SUKABUMI – Transfer keseluruhan dana dari pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk Kota Sukabumi turun drastis di periode Dedi Mulyadi.
Hal itu diungkap oleh anggota DPRD Kota Sukabumi, Henry Slamet yang mengatakan bahwa total keseluruhan dana dari provinsi kini mengalami penurunan.
“Sekarang kita cuman menerima dana bantuan dari provinsi itu hanya Rp 1,5 miliar dari Rp 80 miliar di kepemimpinan Ridwan Kamil,” kata Henry, dilansir dari Kompas.
Henry memaparkan bahwa besaran transfer dana dari provinsi tersebut memang mengalami penurunan dari setiap periode Gubernur Jawa Barat.
Saat masa kepemimpinan Ahmad Heriawan Kota Sukabumi mendapatkan Rp 113 miliar, Masa Ridwan Kamil Rp 80 miliar, dan di masa Gubernur Dedi Mulyadi Rp 1,5 miliar.
“Kalau pun ada pengurangan jangan sampe Rp 1,5 Miliar banget, idealnya meski karena efesiensi minimal Rp 40 miliar atau Rp 50 miliar-lah, jangan dari Rp 80 miliar langsung turun ke Rp 1,5 miliar supaya kita ada dana tambahan sedikit untuk program program itu ada anggarannya,” kata Henry.
Selain dampak pengurangan transfer keuangan dari Pemprov Jabar, Henry menuturkan bahwa tahun ini Kota Sukabumi juga tak mendapat jatah kuota BPJS dari pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ia kemudian mengkritik keras political will dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi agar bisa memprioritaskan program yang menyentuh masyarakat daripada kegiatan seremonial.
“BPJS bantuan provinsi untuk Kota Sukabumi tahun ini tidak ada, biasanya kita dapet bantuan 40 persen kini tidak ya, (padahal) kita lebih memerlukan bantuan untuk orang sakit dari pada ada program arak-arakan naik kuda seperti raja,” tutup Henry.***










