Senin, September 7, 2026
spot_img

Pasca 2 Wisatawan Tewas Tertimbun Longsor, Kini Wisata Curug Cileat – Subang Ditutup Sementara

SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang resmi menutup sementara objek wisata Curug Cileat yang berada di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, setelah terjadi bencana longsor yang menewaskan dua wisatawan asal Karawang.

Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi guna menghindari risiko keselamatan bagi pengunjung maupun pengelola wisata.

Penutupan dilakukan karena akses menuju lokasi wisata masih tertutup material longsor dan dinilai sangat berbahaya untuk dilalui. Kondisi jalur yang rusak serta potensi longsor susulan menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah.

Berita Lainnya  Kejari Purwakarta Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Kredit BUMN, Kerugian Negara Rp 3,4 Miliar

“Selanjutnya, kami tutup. Tidak boleh ada yang masuk ke lokasi, termasuk petugas juga tidak boleh, karena memang dianggap berbahaya,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Subang, Udin Jazudin saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).

Penutupan Curug Cileat tidak terlepas dari insiden longsor yang terjadi sebelumnya dan menelan korban jiwa.

Proses pencarian dua wisatawan yang hilang berakhir duka setelah keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (16/5/2026).

Korban diketahui bernama Winda Lianbong (20) dan Alda Apriliani (22). Keduanya ditemukan tertimbun material longsor berupa tanah dan bebatuan di kedalaman sekitar dua meter. Lokasi penemuan berada lebih dari 100 meter dari titik awal mereka dilaporkan hilang.

Berita Lainnya  DPO Narkoba Tewas Usai Baku Tembak dengan Polisi

Suasana haru menyelimuti proses evakuasi saat jasad kedua korban berhasil ditemukan. Keduanya ditemukan dalam posisi berdekatan, yang diduga karena sempat saling membantu saat longsor terjadi.

“Korban ditemukan berdekatan karena menurut keterangan saksi saat kejadian keduanya saling membantu,” kata Udin.

Proses pencarian berlangsung dramatis dan penuh tantangan. Tim SAR gabungan harus menyusuri jalur longsoran yang sulit dan berbahaya.

Medan yang licin serta kondisi cuaca yang tidak menentu menambah tingkat kesulitan dalam proses evakuasi.***

Berita Lainnya  Audiensi dengan BBWS, Ghazali Center Ajukan Permohonan Pemanfaatan Sempadan Jaringan Irigasi

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kuasa Hukum Tersangka VY Bantah Kliennya Miliki ‘Mensrea’ Rugikan Negara dalam Korupsi KPR

KARAWANG - Dr. M. Gary Gagarin Akbar, SH., MH., Kuasa Hukum Sdr. VY - mantan Direktur PT. Bumi Arta Sedayu (PT BAS) periode tahun...

Kejari Karawang Pamerkan Tumpukan Duit Sitaan Korupsi Penyaluran KPR PT. BAS

KARAWANG - Dalam perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada Bank Himbara Kantor Cabang Karawang yang melibatkan PT. Bumi Arta...

Kejari Karawang Tetapkan 4 Tersangka Korupsi KPR, Kerugian Negara Rp237 Miliar

KARAWANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Jawa Barat, menetapkan 4 tersangka dalam kasus dugaan korupsi praktik manipulasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada salah...

Dugaan Upaya Makar, Ketum Projo Budi Arie Setiadi Dipolisikan

JAKARTA - Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi kini berhadapan dengan proses hukum menyusul laporan dari Gerakan Cinta Prabowo (GCP). Grup tersebut mengadukannya relawan...

Korban Keracunan MBG Sudah Capai 43.838 Orang, JPPI : Seperti Kebal Hukum, Tak Ada Penyedia yang Diproses Hukum

JAKARTA - Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyoroti maraknya kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali terjadi setelah libur sekolah. Kejadian itu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan