinas Kesehatan Kulon Progo mencatat setidaknya 105 korban mengalami gejala keracunan (mual, muntah, dan diare) akibat menu Makanan Bergizi Gratis (MBG). Dampak...

Keluhkan Sakit Perut hingga Diare, Puluhan Santri Pesantren di Garut Keracunan MBG

GARUT - Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mansuriah di Mekarsari, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami gejala keracunan makanan. Mereka mengeluh sakit perut, mual,...

Dari Mual hingga Gatal-gatal, 14 Siswa SMA di Pasuruan Keracunan MBG

PASURUAN - Sebanyak 14 siswa kelas X SMAN 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mengalami gejala diduga keracunan usai menyantap paket Makan Bergizi Gratis...

Jawa Barat Adalah Rumah bagi Kemajemukan, Mengganti Namanya Jadi Tatar Sunda Beresiko Picu Ego Primordial

DALAM Romeo and Juliet, William Shakespeare menggugat melalui Juliet: "What’s in a name? A rose by any other name would smell as sweet." Di hadapan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan