Jumat, November 6, 2026
Google search engine

MUI Karawang Minta Aparat Tindak Tegas Pesta LGBT di THM Tak Berizin

KARAWANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang menyoroti adanya kegiatan pesta yang diduga bermuatan LGBT, di salah satu tempat hiburan yang beroperasi tanpa izin resmi di wilayah Karawang.

MUI memandang kegiatan tersebut bertentangan dengan norma agama islam, norma kesusilaan, dan nilai-nilai Pancasila. Sehingga operasional tempat hiburan tanpa izin menambah pelanggaran hukum dan berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat.

H. Asep Saepudin S.Pdi – Bidang pendidikan dan pesantren MUI Karawang menegaskan, pihaknya mendesak aparat penegak hukum dan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk menindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta menutup tempat yang tidak berizin.

Berita Lainnya  Terlihat Keren Saat Gelar Deklarasi Sumpah Pemuda Bareng Raffi Ahmad, Eh...! Ternyata Mahasiswa Bayaran

“MUI Karawang berkomitmen menjaga ketertiban, moral dan kerukunan umat. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menangkal kegiatan yang merusak tatanan nilai di daerah kita,” tuturnya, Senin (8/6/2026).

MUI juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak main hakim sendiri, dan menyerahkan penanganan kepada pihak berwenang.

“Kami dari Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Karawang tidak datang dengan murka. Kami datang dengan resah seorang kakak kepada adiknya. Resah karena khawatir adiknya tersesat jalan pulang,” katanya.

Menurutnya, agama mengajarkan bahwa manusia harus dimuliakan. Dimuliakan sejak lahir, dimuliakan saat hidup, dimuliakan pula saat kembali ke tanah. Kemuliaan itu dijaga dengan aturan : aturan agama, aturan negara, aturan nurani. Ketika aturan itu dilepas, yang tersisa bukan kebebasan, tapi kebingungan.

Berita Lainnya  Barrier Gate di Mapolresta Karawang Disorot, Hanya Kendaraan Polisi yang Boleh Masuk, Masyarakat Diarahkan Parkir Berbayar

“Pesta yang merayakan penyimpangan di tempat yang melanggar izin, adalah dua luka sekaligus. Luka kepada nilai yang diwariskan leluhur Karawang. Luka kepada hukum yang disepakati bersama agar kita hidup tertib dan damai,” paparnya.

“MUI percaya Karawang adalah rumah besar. Di rumah besar, semua anggota keluarga dijaga. Yang salah dinasihati, yang lemah dikuatkan, yang tersesat ditunjukkan arah kiblatnya. Karena itu kami tidak menutup pintu. Pintu dakwah tetap terbuka. Pintu pembinaan tetap hangat. Tapi pintu kemaksiatan yang terang-terangan, apalagi tanpa izin, harus ditutup. Demi menjaga rumah ini tetap aman untuk anak cucu kita,” katanya.

Berita Lainnya  LBH Cakra Indonesia Tuding Ratusan Proyek RKB 'Acak-acakan', Kadisdikbud Janji Evaluasi Tambah Konsultan

“Kepada aparat, kami titip amanah. Tegakkan aturan dengan bijak dan adil. Tutup tempat hiburan tanpa izin. Hentikan kegiatan yang meresahkan. Bukan karena benci kepada orangnya, tapi karena cinta kepada tatanan,” tutupnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Roy Suryo Tertawa Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di Persidangan

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah S1 miliknya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menjadi saksi kasus fitnah ijazah palsu...

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan