Senin, Oktober 26, 2026
Google search engine

Karawang Tidak Boleh Kehilangan Jari Diri sebagai ‘Kota Lumbung Padi’, Bupati Aep : 86.170 Hektar LP2B Dikunci

KARAWANG – Memiliki lahan pertanian seluas 86.170 hektar yang telah ‘dikuci’ dalam Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), atau sekitar 87% dari Lahan Baku Sawah (LBS) yang ditetapkan pemerintah pusat sejak 2025, Kabupaten Karawang tidak boleh kehilangan jati dirinya sebagai Kota Lumbung Padi.

Demikian diungkapkan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, usai mengikuti kegiatan Audiensi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah yang diselenggarakan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), di Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).

Berita Lainnya  Loncat dari Lantai 3 Gedung, Aksi Heroik Seorang Ibu Saat Selamatkan Bocah dari Kebakaran

Bersama Kabupaten Indramayu, Bupati Aep menegaskan jika Karawang tetap akan menjadi penyangga utama sebagai lumbung padi nasional. Kendati diakuinya, arus industrialisasi terus berkembang di Karawang.

“Karawang tak boleh kehilangan jati dirinya. Di tengah arus industrialisasi yang terus bergerak, kami tetap berdiri tegak menjaga sawah, menjaga petani, dan menjaga masa depan pangan bangsa. Bersama Indramayu, Karawang akan terus menjadi penyangga utama dan kebanggaan sebagai lumbung padi nasional,” tutur Bupati Aep, dikutip dari instagram @aep_syaepulohse.

Dengan penuh tanggung jawab dan rasa bangga, Pemerintah Kabupaten Karawang secara resmi mengusulkan luasan LP2B baru sebesar 86.170 hektar. Angka ini merepresentasikan 87% dari total LBS 2025 sebagai langkah nyata memenuhi target RPJMN nasional secara presisi.

Berita Lainnya  Gagal Dapat Pinjaman Rp3,4 Triliun, Dedi Mulyadi Siapkan Opsi Tunda Bayar Proyek Pembangunan

“Pemutakhiran peta dan penyesuaian data spasial yang telah kita lakukan juga menjadi sangat penting, agar hamparan pertanian kita terkunci dengan akurat,” tuturnya.

Berdasarkan hasil cleansing data ini, Bupati Aep menyampaikan jika nantinya LP2B akan dikunci ke dalam Surat Keputusan Kepala Daerah sebagai dasar mutlak integrasi revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Sehingga dengan cara ini, maka perlindungan terhadap lahan pertanian berkelanjutan memiliki kepastian hukum yang kuat dan terukur.

Berita Lainnya  RDP Soroti Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang, Murni Konsleting atau Sabotase Data Tanah Rakyat

“Ini bukan sekadar angka. Ini adalah komitmen untuk memastikan tanah-tanah produktif tetap lestari, petani tetap berdaulat, dan generasi mendatang tetap memiliki sawah untuk diwariskan,” tulis Bupati Aep.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Istri dan Anak Asal Bogor Dibunuh Suami Siri, Dicekik – Dibakar hingga Dimasukan ke Penggilingan Daging

MADIUN - Dwi Bagus Martono, pelaku pembunuhan terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anak laki-lakinya yang berinisial AGEF (4), asal Kabupaten Bogor, ditangkap polisi. Kedua...

Polisi Selidiki Tewasnya Remaja Bobotoh Bogor, Minta Warga Beri Informasi Sekecil Apapun untuk Percepat Proses Hukum

BOGOR - Menanggapi insiden tewasnya seorang remaja Bobotoh berinisial ARK (16) yang diduga menjadi korban pembacokan dan penghadangan di Jalan Raya Jakarta-Bogor usai menonton...

Bentrok Antarwaraga, Situasi di Cikampek Mencekam, Polisi Berjaga-jaga

KARAWANG - Situasi di wilayah Cijalu, Cikampek, Kabupaten Karawang dilaporkan sempat ramai dan mencekam menyusul dugaan bentrokan atau penyerangan antarwarga, Senin (26/10/2026) siang. Berdasarkan informasi...

Gagal Dapat Pinjaman Rp3,4 Triliun, Dedi Mulyadi Siapkan Opsi Tunda Bayar Proyek Pembangunan

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyiapkan opsi tunda bayar untuk sejumlah proyek yang dikerjakan pada 2026. Langkah ini dipertimbangkan setelah Pemerintah Provinsi...

Khidmat dan Penuh Haru, Siswa SMAK Santo Aloysius Nyanyikan Lagu ‘Ibu Pertiwi’ di Tengah Kabut Pekat Karhutla

PALANGKARAYA - Paduan suara siswa SMAK Santo Aloysius Palangka Raya menyanyikan lagu "Ibu Pertiwi" pada Jumat, 23 Oktober 2026, di tengah kabut asap pekat...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan